Dia Canduku..

Dia Canduku..
82.


__ADS_3

***


Jordy memasuki Green florist dengan penuh harap. Dia amat ingin menemukan Reeneta, kekasih hatinya yang menghilang akibat kecerobohan nya sendiri. Selama ini ia mengutuk dirinya sendiri atas tindakan bodohnya, merasa benar dengan seluruh keputusan yang diambilnya kala itu. Padahal Reeneta sudah membuat nya berjanji untuk tidak pernah melepaskan dirinya, tapi nasi sudah menjadi bubur. Jordy sadar meratapi keadaan ini tidak akan mengubah apapun, malah akan menghancurkan dirinya dari dalam.


" Mbak .. bisa tanya sebentar?", ucap Jordy pada penjaga di depan.


" Iya mas silahkan", kata pegawai itu dengan ramah.


Jordy mengeluarkan hpnya dan memperlihatkan karangan bunga yang tadi telah difoto nya.


" Ini benar dari sini mba? ", tanya Jordy.


" Oh iyaa benar mas, baru saja tadi diantar oleh staf kami untuk sebuah pernikahan. Maaf appa ada masalah?" , tanya pegawai toko yang sekarang nampak khawatir jika sesuatu telah terjadi pada hasil karya toko mereka.


" Aman mba.. karangan itu sudah sampai, saya cuma mau memastikan siapa yang pesan", timpal Jordy.


" Maksudnya gimana mas?", penjaga toko nampak semakin heran.


" Pada karangan bunga tersebut tertulis nama Reeneta, tapi Reeneta saat ini tengah menghilang, saya ingin memastikan benar tidak Reeneta yang saya maksud, Jadi bisa bantu saya memberikan info soal pemesan ini mbak?" , kata Jordy.


" Tapi mas, ini melanggar privasi data pelanggan kami, kami hanya memberikan hasil sesuai keinginan dari customer saja.. ", ucap pegawai itu.


" Saya mohon mba.. tolong saya sekali ini saja.. apapun yang terjadi nama Green Florist akan tetap aman, saya berjanji", ucap Jordy.


" Sebentar mas, saya cekkan dulu di data", ujar pegawai toko tersebut .


Jordy mengiyakan dan menunggu penjaga tersebut memainkan komputer nya.


" Maaf mas, ini permintaan pemesanan dari nona Reeneta via telepon dan pembayaran juga langsung transfer, sudah masuk order sejak satu minggu yang lalu", ucap penjaga toko itu.


" Ada no.telp nya? " , tanya Jordy.


" Ada mas.. ini nomor telepon saat pemesanan", penjaga toko memberikan nomor telp untuk Jordy.


Dengan sekali lihat saja Jordy sudah tahu jika itu merupakan telepon umum. Jordy mulai merasa putus asa, berpikiran jauh, apa ada yang berusaha membuat lelucon atas nama Reeneta.

__ADS_1


" Untuk akun bank saat transfer mbak, gimana? ", ucap Jordy.


Tapi kini pegawai toko tersebut seperti enggan memberikan informasi lagi pada Jordy. Jordy menyadari gelagat pegawai toko yang mulai tidak percaya pada nya.


" Tenang saja mbak.. saya bukan orang jahat, saya hanya sedang mencari kekasih saya, Reeneta , yang pergi tanpa kabar , dan saya pikir itulah Reeneta yang sama dengan yang memesan karangan bunga disini. Semoga mbak bisa membantu saya ", ucap Jordy dengan nada mengiba.


" Ini mas, bukti pembayaran dari Nona Reeneta", pegawai toko akhirnya mau memperlihatkan bukti tersebut.


" Terimakasih mba", kata Jordy.


" Maaf mas .. sekali lagi kami tidak bertanggung jawab atas apa-apa lagi dan apapun yang terjadi setelah ini yaa .. " , kata penjaga toko.


'' Tenang saja mba... ", ucap Jordy yang langsung melenggang pergi.


Di dalam mobil Jordy segera mengambil laptopnya yang memang selalu dibawanya, ia segera melacak telepon yang digunakan oleh pemesan atas nama Reeneta itu. Dan benar juga kecurigaan nya, itu adalah telepon umum.


" Arrgh... Siall.. bagaimana bisa mencari tahu di telepon umum seperti ini", kata Jordy yang marah pada dirinya sendiri.


Lalu ia mulai mengecek bukti transfer , sayang sekali ini juga dilakukan langsung ke teller bank, jadi Jordy tidak bisa melacak akun bank milik orang ini.


##


Jordy kembali ke acara pernikahan Willy dan Cici setelah tidak menemukan hasil dalam pencariannya tentang sosok Reeneta tersebut.


" Jord...", kata Aldy menyambutnya.


" Gimana? Kamu menemukan sesuatu tidak ?" , tanya Qaila.


" Tidak ada ", ucap Jordy.


" Maksudmu gimana ? ", Qaila semakin penasaran.


" Aku sudah mencari info di florist itu, tidak ada bukti jika itu adalah Reeneta", Jordy menjelaskan.


" Dia order via telepon untuk memesan dan sayangnya yang dipakai adalah telepon umum, aku sama sekali tidak bisa melacak siapa yang menelpon. Dan lagi untuk pembayaran juga dilakukan transfer langsung ke teller bank, hanya atas nama Reeneta , aku tak bisa menyelidiki lagi", kata Jordy lagi.

__ADS_1


" Kita bisa membobol cctv telepon umum atau bank itu kan Jord? " , kata Aldy.


" Aku tidak ingin mencari tahu lagi Al, aku yakin dia memang Reeneta tapi dia menyuruh orang untuk melakukan hal itu", ucap Jordy.


" Bukankah kita harus memastikan nya Jord?", kata Qaila.


" Percuma Qai.. jika pun benar itu Reeneta , dia tidak ingin menemui ku, jika dia benar ingin menemui ku, dia gak akan pernah melakukan ini semua", kata Jordy.


" Kamu tahu kan dia hanya menepati janjinya pada Mama mu, aku yakin dia pasti juga sangat ingin kembali", ucap Qaila.


" Tentu saja, akupun selalu berharap dia kembali, sampai kapan pun Qai... Aku bisa menunggunya hingga kapanpun", kata Jordy.


" Al.. kamu bukannya hacker yang handal, tidak bisakah mengecek ini", tanya Qaila pada Aldy.


" Jika Jordy sudah memutuskan seperti itu yaa ikut saja Qai.. dia lebih jago dariku dan pastinya dia sudah tahu apa yang harus dilakukan nya", ucap Aldy.


Qaila terdiam , toh memang ia tidak bisa melakukan apapun. Hanya bisa menunggu hingga Reeneta memutuskan untuk kembali dengan sendirinya.


##


Tringg.. Tringgg..


" Hai Reen, kenapa?",


" Kak.. apa pesanan ku sudah diteruskan ke acara pernikahan Willy dan Cici?" ,


" Tentu saja sudah, sesuai permintaan mu, tidak ada jejak Reen.. ",


" Terima kasih kak.. tanpa Kakak, Aku tidak mungkin bisa melakukan itu",


" Tenang saja Reen... tapi . .kenapa tidak datang saja langsung Reen? ",


" Belum waktunya kak Arnold",


***

__ADS_1


__ADS_2