Dia Canduku..

Dia Canduku..
70.


__ADS_3

" Kamu tidak ingin Reeneta kenapa-napa kan," ucap Mama Anita memperingatkan Jordy.


" Apa maksud Mama?" Jordy menatap Mamanya yang kini sudah tak dikenalnya lagi.


Dulu Mamanya tidak pernah memaksakan kehendak seperti ini, tapi entah mengapa kini menjadi berubah sangat menakutkan.


" Tentu saja aku akan membuat Reeneta celaka, kalau kamu masih membangkang perintah mama. Apa susahnya sih kamu hanya melakukan pertunangan saja," ujar mama Anita dengan wajah kerasnya.


" Aku tidak menyangka mama bisa begitu kejam padaku, seharusnya Mama tidak pernah datang mencariku saja jika akhirnya seperti ini, " kilah Jordy yang juga tak ingin kalah.


" Ini demi masa depan kamu Jord, demi masa depan keluarga kita," ucap Mama nya.


" Apa kita kurang kaya Ma? ini semua lebih dari cukup.. hanya saja mama memang terlalu serakah..." kata Jordy.


Plakkk


"Jangan kurang ajar kamu sama mama", Mama Anita menampar pipi Jordy, anak semata wayang dan kesayangan nya itu.


Jordy terdiam , selama ini tidak pernah mamanya menamparnya seperti ini.


" Kamu tinggal pilih mau tetap mempertahankan Reeneta dan Mama akan membuat dia sengsara atau bertunangan dengan Aira, " ancam mama Anita.


" Jangan pernah usik kehidupan Reneeta, " ucap Jordy dengan marah.


" Kamu yang menentukan!!" ucap mamanya.


" Mama jangan pura-pura tidak tahu, orang seperti apa Aira Sasongko itu, mama ingin orang gila seperti itu menjadi bagian dari keluarga kita?" kata Jordy sambil marah.


" Mama tidak peduli, Mama perlu dukungan keluarga Sasongko agar bisnis papa mu tetap lancar, " kata mama Anita.


" Ma.. aku bisa , aku bisa melakukan apa saja", rengek Jordy.


" Sudahlah.. ini cara termudah dan tidak perlu waktu lama. Persiapkan dirimu untuk minggu depan.." kata mama Anita sambil berjalan meninggalkan Jordy.


" Siiaal... " umpat Jordy.


Tanpa diketahui Mama nya, Jordy menelpon Papa nya. menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Lalu Jordy merencanakan sesuatu.


##


Sudah dua hari ini Reeneta selalu mendapatkan teror dari banyak telepon masuk atau chat ancaman bernada pembunuhan tapi ia selalu mengabaikannya. Meskipun Ia benar-benar tidak tahu siapa yang melakukannya tapi Ia sudah mengira jika Mama Jordy lah yang melakukannya, karena ancaman itu hanya menyuruhnya untuk pergi meninggalkan Jordy.


Puncaknya adalah ketika Ia pergi bersama Qaila, mobil Qaila diikuti oleh tiga orang lelaki pemotor dengan pakaian serba hitam menggunakan dua motor. Tampilannya seperti preman, Qaila dari awal sudah curiga, tapi tetap melajukan mobilnya dengan cepat . Lalu dengan paksa pemotor misterius tadi menghentikan mobil Qaila dengan menggedor - gedor kaca mobil Qaila.

__ADS_1


" Jangan - jangan mereka begal Reen, " kata Qaila mulai takut


" Entah Qai gimana dong, apa yang harus kita lakukan?," Reeneta juga terlihat khawatir.


Duukk...Duukk.. Duuuuakk..


" Keluar kalian, cepat!!" kata laki-laki seperti preman yang memakai helm tanpa membuka kacanya.


" Pokoknya jangan sampai dibuka Reeen.. apapun yang terjadi, aku coba telpon Aldy minta bantuan yaa.." ucap Qaila.


" Reeneta keluar!!!" teriak laki-laki tadi sambil membuka kertas dengan foto Reeneta disana.


" Qai.. sepertinya mereka bukan begal, tapi memang orang yang mencari aku. Aku yang diincar Qai, aku akan turun, kamu tetap disini," ucap Reeneta.


" Kamu sudah gila?? Enggak -enggak.. mereka sepertinya preman bayaran Reen.. kamu tetap di mobil. Jangan keluar!! tunggu Aldy datang.." Qaila sangat panik.


" Kita tidak tahu siapa mereka Qai, aku takut kamu juga akan terluka, " kata Reeneta lagi.


Tapi Qaila kekeuh tidak mengizinkan Reeneta untuk keluar dari mobil.


Reeneta lalu menceritakan pada Qaila jika sudah dua hari ini memang ia sering mendapatkan Telepon dan chat ancaman. Tapi ia tidak tahu dari siapa .


" Gilaa.. kenapa kamu gak cerita sama aku dari awal sih Reen, " Qaila terlihat semakin tegang.


Orang diluar mobil masih menggedor gedor kaca jendela mobil dan salah seorang dari mereka akhirnya mengambil batu besar di pinggir jalan untuk memecahkan kaca mobil Qaila.


Pyaarrrrr


Kaca tepat di samping Reeneta pecah, dengan sigap lelaki tadi membuka pintu dan menarik Reeneta keluar dengan paksa


" Reen. Reeneta!!! " Qaila berteriak dengan kencang.


Lelaki tadi masih menarik tangan Reeneta menuju depan mobil.


" Siapa yang menyuruh kalian melakukan hal ini?" tanya Reeneta masih dengan nada datar.


" Sudah sangat jelas bukan. Tentu saja orang yang tidak menyukaimu", jawab laki laki yang memecahkan kaca jendela tadi.


" Siapa ?" tanya Reeneta lagi


" Sudah , jangan banyak bicara!!" lelaki tadi berteriak.


Lalu secara tiba tiba lelaki lain memukul bahu Reeneta dengan balok kayu hingga Reeneta terjatuh.

__ADS_1


" Reeenn.. " Qaila keluar dari mobil hendak menolong Reeneta tapi dihadang oleh salah satu pemotor lain.


" Jangan ikut campur, atau kamu akan mengalami hal yang sama!!" ancam orang itu.


" Perseetaann.. brengggsek.. siapa kalian, lepaskan dia," Qaila meronta-ronta berteriak.


" Jangan sampai mati !! Cukup berikan pelajaran saja!!" kata orang yang pertama menyeret Reeneta keluar dari mobil tadi.


Orang yang memukul Reeneta mengangguk seakan mengerti jika ia sedang diberi perintah.


Ia kembali memukul bagian belakang kepala Reeneta. Reeneta pingsan.


Mobil Aldy terparkir dengan kasar, lalu Aldy keluar dan menghampiri orang-orang yang sedang menganiaya Reeneta.


" Berhenti kalian, breengsek, " Aldy berteriak dan membuat tiga orang misterius berpakaian serba hitam tadi melarikan diri dengan motornya.


" Reen . . Banguunnn!!" Qaila berteriak.


" Minggir Qai.. aku angkat ke mobil, kita segera bawa Reeneta ke rumah sakit yaa.. " ucap Aldy.


" Kamu ikut mobilku, mobil mu aku suruh orang mengurusnya", lanjut Aldy.


Qaila mengangguk dan duduk di belakang menjaga Reeneta yang sedang pingsan.


" Kenapa bisa begini Qai?" tanya Aldy.


" Entah lah Al, Reeneta bilang dua hari ini ia memang sudah mendapatkan teror , tapi tidak tahu siapa pengirimnya. Sepertinya mereka mengikuti kami sejak aku menjemput Reeneta dari apartemen nya," Qaila menjelaskan.


" Kurang ajarr, sepertinya memang sudah direncanakan", kata Aldy.


" Apa mungkin ini ulah Aira Al?," tanya Qaila.


" Entahlah, mungkin juga Mamanya Jordy", ucap Aldy.


" Apa? " Qaila kaget bukan main.


" Saat ini, musuh Reeneta hanya Mama nya Jordy bukan?", ujar Aldy


Qaila hanya tertegun,


' Apa Mama nya Jordy sebegitu tidak sukanya pada Reeneta , hingga melakukan perbuatan sejauh ini', kata Qaila dalam hati.


##

__ADS_1


__ADS_2