Dia Canduku..

Dia Canduku..
95.


__ADS_3

Jordy mengikuti langkah Reeneta yang keluar menuju pintu di samping gedung.


" Kamuu yaa.. ", Reeneta berbalik untuk melihat wajah Jordy di belakangnya. Reeneta hampir berteriak tapi diurungkannya karena banyak orang yang ternyata sedang berjalan lalu lalang disini, sepertinya karyawan dari catering yang di sewa pada acara ini.


Tapi Jordy tetap memamerkan wajah tidak berdosa dan hanya mengangkat kedua alisnya.


" Apa sih maksud mu ? ", tanya Reeneta sekali lagi yang tak puas karena Jordy tidak mengatakan apapun untuk membela diri.


" Kenapa sih Reen? Memang apa salahku ? ", ucap Jordy yang memang merasa tidak bersalah.


Reeneta nampak kesal, tak di sangka Jordy yang dulunya sangat dingin pada orang lain bisa melakukan tebar pesona seperti tadi, ini membuatnya marah, entah mungkin cemburu lah yang dirasakan oleh Reeneta. Tapi tetap saja Ia tak ingin mengakuinya di hadapan Jordy.


" Aku kan cuma menagih janji dari mu Reen", ucap Jordy.


Kekesalan Reeneta mulai memudar, ia ingat memang dialah yang menjanjikan akan mengenalkan teman wanita untuk Jordy. Tapi itu hanya basa -basi saja, dan Reeneta yakin Jordy bukan orang bodoh yang percaya begitu saja padanya.


Tapi tak disangka nya , rasanya memang sakit melihat lelaki yang masih sangat dicintainya itu mulai menunjukkan ketertarikan untuk mencari wanita lain.


Reeneta masih memilih untuk diam.


' Apa aku yang terlalu percaya diri, menganggap akulah satu-satunya wanita yang dicintainya. Ditunggu oleh Jordy, nyatanya dia sudah berubah', batin Reeneta dan ia masih menatap wajah Jordy dalam - dalam.


" Woy.. kok bengong?", Jordy penasaran dengan reaksi Reeneta. Meskipun sebenarnya ia hanya berpura-pura agar Reeneta bisa jujur akan perasaannya.


" Enggak.. nanti akan ku kenal kan.. bukan sekarang", jawab Reeneta ketus.


Jordy kembali tersenyum, ia sedikit lega, Reeneta mulai menunjukkan kecemburuannya.


" Kapan ?", tanya Jordy.


" Aku bilang nanti kan? Yaa nanti.. ", Reeneta nampak kesal.


" Iyaa aku tunggu, aku masih punya banyak waktu, hingga kekasihku mau kembali padaku lagi", goda Jordy.


Reeneta menatap Jordy, ada tanya yang ingin terucap tapi kelihatannya memang sedang di tahan oleh Reeneta.


Brughh...


Tiba-tiba dari pintu samping gedung tak jauh dari Reeneta berdiri ada seorang lelaki yang berlari dan menabrak Reeneta.


" Aww..", Reeneta berteriak, tapi dengan sigap Jordy memegang tubuh Reeneta yang terhuyung dan hampir jatuh. Reeneta jatuh ke pelukan Jordy.

__ADS_1


Sedangkan lelaki tadi jatuh terjungkal.


" Maaf yaa.. maaf banget", kata lelaki itu sambil tertatih untuk dan segera berusaha untuk berdiri.


" Gapapa, hati-hati kalau jalan", ucap Jordy sambil menatap pria itu dengan dingin.


Reeneta yang masih berada di pelukan Jordy segera menggeser tubuhnya dan melepaskan pelukan Jordy.


" Maaf yaa , tadi aku lihat laba-laba. Aku takut banget sama laba-laba soalnya", kata lelaki itu.


Tanpa aba-aba Reeneta tertawa terbahak bahak, mendengar alasan orang asing tersebut.


" Cuma karena laba-laba, tapi wajahmu sudah kaya lihat monster ?", kata Reeneta yang masih tertawa.


" Aku phobia.. makanya... ", ucap lelaki itu tapi terpotong karena Jordy ikut tersenyum. Sebenarnya Jordy bukannya mau menertawakan lelaki itu, tapi Jordy menyukai Reeneta yang kini sedang tertawa di sampingnya itu.


" Anda juga menertawakan saya ?", kata Lelaki itu memandang Jordy. Lelaki itu seakan menanyakan kesetiakawanan kepada sesama pria.


" Ahh.. iyaa lucu juga anda ", kata Jordy singkat.


Lelaki asing itu nampak membenarkan kacamata nya yang miring. Jika diamati dengan seksama , pria asing itu sangat tampan dengan setelan jas yang tak kalah modis dan elegan dari Jordy. Wajah tampan yang berkacamata seakan menandakan dirinya begitu pandai ,cerdas dan berwibawa.


" Kamu ngapain ketawa? Kamu lupa ? Seberapa takutnya kamu saat ada kecoak di apartemen ?", kata Reeneta sambil memandang Jordy.


" Apa sih? Wajar saja kalau takutnya sama kecoak, memang ada ya yang tidak takut sama kecoak?" , ucap Jordy.


" Aku!!" , kata Reeneta dan lelaki asing itu bersamaan.


Reeneta dan Lelaki itu lalu saling berpandangan dan melempar senyuman satu sama lain. Jordy tak suka melihat pemandangan itu.


" Apa sih kenapa jadi mengolok ku ? dan sudah lah.. ayoo Reen", Jordy menarik tangan Reeneta, ingin mengajak Reeneta menjauh dari pria asing itu. Radar alarm pengawasan Jordy berbunyi melihat lelaki yang tampan itu seakan tertarik pada Reeneta, memberinya peringatan kalau mereka harus segera pergi dari sana.


" Ehh tunggu.. maaf kita belum kenalan kan", ucap lelaki itu.


" Ga perlu", ucap Jordy singkat.


" Reeneta .. " kata Reeneta, ditambah dengan senyuman yang sangat manis . Jordy menoleh memandang Reeneta yang nampaknya memang sengaja melakukan itu untuk membalas perlakuan Jordy.


Reeneta memandang Jordy dengan tatapan mengejeknya.


" Miko.. ", kata lelaki itu. Sambil mengulurkan tangannya.

__ADS_1


" Jordy", ucap Jordy sambil menyambut uluran tangan Miko. Miko tersenyum , tahu jika Jordy nampak tidak menyukai nya.


" Reeneta.. maaf yaa.. aku yang salah.. aku teledor", ucap Miko.


" Aku gapapa, santai saja", ucap Reeneta.


" Tadinya mau nyari toilet, jalan melipir tapi melihat ada serangga itu di atas pintu. Jadi kaget banget", lanjut Miko.


" Dia bilang gapapa mas, santai saja", ucap Jordy dengan dingin.


Miko mengangguk , tapi tatapan matanya masih sibuk memandangi wajah cantik Reeneta.


" Kita pergi dulu yaa.. silahkan lanjutkan kegiatan anda", ucap Jordy menarik paksa Reeneta dari tempat itu. Reeneta mau tak mau menuruti Jordy karena tangan nya benar -benar di tarik dengan kuat oleh Jordy.


Miko masih memperhatikan Reeneta dan Jordy dari belakang. Entah mengapa ada rasa nyaman dalam diri Miko saat melihat Reeneta. Seakan ia barusan melihat seorang putri yang sangat anggun.


' Reeneta, nama yang cantik' , batin Miko.


##


" Sakit Jord tanganku, bisa lepas nggak?", Reeneta berteriak.


Jordy melepaskan tarikannya pada tangan Reeneta, melihat ada tanda merah di pergelangan tangan Reeneta membuat Jordy merasa bersalah dan kesal pada dirinya sendiri. Kenapa Ia tak bisa mengendalikan emosi yang ada pada dirinya.


" Genit banget sih", ucap Jordy menyindir Reeneta, tapi Jordy enggan menatap wajah Reeneta.


" Siapa? Maksud kamu aku?", kata Reeneta.


" Yang ngerasa aja deh ", ucap Jordy masih tak mau memandang Reeneta.


" Ehh.. maksudnya apa nih? Bukannya kamu yaa yang terlalu genit , tebar pesona di depan teman-teman ku tadi, sudah hilang ingatan kamu?" , timpal Reeneta sambil ngegas.


" Aku gak tebar pesona yaa.. Tapi memang sudah dari sananya aku memang mempesona, bisa apa lagi aku? ", ucap Jordy.


" Begitu kah? " , Reeneta masih merasa kesal.


" Iya benar begitu nona, memangnya kamu tidak terpesona padaku", ucap Jordy kembali ingin menggoda Reeneta


" Laki-laki berkacamata tadi lebih mempesona", ujar Reeneta masih kesal pada Jordy.


Jordy meradang, rasanya ingin sekali ia mencium Reeneta saat itu , untuk mengobati kecemburuan. Tapi ditahannya, Jordy sadar jika Reeneta belum kembali padanya sepenuhnya.

__ADS_1


***


__ADS_2