
Sesuai hukum yang dibuat Jordy, keluarga Andri mengasingkan Andri ke pinggiran kota Global asalkan dengan syarat Andri tak akan pernah muncul dihadapan Jordy. Sedangkan Silvy diasingkan keluar negeri oleh keluarga nya.
Semenjak kejadian itu Jordy berubah menjadi pribadi yang lebih tertutup bahkan bisa dibilang anti sosial, dan sangat dingin. Kini dia tidak pernah membuka dirinya lagi untuk bergaul mencari teman baru meskipun banyak anggota di Genk Phanter yang berusaha mendekati nya.
Untuk urusan menjadi bos di Genk Phanter nya ia semakin bengis dan tak kenal ampun dengan para pengacau. Ia tak pernah memaafkan kesalahan dan toleran lagi pada para perusuh yang berusaha menjatuhkan peraturannya. Tapi kini ia hanya akan bertindak jika benar - benar dibutuhkan , ia telah melimpahkan semua urusan kepada Mario, juniornya sekaligus sepupunya yang Ia percayai.
Jordy sebenarnya ingin mengakhiri keterlibatannya di dunia Genk seperti itu, tapi untuk saat ini masih belum bisa, kemudahan mengelola bisnis dan membuat peraturan sangat bermanfaat bagi keluarga besarnya dan teman-temannya. Ia benar-benar tak ingin membuat sahabat dan orang orang terdekatnya nanti menjadi sasaran jika sewaktu-waktu hal yang tidak diinginkan kembali terjadi lagi.
Luka hati atas pengkhianatan mantan kekasih dan sahabat nya sendiri telah membuat dirinya kini tidak mudah percaya lagi pada sebuah ikatan. Mungkin jika bukan karena Willy , Aldy dan Cici yang selalu mengajaknya keluar , ia tak pernah mau bersosialisasi kembali dengan dunia luar.
***
" Gimana Reen... ?" , tanya Silvy yang antusias setelah menceritakan kisah masa lalunya pada Reeneta.
" Kamu masih mau membela pendosa seperti dia?", tanya Andri.
" Hahaha.. siapa yang kamu sebut pendosa? ", tanya Reeneta dengan tatapan tajam ke arah Andri.
__ADS_1
" Kamu tidak tahu, dia seorang bos Genk yang sangat kasar, brutal dan menakutkan" , kata Silvy.
" Dia seperti itu hanya kepada orang macam kalian", kata Reeneta.
" Wanita miskin dan lemah seperti mu tidak cocok ada di dunia seperti ini " , kata Silvy.
' apa yang dikatakan Silvy ada benarnya , aku memang tidak pantas, itulah sebabnya Jordy enggan bercerita kepaku', bisik Reeneta dalam hati.
" Reen.. Reeneta sayang, percayalah padaku, aku akan menjamin keselamatan mu jika kamu bekerja sama dengan kami, menjatuhkan Jordy", bujuk Silvy.
" Kau tau, aku sangat jijik melihat kalian berdua. Kalian yang mulai membakar amarah Jordy , kalian yang berkhianat dan kalian yang merasa dirugikan? Lalu kalian marah? ? Aku tak sebodoh itu untuk percaya pada pengkhianat seperti kalian, " , bentak Reeneta.
" Seharusnya kau memang langsung saja dihabisi, agar Jordy langsung tak berdaya", kata Silvy yang melangkah mendekati Andri.
" Ini semua gara -gara kamu Andri, kamu yakin bisa memanfaatkan wanita seperti ini?", Lanjut Silvy yang kini menatap Andri.
" Jordy sangat menyukai Reeneta, jika kamu langsung menghabisinya Jordy akan lebih gila dan tidak akan tinggal diam, tapi jika Jordy melihat Reeneta menderita, dia pasti juga akan sangatlah menderita" kata Andri.
__ADS_1
" Jordy memang bodoh, kenapa bisa memaafkan orang
seperti kalian. Harusnya memang orang phyco macam kalian membusuk di penjara!!", kata Reeneta.
" Penjara? Hahha, aku tak akan pernah berakhir disana ", kata Silvy bangga. Reeneta hanya diam melihat kekonyolan dua manusia dihadapannya itu.
Reeneta memang masih sangat terkejut, dunia Genk yang dijalani Jordy amat sangat berbahaya. Kini ia takut jika sampai suatu ketika terjadi apa - apa pada diri Jordy. Jika ada orang sebrenggsek Silvy dan Andri, di luaran saja pasti ada yang lebih parah dari ini.
" Jadi Reen... Demi dirimu, demi pertemanan kita dulu, aku ingin kamu ada di pihakku" , kata Andri.
" Terserah kalian ingin melakukan apa, Aku percaya Jordy bisa segera menemukan kita" , ucap Reeneta datar.
" Ia dia akan menemukan mayat mu Reen", kata Silvy.
" Lebih baik mati, dari pada harus membantu kalian", kata Reeneta.
" Matilah kamu!! Jangan pernah kasih dia makan lagi!!" , Kata Silvy yang pergi meninggalkan ruangan Reeneta.
__ADS_1
" Reen ... " , Andri tidak melanjutkan perkataannya. Dan segera berlalu mengekor pada Silvy
###