Dia Canduku..

Dia Canduku..
121.


__ADS_3

" Maafkan aku juga tante" , ucap Anita.


" Sudahlah An... Aku tahu kau tak sejahat itu, Aku mengenalmu sejak kecil.." ,ucap Eliza.


" Kau tau apa yang kupikirkan saat ini?", sambung Eliza.


" Apa tante ?", mama Anita nampak sedikit penasaran.


" Aku dan mama mu saat masih muda punya cita-cita akan menjodohkan anak-anak kami. Sayangnya kami punya anak yang sama-sama perempuan. Kau dan Mira akhirnya menjadi teman akrab saat kecil. Tapi , Ternyata cucu -cucu kami yang akhirnya berjodoh, aku sempat berpikir kalau semua ini sudah ditakdirkan Tuhan. Dari awal mereka memang sudah ditakdirkan sebagai pasangan", ucap Eliza.


" Aku merasa baru hari ini, aku percaya jika takdir itu..memang nyata tan, seakan benang kekeluargaan kalian itu memang tak bisa di putuskan", ucap Anita.


Eliza tersenyum, membayangkan sahabat baiknya tersenyum bahagia karena cita - cita mereka terwujud.


" Jason, kau tahu kan perusahaan ku yang ada di New City baru saja kehilangan direktur utama nya, setelah acara pernikahan Jordy, kau bisa ambil alih kan ? dan itu juga bisa kau merger dengan perusahaan milikmu", kata Eliza tiba - tiba memutus lamunan Jason.


" Tapi tante", papa Jason terlihat kaget. Ia tak tau harus berkata apa.


" Sudahlah, kau urus saja dulu. Aku tak mungkin langsung menugasi Reeneta atau Jordy kan? Lagi pula tidak mungkin Reeneta langsung bisa menjalankan semuanya. Dan Jordy juga, kita harus memberi mereka waktu untuk bernafas. Biarkan mereka menjalani masa-masa pernikahan yang berbahagia, aku tak mau langsung membebani mereka dengan tugas -tugas perusahaan. Di masa depan Jordy dan Reeneta pasti akan lebih siap untuk bekerja bersama-sama membangun Artha Grup ", ucap Eliza.


" Baik tante.. ", kata Jason.


Mau tak mau papa Jordy memang harus menerima. Jika itu sudah diucapkan oleh Eliza maka itu juga sudah menjadi perintah. Lagipula alasan yang diberikan Eliza cukup masuk akal.


" Kalian tau kan... Aku, di usiaku sekarang memang harusnya sudah pensiun. Menimang cicit, ahhh .. Sepertinya aku sudah mulai membayangkan anaknya Reeneta" , kata Eliza.


" Benar , aku juga sudah tidak sabar menimang cucu", kata Anita.


" Ibu .. Sekali lagi aku mengucapkan terimakasih sudah memberikan izin mereka untuk menikah. Aku sempat khawatir tadi", ucap Jason.


" Pah.. Kau panggil tante Eliza.... ", Anita nampak kaget.


" Sudahlah.. Memang seharusnya kalian memanggil ku Ibu kan", ucap Eliza sambil tersenyum.


" Sebenarnya, kemarin saat aku mengetahui Reeneta 100% cocok dengan DNA ku, dan aku mendapat kronologi kehidupan nya aku sempat sangat marah pada kalian, tentu saja ! Tapi lagi lagi aku ingat, saat itu keadaan memang tidak menguntungkan. Maafkan aku juga sudah membuat kekacauan malam ini" , sambung Eliza.


" Dan terimakasih, Anita, kau telah mengurus semua keperluan dan perlengkapan untuk pernikahan Reeneta ", kata Eliza lagi.


Mama Anita mengangguk, rasa bahagianya tak tertahankan lagi, Ia tidak sabar untuk melihat anak tunggalnya menikahi Reeneta. Semua pasti akan heboh jika tahu Reeneta adalah pewaris dari Artha Grup.


##


Di balkon apartemen,

__ADS_1


" Gieelaa.....akhirnya kalian berdua bisa nikah juga, setelah berliku-liku drama. Dan gak nyangka banget , Reeneta ternyata pewaris Artha Grup ,ditambah nenek nya yang nyeremin banget tau ", ujar Aldy.


" Al... Jangan bikin ulah", ucap Qaila melotot pada Aldy.


" Lha gimana dong Qai, tadi aku takut banget lihat Eliza Artha. Baru kali ini lihat Pimpinan utama Artha Grup.. Ternyata bikin keder , gak kuat, merinding, noh liat Willy aja yang biasanya sok bijak nimbrung komen sana-sini kicep.. ", kata Aldy.


Willy yang kesenggol cuma tersenyum tipis.


" Jordy aja takluk tuh, kicep juga", ucap Willy.


" Diemm..kalian semua!!", kata Jordy dengan senyuman tipisnya.


" Tapi yang terpenting badai sudah berlalu, dan tinggal satu step kalian bisa mencapai impian kalian", sahut Arnold.


" Oiya Kak, kenapa bisa kesini, kamu ikut acara lajang mereka bertiga?", tanya Qaila ingat kalau kakak nya juga ada disini.


" Tentu saja tidak. Bianca menyuruh ku kemari, untuk memastikan kalian oke. Lalu di parkiran aku melihat Jordy berlari dengan muka sangat panik, makanya aku ikut berlari kesini. Tapi sepertinya aku harus menyampaikan kabar buruk untuk Bianca", ucap Arnold.


" Berita buruk apa kak? ", tanya Ady.


" Bianca harus kehilangan manager terbaiknya di BA Management", ucap Arnold sedikit tersenyum.


" Itu bener banget kak, habis ini Reeneta harus mulai memimpin Artha Grup", sahut Willy.


" Tenang Reen.. Aku juga cuma bercanda", kata kak Arnold.


" Yes, , dan aku akan naik jabatan ", kata Aldy.


" Apa maksud mu? ", Jordy dan yang lainnya memandang Aldy dengan penasaran.


" Reeneta kan pewaris Artha Grup tuh, perusahaan super duper gedhe kan.. Kalau sendirian mana mungkin? Jordy harus ikut Reeneta dong yaa.. Si bucin ini gak mungkin sih biarin Reeneta kerja sendirian, otomatis Grow.bag gue yang pegang , hhahhha", Aldy tertawa.


" Emang bener Al, Otak mu selalu di depan , disaat semua orang mikirin kisah cinta nya? Dan kamuuu?? Out of the box banget ", Qaila tak habis pikir dengan lelaki yang kini paling dekat dengannya itu.


" Eh, Meskipun aku memang akan ngikutin Reeneta, Grow.bag tetep di bawah kendaliku", ucap Jordy.


" Ayolah Jord, butuh banyak modal nih buat nikahin Qaila ", ucap Aldy.


" Ishh, ni orang emang malu-maluin dah", kata Qaila sambil memukul bahu Aldy.


Willy hanya tertawa melihat tingkah absurd Aldy. Bukan Aldy memang jika tak punya pikiran absurd dan tingkah yang konyol.


" Ehh.. Kalian lagi ngobrolin apa? Seru banget", Papa Jason menyapa mereka.

__ADS_1


" Ah bukan om, biasa si Aldy ngebanyol", sahut Willy.


" Ayoo kita pulang Jord, sudah dini hari lho ini... Kalian besok menikah, besok lagi ketemu nya", ucap Mama Anita.


Jordy dan Reeneta tersenyum mengangguk


" Oma juga pulang yaa sayang", Oma Eliza memeluk Reeneta dan akan berpamitan.


" Besok pagi oma langsung kesini bareng kalian", sambung oma Eliza


Akhirnya satu persatu orang berdiri dan berpamitan. Qaila mengantarkan rombongan itu sampai pintu luar apartemen.


" Aku kangen banget sama kamu , sayang", ucap Jordy yang memegang tangan Reeneta.


" Besok kita ketemu lagi", ucap Reeneta.


" Iyaa, dengan status baru, sebagai istriku", Jordy mencium kening Reeneta.


" Sampai ketemu besok pagi", ucap Reeneta.


Jordy berjalan , melangkah keluar apartemen.


Qaila segera menutup pintu , tau jika Jordy adalah tamu terakhir disana.


" Akhirnya... Sepi", kata Qaila yang langsung merebahkan tubuhnya di sofa.


" Iyaa.. Akhirnya, semua berjalan normal dan kami tetap menikah ", ucap Reeneta.


" Aku masih gak menyangka, temen baikku ini ternyata orang penting, uuhh.. Terharu ", ucap Qaila sambil memeluk Reeneta.


" Benar ya Qai kata pepatah, takdir itu rahasia Tuhan yang manusia hanya bisa mengikuti alur dan scenario dari Sang Sutradara", ucap Reeneta.


" Ahh tapi , tetap saja, dari awal wajahmu itu sudah mengisyaratkan kalau kamu itu pantas nya jadi seorang putri bangsawan, bukan rakyat jelata ", kata Qaila.


" Sudah, sekarang tidur", sambung Qaila.


" Jam berapa ini? Aku gak usah tidur kali Qai, buat persiapan besok pagi.. ", ucap Reeneta.


" Kamu mau besok riasan mu hancur gara - gara wajah lelah mu itu? Tenang saja, aku gak tidur, besok MUA datang aju pasti bangunin kamu", ucap Qaila.


" Beneran? ", tanya Reeneta ragu.


" Udah ayoo tidur", Qaila mendorong tubuh Reeneta, memaksanya untuk segera tidur.

__ADS_1


**


__ADS_2