Dia Canduku..

Dia Canduku..
78.


__ADS_3

*Flashback Malam Reeneta bertemu dengan Kak Arnold*


" Kak, apa Qaila tahu jika kakak datang untuk menemui ku? " tanya Reeneta.


" Enggak Reen, kenapa?" , kak Arnold agak heran.


" Baguslah kak, apa aku bisa minta tolong padamu ?" tanya Reeneta.


" Katakan Reen... " , ujar kak Arnold.


" Sebenarnya, aku ada kesepakatan dengan Mama nya Jordy kak, Jika Jordy berhasil tunangan dengan Aira, maka aku harus meninggalkan Jordy", jelas Reeneta.


" Kamu kenapa membuat kesepakatan yang bodoh seperti itu Reen?" kak Arnold tak habis pikir orang sepandai Reeneta membuat perjanjian seperti itu.


" Aku sangat mempercayai Jordy kak, " ucap Reeneta.


" Harusnya kamu ga boleh terperangkap dengan kesepakatan macam itu, mereka akan tetap mencari cara agar bisa mendesak Jordy, "


" Apa luka di keningmu itu akibat ulah mereka juga ? " Kak Arnold sedari tadi ingin menanyakan pada Reeneta tentang perban di keningnya.


" Aku hanya ingin mempercayai Jordy kak, padahal dia sudah berjanji. Tapi jika akhirnya harus begini, apa boleh buat? Aku harus menepati janjiku pada Mama nya Jordy, " ucap Reeneta


" Aku akan mencari Jordy dan menceritakan semua ini padanya, aku yakin dia akan berubah pikiran nantinya, " kata kak Arnold.


" Jangan kak .. jikalau pun sekarang Jordy bisa kembali padaku, nanti akhirnya akan ada masalah yang pasti lebih serius dari ini, lebih baik memang aku pergi sekarang saja kak, " ucap Reeneta.


" Kenapa kamu melakukan ini Reen ? " tanya kak Arnold heran.


Reeneta hanya tersenyum tak ingin menjawab pertanyaan kak Arnold lagi.


" Bantu aku melarikan diri dari kota Global kak," kata Reeneta.


Kak Arnold memandang Reeneta dengan kaget.


" Aku ingin meninggalkan kota ini kak, " sambung Reeneta.


" Kamu yakin mau pergi dari sini Reen ?" kata Kak Arnold.


" Iyaa .. Aku ingin pergi sejenak, " ucap Reeneta.

__ADS_1


" Tapi kenapa ? jika kamu ingin menjauhi Jordy bisa tanpa meninggalkan kota ini Reen.. aku bisa Carikan kamu pekerjaan disini.. dan menjauh dari Jordy," kata kak Arnold.


" Kalau masih satu kota, namanya aku gak pergi dong kak, Kamu tahu kan Jordy akan dengan mudah melacak ku, " kata Reeneta


" Ahhh.. Aku punya sahabat namanya Bianca, tapi ia tinggal di luar negeri... Dengan kepandaian mu itu, aku yakin Bianca bisa menerima mu, Tapi ... ", Kak Arnold memotong perkataan nya.


" Tapi apa kak?", Reeneta memandang kak Arnold.


" Tapi kan Dia di luar negeri Reen...Apa kamu yakin mau meninggalkan kota Global? " Kak Arnold mencoba meyakinkan Reeneta.


" Tolong hubungi kak Bianca , aku bisa pergi secepatnya " kata Reeneta mantap.


" Aku mengerti Reen.. Aku akan menghubungi Bianca secepatnya, " kata Kak Arnold.


" Kak aku minta tolong untuk yang terakhir kalinya. Tolong jangan beri tahu kan hal ini pada Qaila. Apapun yang terjadi..." ucap Reeneta.


" Qaila tidak akan pernah tahu jika aku yang membantu mu Reen. Aku berjanji!!" kata kak Arnold.


*Flashback off*


##


Jordy sudah bersama dengan yang lainnya di apartemen nya.


" Maaf Jord.. di Panti tidak ada Reeneta, sudah lama Reeneta tidak kesana," kata Aldy.


" Di stasiun dan terminal juga tidak ada Jord, " ucap Willy.


" Aku juga sudah mencari di tempat kami sering pergi bersama, tak ada tanda-tanda Reeneta kesana", ucap Jordy.


" Jord.. sebenarnya aku sudah memeriksa cctv apartemen , di malam Reeneta menghilang , terekam sosok pria di depan pintu apartemen Reeneta , tapi tidak jelas itu siapa," kata Willy.


" Pria ?" tanya Qaila.


" Iya Qai... tapi gak jelas siapa Qai, " kata Willy.


" Mungkin ojek online Will, " kata Jordy.


" Mungkin saja Jord, " ucap Willy.

__ADS_1


" Untuk nomor terakhir yang dihubungi oleh Reeneta Jord?" tanya Cici.


" Hanya nomor Mama dan Qaila yang terakhir berhubungan dengan Reeneta.." kata Jordy.


" Lalu gimana Jord? kita harus mencari kemana lagi? " tanya Aldy.


" Kalian berhenti dulu saja, Aku akan mencari nya sendiri" kata Jordy


" Tapi Jord... " kata Aldy.


" Will.. Ci.. kalian harus mempersiapkan pertunangan dan pernikahan kalian bukan ? Pulang lah Will.. " ucap Jordy.


Willy dan Cici saling berpandangan, mereka merasa bersalah tidak bisa membantu Jordy, tapi Jordy ada benarnya, mereka harus fokus untuk acara mereka dalam waktu dekat ini.


" Seperti yang Reeneta katakan , Qaila juga harus segera menyelesaikan kuliah nya bukan . Kita Juga Al, kita harus fokus mengerjakan skripsi, " kata Jordy.


" Tanpa kita ketahui Reeneta telah melakukan ujian skripsi dan sudah dinyatakan lulus, dia benar-benar hebat bukan ?" sambung Jordy.


" Apa ? sudah lulus ?" ,tanya Qaila.


" Benar.. Reeneta sudah menyelesaikan semuanya, dia sudah lulus hanya kita tidak akan bisa melihat dia wisuda bersama kita nantinya, Tadi aku sudah menanyakan ini ke pihak kampus, " kata Jordy.


Semua mata nampak memancarkan kebanggaan, Reeneta benar-benar hebat. Disaat seperti ini dia tetap menyelesaikan kuliah nya.


" Ma.. kembalilah ke Papa, Papa pasti akan sangat membutuhkan bantuan Mama, " kata Jordy pada Mamanya.


" Tapi Mama ingin membantu kamu mencari Reeneta." ucap Mamanya.


" Reeneta tidak akan datang dalam waktu dekat Ma,.. tak perlu perdulikan aku , aku pasti bisa baik-baik saja Ma .. " kata Jordy.


" Kamu yakin Jord? Mama bisa tetap membantu mu disini" kata Mama Anita.


Jordy mengangguk.


Mama Anita memutuskan untuk berkemas dan pergi dengan jadwal penerbangan malam ini jadi Mama Anita memutuskan untuk segera pulang. Teman -teman Jordy juga satu persatu meninggalkan apartemen.


Kini Jordy sendirian disini.


Ia sedang meratapi kepergian Reeneta yang entah kemana. Sendirian disini membuatnya semakin merindukan sosok Reeneta.

__ADS_1


***


__ADS_2