Dia Canduku..

Dia Canduku..
75.


__ADS_3

Reeneta turun dari taksi , melangkahkan kakinya dengan gontai melewati tangga dan segera menuju apartemennya.


Sudah ada kak Arnold yang menunggunya sambil merokok di depan pintu. Kak Arnold segera mematikan rokoknya begitu melihat Reeneta datang.


" Dari mana Reen ? " tanya kak Arnold.


" Melihat pertunangan Jordy, " kata Reeneta sambil membuka pintu apartemen.


" Tunggu sebentar yaa kak, aku hanya mengambil tas, " kata Reeneta yang membiarkan pintu depan terbuka.


Reeneta masuk, mengambil tas dan kemudian mengeluarkan dua amplop surat. Tertanda untuk Jordy dan Qaila.


Ditaruhnya dua surat itu di atas meja tepat di depan sofa ruang televisi. Ia duduk sebentar mengeluarkan hp lalu menelpon Qaila.


Tutt.. Tuttt..


" Hallo Reen... " sapa Qaila.


" Haai Qai, kamu dimana? " tanya Reeneta.


" Di rumah Reen.. kenapa ? Kamu ada masalah? Aku bisa segera datang," kata Qaila.


" Aku baik - baik saja Qai, cuma kangen kamu, " ucap Reeneta seakan menahan tangis.


" Ihh.. tumben kangen kamu Reen, hhe..." kata Qaila.


" Emm Qai, Aku pamit yaa.. aku harus pergi .. kamu jaga diri baik-baik," kata Reeneta.


" Maksud kamu apa? Haii kamu mau kemana? " Qaila mulai nampak panik.


" Pergi sebentar Qai, " ujar Reeneta.


" Enggak, jawab dulu kamu mau kemana Reen ?", tanya Qaila dengan sedikit berteriak.


" Aku sayang banget sama kamu Qai, terima kasih atas semua bantuan dan perhatian yang telah kamu berikan, Aku gak akan pernah lupa punya sahabat sekaligus kakak sebaik kamu, kamu yang terbaik, " kata Reeneta.


" Reen.. Reeneta!! " Qaila berteriak , sayangnya telepon telah dimatikan oleh Reeneta.


Diletakkannya Hp diatas meja. Reeneta memang berniat meninggalkan semua barang pemberian Jordy termasuk hp , laptop, dan kartu kredit yang selama ini diberikan oleh Jordy. Meskipun kartu kredit tersebut memang jarang digunakan oleh Reeneta, karena selama ini Jordy selalu mencukupi semua kebutuhan Reeneta.


Reeneta melangkah keluar, dilihatnya sekali lagi , untuk terakhir kalinya apartemen tempat Reeneta tinggal empat tahun terakhir ini. Banyak kenangan di tempat yang akan ditinggalkannya ini.


" Kita berangkat sekarang Reen ? " tanya kak Arnold. Reeneta mengangguk.

__ADS_1


" Reen.. kamu gak ingin bicara dulu dengan Jordy?" tanya kak Arnold.


" Untuk apa kak? Dia sudah melepaskan aku, " ujar Reeneta.


" Aku gak mau ,kamu menyesal Reen..." , Kak Arnold berusaha meyakinkan Reeneta untuk yang terakhir kalinya.


" Janjiku pada Mamanya Jordy tidak akan pernah ku ingkari Kak. Mungkin aku memang orang miskin, tapi tetap saja sebuah janji adalah harga diri bagiku, " Reeneta tersenyum.


" Baiklah.. Aku hanya ingin kamu bahagia, kita berangkat.." Kak Arnold melangkahkan kakinya.


" Iya kak," Reeneta menutup pintu dan segera meninggalkan apartemen tersebut.


##


Di hotel tempat Jordy dan Aira mengadakan pesta pertunangan.


Jordy sudah mengeluarkan cincin , Dia memegangnya dengan tangan kanan dan tangan kirinya sudah memegang jari Aira. Jordy sudah hampir melingkarkan cincin di jari Aira , tapi dengan cepat Aira menarik tangannya membuat cincin bermata satu itu jatuh ke lantai.


Semua orang nampak terkejut dengan tingkah Aira, dan memandangnya dengan tatapan penuh tanya. Jordy hanya terdiam, merasa aneh dengan sikap Aira


" Apa yang kamu lakukan ? " tanya Paman Sasongko, menghampiri Aira.


Aira hanya tersenyum dan tidak mengatakan apapun. Ia hanya memandang ke seluruh arah nampak bangga akan kemenangan yang hanya ia ketahui alasannya.


" Malam semuanya, Malam mas Jordy, semoga saya belum terlambat, " kata lelaki itu.


Semua mata kini beralih berpaling ke pria paruh baya berkacamata itu. Dialah Pak Yudha tangan kanan papa Jordy di kota Global ini.


" Gimana Pak Yudha, apa ada perkembangan? " tanya Jordy. Sejenak Ia melupakan tingkah tak wajar Aira.


" Semua aman dan terkendali mas , dan kita sudah berhasil. Mas Jordy tidak perlu lagi mencemaskan bisnis Papa anda lagi. Ahh ini telepon sudah tersambung pada Papa anda", kata Pak Yudha sambil menyerahkan hp yang ia pegang.


" Jord" , kata Papa Jordy.


" Gimana Pa keadaan disana? " , tanya Jordy.


" Semuanya aman, terimakasih ya Jord, ini semua berkat bantuan kamu, Apa Mama sudah melakukan hal buruk disana ? Maafkan Papa yaa nak, Papa tidak bisa mencegah Mama mu kembali ke Global, " ucap Papanya.


" Syukurlah.. jika semua sudah kembali normal Pa, tolong kalau ada apa-apa hubungi aku ya", kata Jordy.


" Sampaikan pada Mama mu untuk segera kembali dan tidak merusak lagi kehidupan mu disana" , kata Papanya lalu mematikan teleponnya.


Jordy mengembalikan Hp tersebut pada Pak Yudha dan Pak Yudha segera memberikan semua dokumen pendukung kepada Mama Jordy untuk memberikan bukti bahwa bisnis suaminya kembali aman di waktu yang tepat.

__ADS_1


" Hahahaha.... " tiba-tiba Aira tertawa terbahak-bahak.


Semua orang kembali memandang Aira, menjadikannya pusat perhatian saat ini.


" Kamu lucu sekali Jord... " kata Aira.


" Kamu susah payah melakukan usaha itu, tapi kamu sudah kehilangan kekasihmu, " ucap Aira melanjutkan perkataannya.


" Maksudmu apa ? " Jordy memandang Aira dengan serius.


" Hhhha .. aku kasihan sama kamu Jord, dan juga sama kekasih mu itu, ahhh.. Mama mu pasti belum memberi tahu kamu yaa... Mama dan kekasih mu tersayang punya kesepakatan, jika sampai kamu melepaskan dia , dalam artian ini kamu berhasil tunangan sama aku yaa.. dia harus pergi dari kehidupan mu selamanya.. hahahah.. kamu tau ? Setelah aku mendengar cerita dari Mama mu tentang kesepakatan mereka itu , aku langsung menyetujui perjodohan ini.. Aku ingin melihat sejauh apa cinta kalian.. Ahh... Ternyata .. sangat membosankan...kalian kalah dan pemenangnya adalah aku, hahhaha" kata Aira.


" Ma? " Jordy menatap Mama nya dengan tajam.


Tiba-tiba,


Tringg...Tringg..


Hp Aldy berbunyi membuyarkan suasana yang kini hening sekaligus tegang dalam ruangan itu.


" Hallo Qai, ada apa? " ucap Aldy


" Berikan pada Jordy Al, cepat", kata Qaila.


Aldy segera berlari ke arah Jordy memberikan hp nya.


" Qai?" ucap Jordy.


" Jord.. gue Gatau apa yang terjadi , tapi barusan si Reeneta telepon gue, dia ngomong nya aneh banget dia pamitan sama gue.. katanya mau pergi dan gue ngerasa ada yang ga beres sama dia, dia .. dia.. telepon nya masih aktif tapi gak diangkat lagi sudah aku telpon bolak-balik, aku.. aku sekarang menuju apartemen nya" kata Qaila dengan suara yang nampak panik.


" Aku segera menyusul", kata Jordy yang ikut panik.


Ia segera menyerahkan Hp Aldy dan berlari.


" Jord, mau kemana ?" teriak Aldy.


Tapi Jordy tidak memperdulikan apa -apa lagi dan langsung menghilang pergi meninggalkan hotel itu.


' Reen, maafkan kebodohan ku .. Tolong jangan pergi Reen, Tolong ' , batin Jordy.


Jordy mengambil mobilnya dan melesat menembus keramaian jalan , pikirannya mulai kacau. Ia takut Ia sudah terlambat.


***

__ADS_1


__ADS_2