
" Jordy kenapa yaa.. masa ga mau angkat telp ku ?" Aldi mengumpat.
" Mungkin belum bangun.. tau sendiri dia kalo tidur udah kaya batu, " Willy menimpali. Cici hanya tersenyum dan bersandar pada pundak Willy.
" Ga gitu dongs . . belanjaanku semua ada di mobilnya.. "
" Makanya dibawa sendiri, manja amat " Willy terbahak- bahak.
" Ehh .. itu Jordy , " Cici melambai, Jordy menghampiri mereka.
" Kemana aja si Jord ? di telpon ga diangkat aja" , Aldi meninju lengan Jordy .
Jordy jadi ingat, hp nya masih dibawa Reeneta.
'Jadi Reeneta ga mau angkat telp Aldy yaa ? ' atau, dia lagi ngapain sih?' Jordy berkata dalam hati.
" Kayanya lagi mikir serius nih, ada apa Jord? " Willy menatap serius pada Jordy.
" Apa ? kenapa aku harus mikir ? " Jordy lelagapan, , "hape ku dirumah, aku ga bawa"
" Tumben amat" Aldy menatap curiga .
" Kenapa? " Jordy melirik, tapi ia sama sekali ga konsen. Pikirannya melayang ingin segera bertemu Reeneta. Aldy bergumam ga jelas , Jordy masih memandangnya meskipun ia sama sekali ga mendengar apapun yang dikatakan Aldy.
"Jord.. Jordy" Suara Cici memalingkan pandangan Jordy.
" Ada apa ? kenapa kelihatan ga nyaman", tanya Cici.
" Maaf yaa .. aku harus pergi, nanti ku telpon lagi" Jordy berlari meninggalkan kawan kawannya.
Yang di pikirkan Jordy hanya wajah Reeneta , ia ingin segera bertemu dengan Reeneta. Jordy mampir di toko hp dibelinya hp bagus, terlihat amat mahal, ia mencari yang setipe dengan miliknya.
' yang baru ini harus untuk Reeneta ' Jordy berbisik dalam hati. Ketika ia mau masuk mobilnya ia melihat cafe tempat Reeneta dan Qaila ngobrol . Tanpa ragu ia langsung mendatangi Reeneta.
__ADS_1
" Reen, " Jordy tepat berada di belakang Reeneta.
Reeneta menoleh, Ia kaget ada Jordy dibelakangnya.
Jordy tersenyum padanya, Reeneta ragu tapi tetap membalas senyum Jordy.
Melihat senyum Reeneta membuat Jordy gila, ia ingin sekali menghamburkan tubuhnya dan memeluk gadis di depannya itu.
" Kok ada disini ? " tanya Reeneta.
"ahh.. aku kebetulan lewat dan liat kamu disini, jadi kusamperin . Hai Qaila.. " Jordy melambaikan tangannya ke Qaila seakan mengusirnya dengan halus .dan Qaila mengerti..
" Ahh.. kebetulan Jordy yaa.. aku harus buru-buru pergi, Bisa minta tolong antarkan Reeneta ga ? Aku sangat buru -buru , tolong yaa " Qaila segera membereskan tasnya, diambilnya hapenya dan segera memeluk Reeneta.
" Aku pergi dulu, Dahhh Reen " Qaila setengah berlari menuju mobilnya. Jordy tersenyum bahagia.
" Gila si Qaila, masa ninggalin aku gini sih, " Reeneta cemberut.
'ahhh imutnya ' bisik Jordy dalam hati .
" Aku mau berangkat kerja ", kata Reeneta.
" Dimana ? ", Jordy penasaran.
" Toko baju, tak jauh dari rumahku, tadinya Qaila mau antar, tapi malah pergi gitu aja", Reeneta kembali cemberut.
Ada kekesalan dalam diri Jordy, ia tak ingin Reeneta bekerja. Ia hanya ingin bersamanya. Ia ga ingin ditinggal.
" Reen, kalau aku tawarin kerja denganku, maukah kau terima ?", tanya Jordy
" Kerja apa ? ", tanya Jordy.
" Aku ga ingin kau kerja , Aku sungguh tak suka " , Jordy menunduk. Reeneta tersenyum kecil melihat tingkah kekanakan Jordy.
__ADS_1
" Memang kau punya pekerjaan apa untukku ?", tanya Reeneta lagi.
" Banyak, maukah kau ? Ahhh.. aku akan bilang ke bosmu yang sekarang, tapi bisakah kau keluar saja ", kata Jordy
" Berapa gajinya ?", Reeneta mulai menggoda.
" 2 kali lipat gajimu yang sekarang, ahh tidak 3 atau 4 kali nya,. asal kau bilang bersedia saja" Jordy sedikit gugup.
" Kenapa tidak kau membiayai hidupku saja ? jadi aku tak perlu bekerja lagi, aku tinggal dirumah dan lega - leha , kelihatannya menarik ", ucap Reeneta.
" Aku akan . . ", kata Jordy.
Reeneta menatap Jordy, Jordy seriuss. . . 'ahh aku terjebak' pekik Reeneta dalam hati.
" Aku akan membiayai seluruh hidupmu, Aku akan menjadi apapun yang kau mau , jadi, tetaplah disampingku.." ucap Jordy lagi.
" Jangan bercanda denganku, aku jam satu harus ditoko. . mau antar kan aku tidak ? ", kata Reeneta.
" Kumohon.. Akuu serius, aku ga ingin kamu kerja, " kata Jordy.
" Kenapa ? ", Reeneta mulai menatap Jordy.
" Aku ga bisa menjelaskan, aku hanya benci kau capek, aku benci kau akan dilihat banyak orang, aku juga benci harus melihatmu susah sendirian ", kata Jordy.
" Lalu , kau punya banyak uang kah ? Qaila bilang aku harus pacaran dengan anak konglomerat di Kampus Global agar hidupku terjamin , hahaha" , Reeneta sedikit gemetar tapi tiba -tiba ia hanya ingin bicara seperti itu.
" Maka jadilah pacarku", Jordy menatap Reeneta. Jantung Reeneta berdegup kencang , ia tak tau harus berkata apa lagi.
'aku terjebak lagi , perangkap ku sendiri' Reeneta bicara dalam hati.
'ternyata menjadi seperti Qaila sangat sulit, ia dengan mudah bicara hal macam ini dengan teman lelaki kami tapi aku sangat kesulitan' Reeneta masih memikirkan kata-katanya.
Jordy masih diam, seakan menunggu Reeneta bicara lagi. Reeneta menatap Jordy.
__ADS_1
"Baiklah . . . " , Kata Reeneta yang langsung membuat Jordy tersenyum bahagia.
###