
Reeneta tersenyum, Jordy memandang dengan curiga.
" Kenapa tersenyum, pasti kamu anggap aku aneh, atau gila ?" tanya Jordy.
" Ahh tidak... Aku setuju" , kata Reeneta mantap
" Hah kenapa ? "
" Kenapa apa ? Kau minta aku pindah.. yaa aku ikut"
" Kau yakin ? " Tanya Jordy serius.
" Kamu yang minta kan ? Jadi aku mau lah, aku ikut perkataan yang mau menghidupiku" , jawab Reeneta dengan senyum.
" Jangan bercanda, aku serius lhoo .. "
" Aku serius Jord.. mau aku berkemas sekarang ? " Tanya Reeneta.
" Tapi Reen, kamu td nampaknya amat keberatan, kenapa tiba tiba berubah pikiran ?"
" Emm... Aku mau hidup sama kamu" jawab Reeneta.
" Kamu jangan nakal dong " , Reeneta tersenyum dan pergi ke kamarnya, mengambil tas gendong miliknya, dimasukkan beberapa helai pakaian miliknya. Secepat kilat ia langsung keluar menemui Jordy. Jordy yang tadi menunggu tampak keheranan.
" Udahan ? Bawa itu aja ? " Tanya Jordy.
" Yups, semua barang disini milik pemiliknya, sudah pernah aku bilang kan , mungkin bekas tak terpakai. dulunya kan rumah ini gudang , aku sewa dengan hrg murah banget"
" Horror banget kamu ahh... Yuuks udah siapp semua belum? " Jawab Jordy
" Lhoh kok horor siih... Udah tinggal berangkat. Mau jalan sekarang ? " Tanya Reeneta.
" Iyaa mumpung masih aga pagi, jadi beberes.nya enak nanti. Tapi perlu izin sama pemilik kos gak ? "
" Enggak siih.. aku Uda bayar sewa sampai 2 bulan kedepan sih, jadi rumah ini biar kosong 2 bulan dulu, nanti kalau ga betah di apartemen mu biar aku balik kesini."
" Siapa bilang kamu boleh balik ? Selamanya harus dengan ku" Kata Jordy. Reeneta hanya tersenyum.
Semua sudah dibereskan karna memang dia tidak memiliki banyak barang , bahkan bisa dibilang rumah itu aga kosong . Reeneta mengikuti Jordy keluar dari Rumah kos tempatnya tinggal tiga tahun terakhir ini.
Reeneta tidak menyangka dia bisa sepenurut ini dengan lelaki yang belum lama ini dikenalnya. Kalau kata Qaila, Jordy bagi Reeneta adalah yang pertama dalam segala hal. Cinta pertama.
__ADS_1
Ada banyak hal yang Ia pikirkan tentang Jordy. Jordy memanglah belum sepenuhnya menjadi kekasihnya. Bahkan hubungan mereka mungkin hanyalah candaan semata. Tapi keduanya seakan nyaman nyaman saja dengan hal ini. Tak pernah terpikirkan Jordy akan seposesif ini terhadap Reeneta bahkan sebelum mereka benar benar terikat hubungan. Kalau mereka berhubungan beneran , mungkin Jordy akan lebih parah dari ini.
" Kenapa ? Kayak banyak beban banget ? Ga rela tinggalin rumah kos ? " Tanya Jordy pada Reeneta sesaat setelah mereka masuk mobil.
" Relaa aja, aku memang harus melanjutkan kehidupan yang sulit ini, ketika ada kemudahan dalam hidupku aku harus move, iyaa kan ? Apalagi sekarang aku punya majikan kaya raya sepertimu, Aku ikut alur aja, apa maumu perintah untukku ", kata Reeneta sambil menunjukkan rasa hormat seperti pada seorang raja.
" Majikan apa, aku ga pernah anggep kamu pelayan yaa.. enak aja, kamu Ratuku. Ratu dihatiku. . "
" Dasar Raja Gombal " kata Reeneta.
Mereka saling bercanda dan meledek dalam perjalanan, dari kejauhan sudah terlihat Global kampus yang akan jadi kampus mereka nantinya. Jordy memakirkan mobilnya di depan gedung yang lumayan mewah kalau dilihat dari luar. Meskipun ditengah kota tapi terlihat sangat asri.
" Rumahmu di lantai 3, ayoo" , Jordy menggandeng Reeneta berjalan aga cepat.
" Rumahku? Kupikir aku hanya menyewa dengan gratis" ,
" Semua milikku bukankah akan jadi milikmu ? " Jordy tersenyum nakal pada Reeneta. Reeneta hanya diam, meskipun kadang ia ingin mempermainkan Jordy selalu ia yang akan kalah.
" Sampai.. besok kau akan ingat jalan kesini kan ? "
" Memangnya aku anak kecil yang bodoh ? " Reeneta masuk dan diikuti Jordy yang segera menutup pintu.
" Kelihatannya bersih, apa kau selalu membersihkan tiap hari ?" , Reeneta berkeliling.
" Emm, aku harus dibayar untuk itu" , Reeneta nyengir, Jordy menghampirinya, menatap nya tajam. Reeneta balik memandangnya.
" Ada apa ? " tanya Reeneta
Jordy kelihatan bimbang, lalu ia maju mendekati Reeneta diraihlah bahu Reeneta. Ia memeluk Reeneta. Reeneta yang hanya setinggi bahu Jordy membenamkan wajahnya di dada Jordy.
" Nyaman sekali " , bisik Reeneta pelan. Jantung keduanya berdetak kencang. Reeneta mulai melingkarkan tangannya di pinggang Jordy.
" Sudah lama aku ingin memelukmu seperti ini. Aku sangat menginginkan mu. Maaf " kata Jordy.
Reeneta tidak tau harus berkata apa ia hanya terdiam membalas pelukan Jordy. Sdh lebih dari 2 menit mereka berpelukan, tiba tiba hp Reeneta berdering. Jordy melepaskan pelukannya, seperti aga canggung ia membawa Tas Reeneta ke kamar.
" Hallo Qai... " Reeneta berbicara pada Qaila di telepon.
" Reen.. aku deg degan banget.. besok mau aku jemput gak ? Aku aga takut ke kampus sendirian " ,
" Masaa siih Qaila takut ? Hhe . .besok aku tunggu depan gerbang yaa .. kita masuk bareng " ,
__ADS_1
" Oke beneran yaa? Aku deg degan banget besok pasti bakal banyak cigan ga sih " , kata Qaila tertawa.
" Ahh gila kau Qai" , jawab Reeneta kesal.
Setelah menutup telepon Qaila, Reeneta mengikuti Jordy masuk ke kamar yang akan jadi kamarnya kelak. Dilihatnya Jordy yang sedang duduk di tempat tidur, wajahnya memerah entah karna panas atau malu.
" Jord... "
" Emm Reen.. butuh belanja gak , aku akan mengantar mu belanja ? "
" Tidak Jord, disini semua sudah tersedia. Pulanglah, hari sudah sore, "
" Ahh. Iyaa juga.. baik aku akan pulang " , Reeneta mengikuti Jordy mengantar kedepan.
" Jord, aku menyuruhmu pulang agar kau tidak tambah malu, semakin lama kau disini wajahmu akan terbakar merah karna malu, " Reeneta tersenyum melambaikan tangan dan menutup pintunya.
" Sial dia menggodaku" , Kata Jordy .
***
Dalam hati Jordy.
' aku sudah lama ingin memeluknya, tapi bolehkan aku ? '
' ahhh dia memang cantik sekali, natural meski tanpa makeup'
' ahh sial, aku tak tahan, ' akhirnya Jordy melakukannya.
" Nyaman sekali" kata Jordy lirih, Reeneta bahkan tak bisa mendengarnya.
Tapi hening, Reeneta tak menjawab Jordy, Tapi tangannya dilingkarkan pada tubuh Jordy.
' Kenapa Reeneta hanya diam saja? Ahh aku bisa gila, tapi ia membalas pelukanku dengan erat, apa dia juga merasakan hal yg sama denganku'
' wangi rambutnya, aroma tubuhnya, aku bisa merasakan semuanya, siall... Aku pria normal, sedikit lagi dia akan bangun, argggg hanya memeluknya saja kenapa aku jadi terangsang '
' apa kulepaskan saja, tp detak jantungnya normal, apa dia nyaman denganku ? Aku sungguh ga kuat lagi, aku mau menciumnya. . . '
Tringggggggg,
' hpnya berbunyi, syukurlah '
__ADS_1
***