
" KENAPA ? KAGETTT ? MAU NANGIS ? TIDAK PERNAH ADA YANG BENTAK KAMU ? MEMANG WAJAH CANTIKMU BISA KAUJUAL PADA SIAPA SAJA , TAPI INI DENGAN SENIOR WOOYY.. BISA GAK HORMAT SAMA SENIOR??? "
" Anda senior, tapi kelakuan anda mencerminkan kebalikannya. Salahkah saya menolak melakukan apa yang tidak kuingin kan. Saya juga tidak minta dipilih kan ? " Kata Reeneta tegas , wajahnya menegang menahan marah. Tapi ia tidak menangis, Ia masih menunjukkan wajah santai dan datar seperti biasa.
" KURANG AJAR KAMU YAA" Senior tadi hampir mendorong Reeneta tapi dicegah Willy.
" Kurang bijak jika anda melakukan ini pada nya, kita tidak pernah tau alasan kenapa dia tidak mau melakukannya" , kata Willy dengan menahan bahu Senior itu agar tak maju ke arah Reeneta. Senior itu memandang Willy, seakan tau siapa Willy.
" SUDAHLAH, MENARI SRKARANG " , Kata senior itu pada Reeneta, badannya mundur menjauhi tangan Wiily.
" Aku tidak mau, silahkan diskualifikasi saya" kata Reeneta.
" Maaf yaa Reeneta, sebaiknya kamu melakukan saja, ini hanya untuk permainan, Oke" Kata Senior yang tadi menjadi MC acara ini dengan lembut.
" Anda bilang sendiri, ini hanya permainan jadi saya ingin keluar dari permainan ini" kata Reeneta tanpa memalingkan wajahnya.
__ADS_1
" MEMANG ANAK INI SOMBONG SEKALI" , Senior itu entah kenapa ingin sekali mengganggu Reeneta.
" BIAR KUBERI SEDIKIT PELAJARAN" , Ia lalu mendorong Willy yang tersungkur kebelakang, Reeneta kaget karna tiba tiba tangan Senior itu mendorong dorongkan jarinya di pelipis Reeneta.
" MERASA CANTIK HAH ? "
" SOK KUAT ? "
" SOK BERANI"
" HENTIKAN ATAU KUPATAHKAN TANGANMU" Teriak Jordy.
Entah bagaimana ia berlari cepat kedepan .
Semua senior nampak panik , seakan mereka semua merasa mengenal Jordy.
__ADS_1
Buukkk .. tubuh senior itu tersungkur Jordy memberikan bogem mentah padanya. Belakangan Reeneta tau nama Senior yang kasar padanya adalah Boim. Boim meringis merasakan pukulan dari Jordy.
Willy dengan cepat menghadang Jordy. Ia tahu sahabatnya itu sedang marah karena perlakuan Boim pada Reeneta. Tapi ia tetap berusaha menenangkan Jordy. Lalu ada senior lagi yang mendatangi Boim, Ia nampak kalem dan bijaksana. Diangkatnya Boim dan menyuruhnya ke belakang. Lalu Senior yang tampak baik itu bicara pada Jordy dan Willy dengan pelan. Samar samar Reeneta mendengar Senior itu meminta maaf dan berkata ini hanya settingan untuk memeriahkan suasana. Tapi Jordy tetap tidak bisa menerima.
" Brenggsekk.. jangan Libatkan Reeneta dengan kekonyolan kalian lagi,Kalian tau siapa dia ? atau kalian akan dapat apa yang ga ingin kalian dapat" , Jordy berteriak dan pergi menghampiri Reeneta lalu menggandengnya keluar dari Aula itu. Willy masih disana berusaha menenangkan keadaan pada para senior dan tentunya anak anak lain yang terlihat penasaran.
Entah acara itu berjalan lagi atau tidak, rasanya Reeneta sama sekali tak ingin tahu. Ia hanya mengikuti kemana Jordy menggandeng nya. Ketika akan meninggalkan aula Reeneta sempat memandang semua anak nampak kebingungan dan hanya diam menunggu perintah.
Mereka berdua, berhenti di bangku bawah pohon yang ada di taman dekat gerbang masuk kampus.
Tapi Jordy masih saja diam, dia mendidikan Reeneta dan duduk disamping Reeneta. Jordy masih diam, Reeneta juga tag berbicara apapun. Ia bingung harus ngomong apa pada Jordy.
Hampir 1 jam mereka diam membisu berdua. Hingga dikejauhan tampak Aldy , Willy dan Cici berlari mendekati mereka.
##
__ADS_1