Dia Canduku..

Dia Canduku..
86.


__ADS_3

***


" Kenapa sampai sekarang dia belum juga datang ?", tanya Bianca.


" Maaf bos, Reeneta tidak akan kesana hari ini", ucap seseorang.


" Jadi anak itu gak jadi kesini" , tanya Bianca yang sedang berbicara dengan seseorang di telepon.


" Maaf yaa Boss, Reeneta gak mau berangkat kesana, malah ini sedang ikut seminar ", kata seseorang di telepon.


" Seminar apa ? ", tanya Bianca.


" Tentang pengembangan saham lah Bos", kata orang itu lagi.


" Hish, kenapa tiba-tiba ada seminar juga sih, kamu itu sudah ku beri tugas untuk meyakinkan dia untuk kembali ke Global, tapi kenapa ga berhasil sih Riiin.. ", Bianca nampak kesal.


" Maaf Boss, Reeneta itu susah banget di bujuk, dia keras kepala banget", kata Ririn yang merupakan asisten dari Reeneta.


" Ya sudahlah.. aku tutup dulu Rin", kata Bianca.


" Oh iya Boss Bi.. selamat atas pertunangan mu yaa.. " kata Ririn.


" Thanks Rinn", Bianca menutup telepon nya.


Bianca hendak membalikkan badan dan tidak sengaja menabrak Jordy yang baru saja lewat .


" Maaf .. maaf ", ucap Bianca.


" Tidak apa-apa ", kata Jordy.


Jordy memandang Bianca.


" Ahh apa anda calon istri kak Arnold? " , tanya Jordy.


Belum sempat Bianca menjawab datang Arnold.


" Wahh.. Jord.. akhirnya kamu datang", kata Arnold yang menghampiri Jordy yang sedang menyapa Bianca.


" Selamat kak ", ucap Jordy sambil memeluk Arnold.


" Terimakasih yaa.. kamu yang sangat sibuk bersedia hadir di acaraku ini ", kata Arnold.


" Kak.. kamu jangan membuat ku malu di depan kakak ipar ", ujar Jordy.


" Oiya.. Sampai lupa, ini Bianca calon istri ku Jord", kata Arnold memperkenalkan Bianca.


" Jordy.. " , Jordy mengulurkan tangannya .


Bianca menyambut jabatan tangan dari Jordy.


" Salam kenal yaa, aku Bianca, Ahh.. jadi ini yaa yang namanya Jordy", kata Bianca.


" Emm.. kak Bianca tau tentang aku?" tanya Jordy heran.


" Ahhh.. aku pernah mendengar tentang Grow.Bag", kata Bianca


Jordy hanya mengangguk pelan.

__ADS_1


" Aku dengar dari Aldy, kamu ingin mengembangkan pasar saham juga Jord?" , tanya Arnold.


" Anak itu... Harusnya ini kan jadi surprise nantinya. Maaf ya kak, aku telat karena tadi ikut seminar daring soal saham dari NewJ" , kata Jordy.


" NewJ? Itu kota asal Bianca lho Jord" , ucap Arnold.


" Ahh Jordy.. Seminar Pengembangan Saham kan ? Apa kamu melihat sesuatu yang aneh?", tanya Bianca.


Jordy nampak aneh dengan pertanyaan Bianca dan sepertinya Bianca juga berubah menjadi khawatir.


" Maksud kak Bianca apa yaa?", tanya Jordy.


" Ahh Jord, Bianca ini sebenarnya founder dan Dirut dari BA Management , salah satu perusahaan investasi dan saham terkemuka di kota New J ", kata Arnold.


" Ohh yaa? Wahhh.. ternyata kakak orang yang sangat penting", ucap Jordy kagum.


" Bianca berencana membuka cabang disini lho Jord", kata Arnold.


" Kalau begitu, Grow.bag harus mendaftar nomor satu untuk menjalin kerja sama kan kak ?", Jordy tersenyum.


" Tentu saja.. aku akan menunjuk Direktur baru untuk pembukaan cabang di kota Global ini. Aku pasti menantikan kerja sama dengan mu Jord", ucap Bianca antusias.


" Wah... nampaknya ada yang seru nih" , ucap Qaila menghampiri Jordy.


" Kamu dari mana saja Qai? ", tanya Arnold.


" Ngumpul lah sama teman-teman", ucap Qaila.


" Ini acara ku kenapa yang heboh malah dirimu Qai.. " , kata Arnold.


" Sudahlah kak.. Jord, Ayoo Willy dan Aldy sudah menunggu disana", kata Qaila mengajak Jordy pergi.


\=\=


" Kamu hampir saja keceplosan Bi dan membuat Jordy heran" , kata Arnold.


" Sorry.. Aku khawatir, Reeneta ikut seminar itu, takut Jordy bisa melihatnya saja...", kata Bianca.


" Kalaupun Jordy benar secara tidak sengaja melihat Reeneta , Sepertinya memang sudah waktunya untuk mereka kembali bertemu kan? ", Arnold memandang ke arah Jordy.


" Kamu yakin ? Reeneta saja tidak mau ku suruh datang kesini ", ucap Bianca yang ikut memandang ke arah Jordy yang sedang mengobrol dengan teman-teman Nya.


" Sudah hampir tiga tahun kan ? Tapi Reeneta masih saja keras kepala. Kadang aku merasa bersalah ikut membantu Reeneta kabur seperti itu", ucap Arnold.


" Bukan salahmu sayang", kata Bianca sambil memegang bahu Arnold.


" Bagaimana mungkin? Aku ikut turut andil dalam kesengsaraan mereka", ucap Arnold.


" Kenapa? Bukankah mereka yang sekarang sangat sukses? Apa mungkin jika mereka masih bersama mereka bisa sesukses ini?", ucap Bianca.


" Kesuksesan bukan prioritas bagi mereka Bii, lihatlah.. mereka bekerja siang dan malam tiada henti, bukankah itu hanya pelampiasan saja, karena rasa kesepian di hati mereka masing-masing".


" Aku tidak pernah melihat Jordy bahagia Bii.. dan aku yakin kamu juga sering melihat Reeneta yang juga tidak bahagia. Mereka nampak seperti cangkang yang kosong ", ucap Arnold.


" Kamu benar .. Aku gagal memahami Reeneta", kata Bianca.


" Mereka masih terlalu muda dengan ego nya masing-masing, kita bantu saja mereka ", ucap Arnold.

__ADS_1


" Maksudmu ?" , tanya Bianca.


" Pertemukan mereka Bii.. hanya sampai itu saja, untuk selanjutnya masa depan mereka , biar mereka sendiri yang menentukan", kata Arnold.


" Aku mengerti, Aku akan segera mendirikan cabang disini, tentu saja Reeneta harus jadi pemimpin cabang disini", kata Bianca sambil tersenyum.


Arnold tersenyum dan menggenggam tangan Bianca.


##


" Lama amat Jord", kata Aldy.


" Kamu sih, ga pernah ikut seminar , Seminar itu memang lama", ucap Jordy yang langsung duduk.


Qaila tertawa mengejek Aldy.


" Gimana Will , proyek mu sukses ?" , tanya Jordy yang memandang Willy .


" Sukses dong. . ", kata Willy sambil mengacungkan jempol.


" Bisa tidak kalian jangan ngomongin kerjaan dulu, ini pesta kakakku lhoo", kata Qaila.


" Kenapa aku melihatnya ini seperti hari jadian mu dan Aldy yaa?", ucap Jordy.


Pipi Qaila dan Aldy sama-sama memerah.


" Sudah tidak perlu malu seperti itu", lanjut Jordy.


" Apaan sih Jord" , ucap Qaila.


" Iyaa.. kapan sih kalian mau meresmikan hubungan kalian?", tanya Willy.


" Sudah jangan bahas kami", kata Aldy yang masih nampak tersipu malu.


" Will.. Cici dan Leo kenapa tidak diajak sih ? " ,tanya Qaila.


" Leo dan Maminya kan lagi liburan ke rumah eyangnya.. " kata Willy.


" Ohh iyaa.. lupa aku.. kemaren sempet liat Cici unggah foto sih", kata Qaila.


Jordy memandang teman-temannya yang sedang saling bercanda. Ia teringat saat masih ditemani Reeneta saat seperti ini.


' Apa aku ceritakan ke meraka tentang yang kulihat tadi di daring seminar yaa ', batin Jordy


' Ahh.. aku rasa tidak perlu, aku khawatir mereka jadi kepikiran. Apalagi Qaila, anak itu pasti histeris dan menyuruh langsung menyelidiki nya. Lebih baik aku cari tau sendiri dulu setelah ini', Jordy masih membatin


" Jord, kamu benar mau mengembangkan dunia saham juga?", tanya Willy. Jordy mengangguk mengiyakan.


" Al.. lu bener bener bocor banget dah.. bilang segala ke kak Arnold", ucap Jordy sekarang memandang Aldy.


" Sorry Jord, daripada gak ada bahan obrolan" , kata Aldy sambil nyengir.


" Gapapa kali Jord , kak Bianca juga ahli di bidang saham, jika kalian jadi benar benar bekerja sama, pasti akan sangat menguntungkan kedua belah pihak", ucap Qaila.


" Aku juga gak sabar banget pengen segera memulai bisnis ini, tapi tentunya semua butuh proses Qai...", ucap Jordy.


Aldy dan Willy mengangguk dengan semangat.

__ADS_1


***


__ADS_2