
Tiba di apartemen Jordy langsung merebahkan tubuhnya di sofa, terlihat seperti ada beban berat yang sedang disembunyikan.
" Aku mandi dulu Jord", kata Reeneta, dan Jordy hanya mengangguk lalu menutup matanya.
Sebenarnya Reeneta ingin sekali bertanya tentang telepon Willy sore tadi, tapi entah mengapa hatinya mengatakan untuk diam saja. Ia mempercepat mandinya dan segera keluar ingin melihat wajah Jordy saat ini.
Tapi tak didapati nya Jordy di atas sofa padahal tadi ia rebahan dan memejamkan mata disana, Reeneta melihat sekeliling mencoba mencari apakah ada sosok Jordy disana, tapi nihil.
Ia berjalan menuju sofa, duduk dan menyalakan televisi untuk mengusir keheningan.
'kalau pergi kenapa gak pamit dulu sih, bikin khawatir saja' , bisik Reeneta dalam hati.
Ia mulai menyandarkan tubuhnya pada sofa, mencoba menikmati acara TV yang ada di hadapannya meskipun ia tak mengerti apapun yang dilihatnya. Tak lama pintu terbuka, ada sosok Jordy masuk membawa kantong makanan.
" Dari mana sih ?", tanya Reeneta.
" Beli makanan keluar , dari tadi kamu belum makan kan? ", Jordy memberikan burger dan cola pada Reeneta.
" Kamu enggak? Kok cuma satu porsi ?" , Reeneta melihat Isi kantong yang diberikan Jordy.
" Udah makan disana, sekalian ngerokok tadi, maaf yaa sayang, aku laper banget tadi", Jordy duduk tepat disamping Reeneta. Reeneta mengangguk.
" Bilang dong.. aku pikir kamu pulang ", kata Reeneta sambil menggigit sedikit burger di tangan nya.
Jordy merapikan duduknya, ia menyandarkan kepalanya di bahu Reeneta.
" Pasti ada yang ingin kamu tanyakan ?" , Kata Jordy.
__ADS_1
" Ehmm.. yups, tapi kalau kamu belum mau cerita, its okey , kamu ga perlu terburu-buru. . " , Kata Reeneta.
" Nanti, kalau aku sudah memastikan aku bakal cerita, tunggu yaa", Jordy memeluk Reeneta .
" Aku butuh energi, bolehkan aku menginap malam ini?", lanjut Jordy.
Reeneta berpikir sejenak, ga pernah Jordy menginap disini selama ini. 'Apa masalah nya begitu berat yaa?'
" Boleh, tidur di sofa yaa", kata Reeneta.
" Kenapa ? Aku butuh kamu untuk mengumpulkan energi ", kata Jordy.
" Jangan aneh aneh deh ", Reeneta memukul pundak Jordy.
" Enggak, aku cuma mau peluk kamu kaya gini aja, semalam aja. Janji ga bakal ngapa-ngapain", kata Jordy.
" Beneran.. suer!!! ",
" iyaa.. percaya, Tidur sini. Aku gatau apa masalah mu sekarang, tapi semoga semoga semua segera baik-baik saja", kata Reeneta.
Kini Jordy telah berpindah posisi. Ia tidur di pangkuan Reeneta. Reeneta hanya mengelus rambut Jordy.
" Kenapa ga dihabiskan " , tanya Jordy yang tau Reeneta hanya menggigit sedikit burger yang ia belikan tadi
Reeneta kembali meminum colanya.
" Terlalu kenyang", kata Reeneta singkat.
__ADS_1
" Aku belum liat kamu makan seharian ini" , Jordy terpejam tapi tetap bicara.
" Ada kamu di dekatku, tak makan juga kenyang, kamu kan energiku" , canda Reeneta.
" Benar Benar ajaran gombal sama siapa kamu", Jordy membuka matanya.
" Sudah , kalau lelah, tidur saja", kata Reeneta. Kini ia membungkuk dan mencium tepat di pipi Jordy. Pipi Reeneta memerah , Ia tak kuasa menahan malu. Sesaat sebelum Reeneta berusaha menegakkan tubuhnya kembali, Ia ditahan Jordy yang langsung menciummm bi birnya. Sebuah kecupan manis yang dengan sesat berubah menjadi panas. Jordy me ngulum bibir Reeneta dengan lembut.
" Jangan nanggung kalau mau nyium" , kata Jordy tersenyum nakal dan kembali memejamkan matanya. Reeneta ikut tersenyum malu, selalu saja masih merinding , berdebar dan malu saat melakukan ciuman dengan Jordy.
***
" Kamu yakin itu tadi Silvy", tanya Willy kepada Cici.
" Aku ga mungkin lupa dengan gadis brenggsek kaya dia , aku yakin baanget", kata Cici yang masih bergetar.
" Sudahlah.. " , kata Willy sambil menepuk bahu Cici.
" Aku takut dia bakal gangguin kita lagi, tidak, aku takut Jordyy... ", Cici tak melanjutkan perkataannya.
" Kamu tenang, Jordy sudah mulai dewasa, apalagi sekarang ada Reeneta di sisinya. Kita semua tau, kalau dia amat mencintai Reeneta" , lanjut Willy
" Tetap saja, Silvy adalah orang yang bisa melakukan apa saja, kamu lupa apa yang dia lakukan ke kamu?", kata Cici yang masih terlihat kesal.
Mereka menerawang , berusaha mengingat kembali ingatan masa lalu yang berusaha mereka pendam hingga kini. Ingatan buruk tentang persahabatan dan Cinta diantara mereka. Kekacauan yang menjadi cerita kelam mereka.
" Semoga Ia datang bukan untuk mencari keributan lagi" , kata Willy yang kemudian memeluk Cici, berusaha menenangkannya.
__ADS_1
###