
Jordy menaiki tangga Apartemen dengan terburu-buru , pikirannya sudah melayang kemana mana. Ia takut sesuatu yang buruk terjadi pada Reeneta.
' Reen. . kamu harus baik-baik saja' , kata Jordy dalam hati.
" Dia masih ga ngangkat teleponnya", kata Qaila yanv berlari di belakang Jordy. Tampak wajah Qaila yang begitu panik.
Jordy tiba di pintu dan segera memencet password untuk membuka pintu.
" Reen.. Reeneta ....", Teriak Qaila yang mencari di seisi ruangan. Tapi sayang Reeneta tak ada disana.
" Dia ga ada di manapun" , kata Cici yang juga ikut mencari.
Jordy tertunduk lesu, dia duduk di depan meja tempat terakhir Reeneta juga duduk. Jurnal Reeneta masih terbuka,. Hp juga ada di atas meja. Diambilnya hp tersebut untuk mengecek panggilan terakhir. 25 panggilan tidak terjawab dari Qaila dan satu panggilan masuk dengan nomor tersembunyi.
" Nomor tersembunyi ? kira -kira siapa ya?" , tanya Aldy yang berdiri disamoing Qaila.
" Jord, kita harus cari Reeneta, dimanapun", kata Qaila.
" Sepertinya memang ada jebakan Jord", kata Willy yang baru datang dengan berlari dari bawah.
" Aku udah ke pos satpam, dan kedua satpam itu ketiduran setelah diberi minuman dari wanita yang mengaku suruhanmu Jord. Aku yakin minumannya sudah diberi obat tidur", lanjut Willy.
" Sialan!!", kata Jordy sambil mengepalkan tangannya.
" Apa kamu benar-benar gak mau mengumpulkan semua anggota kita Jord, setidaknya anggota yang memang benar-benar masih setia pada kita", kata Aldy.
" Aldy benar Jord, melihat mereka sebanyak itu. Jika kamu masih ga mau meminta bantuan yang lain kita ga akan sanggup Jord", jelas Cici.
" Ku pikir mereka menyewa orang untuk ini Jord, ga mungkin anggota mereka sebanyak itu jika tidak ada orang luar. Dan lagi, dua kali diserang, mereka benar-benar seperti petarung amatiran , bukan orang Genk ", kata Willy yang disetujui sebuah anggukan oleh Aldy.
__ADS_1
" Kalau kalian yakin ini ulah Silvy, aku akan minta bantuan kakak ku yang ... ", kata Qaila yang terputus oleh ucapan Jordy.
" Jangan Qai, masalah ini jangan sampai keluar ke orang lain, tunggu aku cari bantuan ", kata Jordy. Mereka hanya mengangguk seakan suda diberi perintah oleh bos mereka.
***
Reeneta mulai membuka matanya setelah seakan mimpi panjang yang melelahkan. Ia masih merasa pusing dan matanya pun berkunang-kunang. Sudah ada cahaya matahari dari luar jendela yang menandakan hari sudah pagi. Ia mulai ingat tadi malam Amel yang membuat nya gak sadarkan diri.
Reeneta memandang sekeliling , ia duduk di sebuah kursi kayu dengan lengan di sebuah ruangan yang cukup luas, sayangnya ruangan ini nampak kosong dengan perabotan yang minim, hanya ada meja kecil dan sebuah lemari kaca di pojok ruangan. Ia mulai merasakan kakinya amat pegal dan linu lalu ia baru menyadari kalau kakinya telah terikat pada kaki kursi yang ia duduki.
Meski bingung dengan apa yang sedang terjadi , tapi entah mengapa ia sama sekali tidak merasa takut. Ia masih menimbang nimbang hal terburuk apa yang mungkin menimpanya kali ini.
Tiba tiba ia mendengar pintu terbuka dengan kasar, terlihat dua wanita berjaket kulit melangkah masuk. Salah satu nya membawa sepiring makanan yang langsung diletakkan di atas meja tanpa berkata apapun. Lalu mereka berdua berdi di dekat pintu seakan menjaga sesuatu.
Tak berapa lama seorang wanita mengenakan pajamas tidur masuk ke ruangan ini. Ia nampak anggun dan cantik maski hanya mengenakan pakaian tidur seperti itu. Wajah cantiknya tertutup senyum yang begitu sadis. Di belakang wanita itu juga berjalan masuk seorang pria yang dikenali oleh Reeneta.
" Apa kabar Reen? " , tanya Andri.
" Andri, apa apaan ini ? ", tanya Reeneta yang menunjukkan ekspresi datar.
" Kamu kok gitu, emang gak kangen sama aku", tanya Andri.
" Andri, dulu kamu gak begini, sebenarnya kamu kenapa? ", tanya Reeneta.
Andri dan Silvy tertawa melihat Reeneta yang masih nampak naif di mata mereka.
" Eitss. Kita belum kenalan lhoo... Meski aku tahu kamu Reeneta", kata Silvy yang mendekati Reeneta. Reeneta tidak menjawab perkataan Silvy, ia hanya menatap Silvy dengan datar.
" Oke , gue kenalin yaa . Aku Silvy, mantan pacarnya Jordy" , kata Silvy. Reeneta sempat kaget. Ia melihat Silvy yang memang cantik dan elegan, sangat kontras dengan dirinya yang terlalu biasa.
__ADS_1
" Ahh... Kamu sepertinya kaget sekali yaa .. Apa Jordy ga pernah cerita tentang aku ? Tapi memang kamu yang orang biasa gak mungkin paham juga tentang kami. Aku heran kenapa Jordy malah memilihmu di banding banyak wanita yang sepadan dengannya", kata Silvy yang kini bergelayut pada pundak Andri.
" Kamu jangan gitu sama Reeneta", kata Jordy yang masih memandang Reeneta dengan tatapan menggoda. Itu membuat Reeneta tak nyaman.
" Lepasin aku" , kata Reeneta.
" Tunggu Jordy kesini dulu baru kita lepasin kamu" , kata Silvy .
" Aku mandi dulu yaa.. atau mau mandi bareng ? ", Kata Silvy yang menggoda Andri.
" Kamu duluan .. aku masih mau reuni dengan teman lama ku ini", kata Andri yang masih menatap Reeneta.
" Kamu jangan macem -macem yaa", kata Silvy yang mencium Andri lalu segera berlalu.
Reeneta masih menatap Silvy yang berlalu, ia jadi penasaran dengan gaya pacaran Jordy dulu. Apa Jordy sama dengan Silvy yang sekarang ini, pikir Reeneta.
" Kamu kenapa liatin Silvy sebegitu nya Reen?" , tanya Andri.
"Andri.. aku gatau masalah kamu dengan Jordy apa? Tapi bisa gak kamu lepasin aku?", kata Reeneta.
" Reen.. kamu itu masih saja lugu yaa.. menggemaskan sekali" , kata Andri yang berusaha mendekati wajah Reeneta.
" Kamu ngapain Ann?" , Reeneta berusaha menghindari Andri.
" Dulu aku ga bisa dapetin kamu, tapi sekarang? Mau gak mau kamu harus mau " , kata Andri dengan senyuman me sumnya.
Andri segera memberikan gesture pada dua wanita di dekat pintu untuk keluar.
###
__ADS_1