Dia Canduku..

Dia Canduku..
92.


__ADS_3

Jordy melihat Reeneta yang tengah duduk di cafe yang berada di lantai satu. Di depannya ada secangkir minuman dan sepotong roti bakar yang masih utuh. Jordy melangkah masuk dan langsung duduk di hadapan Reeneta tanpa permisi.


Reeneta yang awalnya termenung jadi mau gak mau harus beralih memperhatikan Jordy. Jordy masih berwajah datar, menunggu reaksi Reeneta.


" Hai Jord, gimana tidurmu semalam ", tanya Reeneta yang akhirnya membuka percakapan.


" Cukup bagus", jawab Jordy singkat.


' Kenapa dengan anak ini ? Kayaknya moodnya sedang tidak baik , ahh sial... aku terjebak oleh kegilaan ini, apa aku harus berpura-pura ramah terus?', batin Reeneta


" Lalu kamu gimana ? Nyenyak ?", tanya Jordy pada Reeneta.


" Aku tak bisa tidur semalaman, ngantuk banget ini, makanya cari kopi", ucap Reeneta.


" Aku tadi mencari mu di apartemen , tapi sepertinya kamu sudah berangkat kesini. Kenapa gak ngopi dirumah saja ?", tanya Jordy.


" Dirumah bosan, Ahh begitu.. maaf yaa, kamu jadi repot, aku juga kan gak bisa menghubungi mu , jadinya...", Reeneta berhenti bicara karena melihat Jordy yang menyodorkan hp nya.


" Tulis nomor hp mu ", perintah Jordy.


Reeneta menatap Jordy dengan senyum simpul yang dipaksakan.


' Gara-gara kebohongan ini , aku harus berpura-pura terus, iiihhh.. menyebalkan ', batin Reeneta.


" Kenapa Reen? Tulis saja nomor mu ", ucap Jordy.


" Emm.. memang nanti enggak mahal ini kan harus roaming kan kalau nomor antar negara", kata Reeneta.


" Tulis saja dulu.. ", ucap Jordy.


Mau gak mau Reeneta mengambil hp Jordy , betapa kagetnya Ia melihat fotonya dijadikan wallpaper di hp Jordy ini. Tapi ia tetap menunjukkan sikap yang biasa saja. Selesai menyimpan nomornya Ia mengembalikan hp tersebut pada Jordy.


" Thanks Reen", ucap Jordy.


' Apa-apa an sih ini,.. kenapa aku merasa aku lah yang jahat disini. Ini seperti aku yang telah mempermainkan dia dan dia jadi orang baik yang sedang patah hati, hishh ', batin Reeneta lagi.


" Aku sudah telepon kamu. Hp mu dimana?" , tanya Jordy sambil menelepon nomor yang di berikan Reeneta.


" Sorry.. ketinggalan di kamar kayaknya", kata Reeneta.

__ADS_1


" Ahh.. sayang sekali.. padahal aku penasaran dengan teman yang ingin kamu kenal kan pada ku lho", ucap Jordy sambil tersenyum.


" Ahh, soal itu yaa.. ", timpal Reeneta. Wajahnya berubah kesal, Ia tak suka dengan pembahasan ini, tapi dialah yang memulai semuanya.


" Ingin segera mengganti Wallpaper hp kan ? ", goda Reeneta sambil tersenyum.


" Emm .. gimana kamu merestui?", tanya Jordy.


Reeneta terdiam, Ia tak tau harus bicara apa lagi. Sejak dulu Reeneta tak pandai berbohong pada Jordy.


" Kamu gak capek berpura-pura seperti ini", tanya Jordy mulai serius.


" Aku mengenal mu , cukup lama tapi memang tak terlalu lama, saat kita bersama tetap masih lebih lama daripada saat kita berpisah kan ? Kamu, masih ada disini", kata Jordy yang memegang dadanya. Ingin menunjukkan niat dan keseriusan nya pada wanita yang selalu dipikirkan nya itu.


Reeneta terdiam, Ia tahu Jordy memang tak bisa dibohongi. Sebenarnya sekali lihat saja , Jordy pasti sadar jika dirinya memang berpura-pura.


" Kamu ga perlu melakukan ini , jika ingin marah,


... marah saja padaku. Kamu bisa berteriak , atau bahkan mengutuk ku Reen, jangan membuat dirimu sendiri tersiksa seperti itu. Bertingkah seakan-akan kamu orang lain", kata Jordy.


" Semua ucapan dan senyuman palsu mu itu , sama sekali tak cocok untuk mu.. memuakkan", sambung Jordy.


" Kamu mau berubah seperti apa lagi sih ? Dengan meninggalkan ku selama ini.. Belum cukupkah kamu menyiksaku Reen? Menghukum ku seperti ini .. Belum puas kah kamu ?" , tanya Jordy.


" Apa kamu pikir , selama ini aku tidak pernah tersiksa?", nada dan ekspresi wajah Reeneta berubah menjadi serius.


" Maaf.." , ucap Jordy.


" Sudahlah... Kebodohan ku sendiri", jawab Reeneta. Ia langsung meminum kopi di cangkirnya untuk meredakan ketegangan pada dirinya.


" Kita sama-sama tahu. Kita saling tersiksa. Maafkan kekonyolan mama ku saat itu. Ketika tahu kamu menghilang Mama juga mati -matian ikut mencari mu. Ia sangat merasa bersalah, sampai sekarang Ia terus menanyakan keadaan dirimu" , kata Jordy


" Benarkah?", Reeneta kembali memandang Jordy.


" Mama.. tak pernah membenci mu Reen, mama bahkan sangat menyukai mu, tapi dia tak bisa berbuat banyak saat itu. Ia hanya berpikir bagaimana bisa membantu Papa dengan cepat", kata Jordy.


Reeneta kembali mengingat bagaimana Tante Anita mengatakan kepadanya untuk terakhir kali, bahwa dia sangat merasa bersalah dan minta maaf , dia sama sekali tak membenci dirinya.


" Aku hanya menepati janjiku", timpal Reeneta.

__ADS_1


" Seharusnya kamu melihat hal itu sampai akhir, harusnya kamu tau aku sudah menyiapkan semuanya, Gak mungkin aku melakukan kecerobohan gila seperti itu", kata Jordy.


" Aku sudah menyuruh orang untuk menggagalkan nya tepat waktu. Tapi sepertinya Aira melihat mu pergi , merasa senang dan menang Ia langsung melempar cincin itu, sekaan-akan dia yang membatalkan nya, tapi tidak Reen.. Aku.. aku sudah merencanakan dari awal", jelas Jordy.


" Tetap saja hasilnya sama, aku harus pergi.. sesuai kesepakatan dengan Tante Anita", kata Reeneta.


" Tidak.. karena aku sama sekali tak pernah melepaskan dirimu!!", sanggah Jordy.


" Sudahlah.. sudah berlalu juga. Kenapa kamu repot-repot menceritakan hal ini padaku ?" , tanya Reeneta.


" Aku merasa bersalah " , ucap Jordy mengiba.


" Harusnya apapun yang terjadi aku harus menceritakan semua padamu, dari awal, agar tak terjadi salah paham seperti itu", sambung Jordy.


" Kamu tahu, seharusnya pasangan itu harus saling terbuka, jujur dan apa adanya bukan ? ", ucap Reeneta.


Jordy mengangguk. Kali ini Reeneta mulai terlihat nyaman mengobrol pada Jordy.


" Semoga kedepannya , kamu bisa bersikap seperti itu pada kekasih mu" , kata Reeneta kini mengambil roti yang mulai dingin. Dengan terpaksa ia menggigit roti itu meski sebenarnya Ia sedang tak ingin makan.


" Reen.. bisa tidak jangan acuhkan aku lagi. Kita tak pernah putus. Jadi kamu tetap kekasihku!!" , Jordy melihat Reeneta yang masih mencoba mengunyah rotinya.


" Aku..aku menganggap hubungan kita sudah berakhir sejak lama", kata Reeneta.


" Apa , kamu serius , kamu benar benar sudah melupakan ku? Kamu sama sekali tidak mencintai ku lagi?", Jordy menatap wajah Reeneta.


" Sudah... Aku mau kembali ke kamarku" , Reeneta berdiri dari duduknya, tak ingin melanjutkan pembicaraan pada Jordy karena ia tak kuat harus menatap mata Jordy lagi.


" Aku tak akan pernah berhenti, aku tetap akan menunggu mu. Menunggu kamu siap kembali padaku", kata Jordy.


Reeneta tak membalas perkataan Jordy. Jika ingin jujur , Ia sangat ingin berhambur ke pelukan Jordy, tapi ego nya juga masih terlalu tinggi untuk melakukan hal itu. Ia masih tak bisa berdamai pada dirinya sendiri. Ia marah pada Jordy tapi lebih marah pada dirinya sendiri yang tak bisa jujur seperti ini.


" Hari ini aku kembali Reen", ucap Jordy.


Reeneta acuh, Ia melanjutkan langkahnya dan meninggalkan Jordy sendiri.


" Aku.. harus menunggu mu berapa lama lagi Reen? Kamu sudah ku temukan , jadi gak mungkin aku lepaskan lagi", kata Jordy menyemangati dirinya sendiri.


***

__ADS_1


__ADS_2