Dia Canduku..

Dia Canduku..
31.


__ADS_3

Semuanya mulai kembali normal, ketakutan Cici dan Willy ketika melihat Silvy waktu itu tidak terbukti. Atau mungkin belum terbukti.


Selama liburan Reeneta lebih sering tinggal di Apartemen, kini Jordy juga jarang menemaninya. Jordy saat ini sibuk dengan Willy dan Aldy entah apa yang mereka kerjakan tapi Jordy sering berkata jika Ia belum bisa datang.


Suatu ketika Reeneta ingin mulai mencari pekerjaan sampingan untuk mengisi waktu luangnya, tapi Jordy dengan tegas melarangnya.


" Tidak perlu , aku gak mau kamu kerja apapun" , kata Jordy dengan tegas.


" Kenapa? Aku akan cari sekitar sini yang dekat dekat saja" , jawab Reeneta.


" Aku udah bilang enggak yaa.. " ,


Reeneta memalingkan wajahnya, ia amat jengkel dengan Jordy , tapi juga tidak bisa memaksa lebih dari ini. Ia tak mau membuat kekasihnya marah lagi.


" Sayang , kenapa sih? Bilang kenapa mau kerja lagi, Kamu udah kerja dirumah , apa perlu menyibukkan diri lagi? ", kata Jordy sambil mendekati Reeneta.


" Aku... Ahh sudahlah", jawab Reeneta.


" Kalau kamu kesepian , kamu boleh ajak main Qaila, jalan jalan juga boleh. Tapi ga perlu kerja, aku udah janji mau hidupin kamu seumur hidup kan? ", Kata Jordy .


" Justru itu, aku ga mau bergantung sama kamu, " sambung Reeneta.

__ADS_1


" Aku emang maunya kamu bergantung sama aku aja", kata Jordy dengan genit. Mereka mulai bercanda lagi tidak memperdulikan masalah tadi.


" Proyeknya belum selesai yaa ?" , tanya Reeneta lagi.


" Proyek apa ? ", Jordy agak keheranan.


" Yang kamu lakuin sama Aldy dan Willy apa?", sambung Reeneta.


" Ooh.. hhe , gak proyek sayang, kita cuma ada misi kecil kok , udah kamu tenang aja, masuk semester baru nanti kita juga sudah selesai dan bisa menemani kamu sepanjang waktu lagi", kata Jordy.


Reeneta tidak mencari tahu lagi, Ia cukup mendengar jawaban dari Jordy.


***


" Reeneta... " , Kata seorang lelaki yang memanggilnya. Reeneta menoleh mencari sumber suara itu. Ia dikejutkan dengan sosok yang ia kenal sewaktu masih sekolah dulu. Dia Andri. Lelaki itu berlari menghampiri Reeneta.


" Ann.. Andri kan ?" Kata Reeneta.


" Iyaa. . Baru satu tahunan kita ga ketemu, apa sudah lupa sama aku? " , jawab Andri.


" Bukan gitu, aku kaget aja , kenapa bisa sampai sini Ann ? ",

__ADS_1


" Aku transfer kesini Reen, lagi mau ngurus administrasi nya ini", Andri menunjukkan berbagai map yang dia bawa.


" Wahh hebat yaa.. ambil jurusan apa? ", kata Reeneta.


" Hebat apanya, aku sebenarnya juga cuma mau ngejar kamu sih, " kata Andri yang membuat Reeneta terbelalak.


" Ehh... enggak Reen, hhe, bercanda. Tapi kenapa kamu ga sama Qaila itu ?" , sambung Andri.


" Ahh, kita kan memang beda jurusan, jadi jarang berangkat bersama ", kata Reeneta.


" Memang dia ambil apa Reen? " , tanya Andri.


" Hukum ", Reeneta tersenyum tipis.


" Anak manja kaya dia memang bisa yaa? hhhaa.. ohh iya Reen, gimana kalau nanti kita makan siang keluar , sama Qaila juga" kata Andri lagi.


Belum sempat Reeneta menjawab Andri, ia dikejutkan dengan klakson mobil yang menyala nyaring. Reeneta menoleh ke belakang , ada mobil Jordy yang sudah berhenti meski mesinnya masih menyala. Dan Jordy turun dari mobil, menghampiri Reeneta.


Jordy menarik tangan Reeneta membuatnya berdiri di belakang Jordy. Reeneta mulai bingung , Ia takut Jordy salah paham padanya. Ia amat mengenal Jordy, kekasihnya yang terlihat dingin dan cuek ini sebenarnya sangat cemburuan.


" Ngapain kamu dsini? " Kata Jordy pada Andri dengan nada marah dan kesal.

__ADS_1


###


__ADS_2