Dia Canduku..

Dia Canduku..
42.


__ADS_3

" Kamu gak perlu ngelakuin itu Jord", kata Aldy yang merasa kesal dengan Jordy.


" Silvy sepertinya hanya memanfaatkan kamu saja", kata Cici.


" Kamu jangan ngomong gitu soal Silvy Ci, Kalau Jordy ingin membuktikan cintanya ke Silvy apa itu salah ?", kata Andri.


" Bukannya gitu Ann.. cuma aku gak ingin Jordy salah langkah, Jordy gak suka ada di dunia seperti itu , apa karna cinta sesaat harus mengorbankan kebahagiaan Jordy sendiri?", kata Cici membela diri.


" Cinta Sesaat? ", tanya Andri yang mulai emosi.


" Kalau bukan cinta sesaat atau cinta monyet apa namanya? Kita juga baru anak SMP kan ? ", kata Cici dengan tegas.


" Ohh.. sama seperti mu dan Willy kan cuma cinta monyet", kata Andri menyindir.


" Kamuuu!!!", Cici mulai naik darah, tapi ditahan oleh Willy.


Cici dan Willy memang sejak lama sudah dijodohkan oleh keluarga masing-masing , dan karna sudah bersama dari kecil mereka sudah saling terbiasa.


" Sudah cukup, kalian!! Jord, Kamu yakin ? " , tanya Willy pada Jordy yang sedang melamun.

__ADS_1


Jordy hanya diam tanpa melihat pada teman-temannya. Sebenarnya ia sendiri juga masih menyangsikan keputusan nya ini. Jika ditanya soal perasaan nya pada Silvy juga dirinya tidak bisa memastikan. Semua yang diucapkan Cici juga sangat masuk akal , tapi entah mengapa semua hal yang dikatakan Silvy padanya berhasil mengalahkan kesadaran nya dan memunculkan Ego yang besar.


" Aku akan tetap mendukung mu apapun yang kamu pilih Jord, tapi bisa tidak kamu pikirkan dulu konsekuensinya? Kedepannya, kita terlalu muda Jord", sambung Willy.


" Kita juga masih labil kan, tapi sama seperti Willy aku tetap akan mengikuti mu" , kata Aldy.


" Kamu gimana ?", tanya Jordy yang memandang ke arah Andri.


" Tentu saja aku akan sangat mendukung mu, akan sangat menyenangkan menjadi teman dekat seorang bos Phanter", kata Andri meyakinkan.


" Tunggu, aku penasaran, kenapa kalian , apalagi kamu Andri kenapa sangat ngotot agar Jordy bisa ikut ini, apa kalian gak memikirkan keselamatan Jordy ?", Cici kali ini berteriak. Ia mengenal Jordy dari waktu TK, mereka memang sudah berteman dari kecil dan rasanya tidak rela jika terjadi sesuatu hal yang buruk pada sahabat sahabat nya.


" Diamm Ci!!", kata Andri.


***


Hari adu kekuatan tiba, seluruh anggota Genk berkumpul demi menyaksikan siapa yang akan menjadi bos mereka selanjutnya.


Entah bagaimana cara mereka mulai menyisihkan lawan masing - masing, yang berhasil bertahan hanya Larry dan Jordy. Jordy yang memang sudah ahli dalam pertarungan seperti ini, tapi kali ini ia benar-benar sampai berdarah-darah, dari pelipis dan hidungnya sdh mulai banyak mengeluarkan darah. Sedangkan Larry juga sama kondisinya, ia memang bukan orang biasa, mantan seorang bos Genk Godzila juga membuatnya memiliki banyak dukungan.

__ADS_1


" Kalian sudah terlalu parah!!", Tommy berteriak ke arah mereka berusaha memberikan jeda. Tapi Larry maupun Jordy sudah tenggelam dalam emosi masing masing dan hanya ingin mengakhiri ini semua.


" Will, aku sudah tidak kuat lagi", Cici menangis di bahu Willy. Melihat kondisi sahabatnya yang sudah habis habisan dalam pertarungan bebas seperti itu.


Willy hanya terdiam, nampak dimatanya ada kegundahan yang sama seperti yang Cici rasakan.. Aldy pun sudah melangkahkan kaki untuk pergi meninggalkan arena itu , ia tak ingin melihat sahabat nya kesakitan semakin parah. Hatinya seakan remuk karena tak bisa membantu sahabatnya.


" Al...", Willy memanggilnya.


" Segera telpon aku , apapun hasilnya", kata Aldy tanpa menoleh ke belakang lagi.


Hanya Andri yang antusias melihat pertandingan ini, entah apa yang dipikirkannya tapi ia terus meneriakkan nama Jordy.


Tak lama dengan tenaga terakhir dan tertatih-tatih Jordy berhasil keluar sebagi pemenang. Willy segera memanggil Aldy. Dan mereka menghampiri Jordy, kini wajah Jordy sudah penuh dengan darah.


" Dasar bodoh, kenapa tak mati saja kau", teriak Aldy sembari menangis dan mengangkat nya pergi dari sana.


Aldy memang anak yang yang sangat konyol dan seperti anak kecil tapi hatinya yang paling sensitif. Sedang Willy memang yang paling dewasa di antara mereka.


" Sayang.. aku mencintaimu", Silvy berteriak sangat kencang dan masih bisa di dengar oleh Jordy yang langsung tersenyum.

__ADS_1


Sejak saat itu pula Silvy sangat menikmati menjadi seorang kekasih dari bos Genk. Ia mendirikan perkumpulan sendiri diantara para teman-teman wanitanya dan orang orang memanggilnya dengan sebutan nona muda.


***


__ADS_2