Dia Canduku..

Dia Canduku..
115.


__ADS_3

***


" Anita.. Aku tak ingin berbasa-basi. Tapi maaf jika aku lancang, tapi dari keluarga manakah menantu mu itu berasal? ", tanya nyonya Eliza.


" Emm, tante, sepertinya sangat tertarik dengan menantu kami. Ada apa sebenarnya?", tanya mama Anita. Sepertinya mama Anita tahu jika nyonya Eliza sangat tertarik pada Reeneta saat pandangan pertama.


" Aku hanya sedikit ragu, tapi.. An.. dia sangat mirip dengan Mira, menantuku", kata Nyonya Eliza, sambil mengeluarkan foto anak dan menantunya dan ada gadis kecil disana.Mungkin seumuran empat-lima tahunan.


Mama Anita tersentak kaget, lalu memandang ke arah Reeneta.


...'memang sangat mirip', ucap tante Anita di dalam hati....


" Jangan bilang Tante curiga kalau Reeneta adalah Cucu mu yang menghilang?", ucap mama Anita.


" Kamu sangat mengetahui kisahnya bukan?. Aku..sudah dari dua puluh tahun yang lalu mengikhlaskan semua nya. Kepergian Anjas dan Mira serta Cucu ku satu satunya Reyna. Aku sudah ikhlas An... tapi melihat dia, melihat calon menantu mu itu sekali lagi menggoyahkan keikhlasanku. Aku merasa aku punya harapan lagi...Entah mengapa..", terang nyonya Eliza.


Mama Anita yang masih memandang ke arah Reeneta memang sejenak menyadari kemiripan Reeneta dengan Anjas dan Mira, tapi mana mungkin hal itu bisa terjadi, Mama Anita menepis semua pikiran nya.


" Tante, maaf tapi Reeneta adalah yatim piatu, Ia tidak punya orang tua, Jadi jika kau tanyakan dari mana asal keluarga.. aku ..", ucap mama Anita.


Nenek Eliza sedikit terhuyung, hampir saja ia kehilangan pijakannya.


" Apakah firasat ku benar Ann..apa aku punya harapan?", mata nyonya Eliza sedikit berkaca-kaca.


" Maaf tante.. Anita tidak berani mengiyakan, takut jika...", mama Anita tidak melanjutkan perkataannya.


" Aku mengerti An.. aku ingin kamu berikan data yang jelas , dari panti asuhan mana gadis itu berasal. Orang ku yang akan menyelidiki nya sendiri. Jika memang ada kemungkinan lebih dari 50% , maka izinkan aku untuk melakukan test DNA dengan dia", ucap Nyonya Eliza.


" Tapi tante... satu minggu lagi, mereka akan menikah, mana mungkin aku..", mama Anita terbata- bata.


" Apa kau tidak mengenal ku Anita ?", kini nyonya Eliza sedikit menekan, menunjukkan posisinya yang memang lebih tinggi dibandingkan mama Anita.


" Maaf tante", ucap Mama Anita.


" Mengingat Kau adalah anak dari sahabat lamaku, aku masih baik meminta izin. Jika aku tak memandang mu, kau tahu kan.. apa yang bisa aku lakukan dengan atau tanpa izin mu", kata Nyonya Eliza yang memberikan penekanan dan desakan pada mama Anita.


" Aku akan menelepon Jordy untuk menanyakan semua kejelasan nya, karena selama ini aku tak pernah tahu dari panti asuhan mana Reeneta sebelumnya. Tunggu sebentar tante", ucap mama Anita.


Nyonya Eliza mengangguk.


Mama Anita menelpon, Ia tampak sangat gugup.

__ADS_1


" Baik, Jord. Kamu tolong segera pulang, ada hal penting yang harus ku bicarakan" , ucap mama Anita pada sambungan telponnya.


" Tante, Jordy hanya tahu kalau Reeneta berasal dari panti asuhan 'Pelita Harapan' di pinggiran kota Global. Selebihnya kami benar-benar tidak tahu apa yang terjadi", ucap mama Anita.


" Baiklah, itu sudah cukup aku dan orang ku yang akan bergerak. Sampai aku memberikan kabar terbaru, Jaga anak itu", ucap Nyonya Eliza.


Untuk terakhir kalinya nyonya Eliza menatap wajah Reeneta yang tengah berbincang dengan papa Jason.Lalu pergi meninggalkan mama Anita.


---


" Reen.. kamu sudah selesai belanja kan?", tanya mama Anita yang menghampiri Reeneta.


" Iya mah, Reeneta sudah selesai", ucap Reeneta yang tahu jika mama Anita nampak sangat gugup.


" Ma, ada apa sebenarnya?", tanya papa Jason.


Mama Anita sedikit terhuyung dan hampir jatuh, sepertinya dia benar-benar syok . Reeneta membantu mama Anita duduk di kursi.


" Ma, kamu nampak sangat gugup. Apa ada masalah?", tanya Reeneta khawatir.


" Akan aku ceritakan semuanya nanti di rumah, Jordy sudah menuju rumah,ayoo kita segera pulang", kata mama Anita.


Jantung Reeneta berdegup kencang, Ia sungguh khawatir. Ia takut kalau dirinyalah penyebab segala kegaduhan ini.


***


" Ma..Pa.." , Jordy menyambut kedatangan Mama dan Papanya. Lalu menarik tangan Reeneta memeluknya.


" Kamu gapapa kan sayang?", tanya Jordy pada Reeneta .


" Aku baik-baik saja, Mama yang sepertinya sangat syok dan khawatir" , ucap Reeneta tenang.


" Kamu sudah sampai duluan Jord", kata papa Jason.


" Saat mama Menelpon, sepertinya mama sangat panik, jadi aku langsung ngebut kemari", kata Jordy.


Reeneta pergi ke dapur , mengambilkan air minum untuk mama, papa dan Jordy. Memang dirinya beberapa kali sering diajak Jordy ke rumah utama jadi sedikit hafal tata letak ruang di rumah ini.


" Mama gak tahu, ini akan jadi kabar baik atau buruk untuk kalian Jord", ucap mama Anita.


" Apa maksud mama?", tanya Jordy.

__ADS_1


" Kalian sebentar lagi akan menikah, tali juga harus bersiap-siap menghadapi Artha Grup", ucap mama Anita.


" Maksud mu apa sih Ma?memang apa yang kita lakukan salah? atau mungkinkan kita tadi menyinggung nyonya Eliza? ", ucap Papa Jason.


" Sebentar, kalian bertemu dengan direktur Artha Grup?", tanya Jordy.


Mama Anita dan Papa Jason mengangguk.


" Lalu apa kalian membuat masalah?Atau apa Direktur Artha Grup , Reeneta?", ucap Jordy.


" Yaa.. Tante Eliza tertarik pada Reeneta", ucap mama yang masih terlihat tertekan.


" Maksudmu apa sih Ma?",terlihat papa Jason tidak sabar lagi.


" Langsung saja to the point , Sebenarnya apa hubungannya Reeneta dengan Artha Grup? " , Jordy juga semakin tidak sabaran.


Reeneta datang menghampiri mereka dengan nampan berisi empat cangkir teh.


" Kalian, minumlah dulu. Ma..kamu yang terlihat paling panik,minumlah dulu , tenangkan pikiran mu", ucap Reeneta.


Reeneta duduk disamping Jordy, Jordy menggenggam erat tangan Reeneta.


Reeneta memang sedikit mendengar tentang percakapan mama Anita, jadi Ia tahu jika dialah penyebab kegaduhan ini. Padahal tinggal sedikit lagi hari bahagianya, tapi tetap saja ada masalah yang menghampiri.


" Reen.. kamu jangan pasang wajah pucat begitu , Ini sebenarnya bukan masalah besar", kata Mama Anita yang sadar jika Reeneta sedang galau.


" Tapi Ma, apa tadi aku mengusik nenek Eliza yaa? Kenapa sepertinya Ia jadi marah begitu.. apa aku membuat kesalahan?", ucap Reeneta.


" Tidak Reen.. kamu bukannya melakukan kesalahan", kata Mama Anita.


" Lalu apa ma? sudah dibilang jangan berbelit - belit begini, jadi bikin semua orang penasaran ", kata papa Jason.


Jordy menggenggam tangan Reeneta semakin erat.


" Baiklah.. baiklah.. maaf sedikit mendramatisir keadaan ini", kata mama Anita sambil tersenyum tipis.


Wajah papa Jason dan Jordy sedikit kesal, mamanya memang selalu mendramatisir keadaan.


" Reeneta, sepertinya kamu Cucu Tante Eliza, kamu lah pewaris Artha Grup", ucap mama Anita.


Reeneta terbelalak kaget.

__ADS_1


Begitu pula papa Jason dan Jordy, nampak sangat kaget.


Tapi mama Anita tersenyum.


__ADS_2