
Jordy mulai beraksi kembali.
Memainkan kembali semua yang bisa membuat istrinya berdebar. Lalu Ia tidur disamping Reeneta.
" Sudah , ayoo sekarang Reen..", ucap Jordy meringis.
Reeneta tidak mengerti apa yang dikatakan Jordy, Ia hanya diam saja, menikmati permainan ini.
Masih dengan posisi yang sama Jordy memainkan Reeneta. Beberapa kali Reeneta mengerang, menahan nafas dan hampir berteriak, Ia tak pernah merasakan hal seperti saat ini.
Pelan tapi pasti, Jordy membuat istrinya polos.
Kini tangannya lebih leluasa bermain.
" Jord, ini........ ", Reeneta terbata-bata dalam berucap.
" Santai sayang, nikmati saja. Aku sudah berjanji akan membuatmu bahagia, kita lewati malam ini bersama-sama ", jawab Jordy.
Lalu ia kembali bermain.
Reeneta kian berdebar, Ia tak tahu apa yang akan terjadi, tapi
Lama - kelamaan Ia merasakan guncangan hebat, dan merasa lega seketika.
" Kamu berhasil sayang", ucap Jordy lalu mencium kening Reeneta dengan lembut.
Jordy ingin bermain kembali, tapi tubuh Reeneta menolak karena ia merasa geli.
" Sekarang waktunya yaa Reen", kata Jordy.
Reeneta yang masih kelelahan tidak mengerti maksud dari Jordy jadi dia hanya diam saja.
Jordy membuat dirinya sendiri polos.
Reeneta kaget dan menutup matanya seketika.
" Ini kan milikmu... Jangan takut sayang, hhha", ucap Jordy sambil tertawa.
Reeneta diam saja masih dengan menutup matanya.
' Sialan si Jordy, Ia sama sekali tak mengizinkanku untuk bernafas', batin Reeneta
" Sayang , aku masuk yaa", kata Jordy .
" Apa Jord?", belum sempat Reeneta selesai bertanya, Jordy sudah menjalankan aksinya.
Krakk
Reeneta merasa ada sesuatu yang robek tapi tak tau apa, kini ia merasa ada sesuatu yang mengganjal, membuatnya tidak nyaman.
" Ini... mungkin akan sedikit sakit", ucap Jordy.
Tak terasa Reeneta mengeluarkan air matanya dan meringis kesakitan.
" Jord....", ucap Reeneta
" Aku akan pelan- pelan , janji", ucap Jordy.
Jordy mulai bergoyang.
Membuat badan nya bergerak naik turun.
Reeneta memang sedikit merasakan kesakitan tapi entah mengapa ia juga merasakan sensasi nikmatnya.
" Reeneta sayangg..", kini Jordy meracau sendiri.
Sedangkan Reeneta menahan diri agar tidak berteriak, sekali , dua kali ia terdengar merintih.
__ADS_1
" Reeen,... Kamuu.." Jordy berteriak.
" Enak banget, sayang ", Jordy semakin meracau.
" Ku percepat yaa, tahan sedikit", kata Jordy.
Suara Jordy mengeras.
Untung saja kamar resort ini memiliki kedap suara karena memang di khususkan untuk honeymoon.
Reeneta merasakan tubuhnya bergetar hebat untuk yang kedua kalinya, tapi kali ini ia hanya diam saja sambil meringis.
" Reen, ehhhhh, keluar sekarang yaa..", kata Jordy.
Akhirnya Jordy menghentikan gerakannya.
Reeneta merasa ada sesuatu hangat yang mengalir.
Jordy lalu berbaring di samping Reeneta.
" Makasih yaa sayang" , kata Jordy.
" Aduuh", Reeneta menahan sakit karena ingin memiringkan tubuhnya ke arah Jordy.
" Apa yang sudah kau lakukan?", tanya Reeneta.
" Nafkah sayang, sebagai seorang suami, aku harus melakukan itu kan ?" , jawab Jordy.
" Badanku sakit semua", ucap Reeneta.
" Nanti kupijit ya sayang", jawab Jordy.
" Jord... Darah... ", ucap Reeneta menunjuk seprainya.
" Itu... Darah pertama mu , makasih kamu udah jaga itu untukku seorang", kata Jordy.
" Jord, aku tadi kenapa", tanya Reeneta memelas.
" Hhhaaa...kamu lucu sekali sih Reen.... Yaa itu yang namanya kamu sedang di puncak", jawab Jordy.
" Kamu tahu banget sih" , kata Reeneta kesal.
" Jangan gitu ahh, aku kan juga belajar sayang, aku mau buat kamu bangga punya aku. Aku kan juga baru pertama ini sama kamu, Aku tentu harus belajar dong ", jawab Jordy.
" Yang bener, tapi kenapa kamu gak keluar darah juga? ", tanya Reeneta.
" Sayangg..... ", Jordy melotot.
Reeneta tersenyum, memeluk suaminya itu.
Teringat saat pertama berkenalan dengan suami nya, semua yang ada pada tubuh Jordy sangat mempesona dan kini, semua itu adalah miliknya.
Bau harum tubuhnya, wangi keringatnya, semua adalah miliknya.
Jordy mencium kening Reeneta.
" Sudah lama ya.. Kita hanya bisa berciuman, pelukan, kini, kamu bisa menjadi milikku sepenuhnya, aku sangat mencintai mu Reen", ucap Jordy.
" Hmmm, " Reeneta hampir saja memejamkan matanya.
" Sayang, mandi dulu ", ucap Jordy.
" Nanti aja, besok aja , bisa enggak?" , Reeneta sangat malas, badannya rasanya ngilu, apalagi Ia merasa nyeri.
" Enggak bisa , ayoo mandi", ucap Jordy.
Jordy mengangkat tubuh Reeneta , menggendongnya ke kamar mandi,
__ADS_1
" Mau mandi sendiri atau ku mandikan?", tanya Jordy.
" sendiri" , ucap Reeneta kesal.
" Oke", Jordy keluar dan menutup pintu kamar mandi.
Dinyalakannya lampu ruangannya dan Ia melihat bagaimana sprei kasur itu porak poranda. Ada banyak tanda merah , dan Jordy menarik sprei dan selimut itu lalu menaruhnya di bak laundry.
Ia mencari selimut dan sprei baru untuk dipasang kan. Setelah selesai ia kembali menuju kamar mandi.
" Kamu sudah selesai? " , tanya Jordy pada Reeneta.
Reeneta mengangguk.
" Yahh.. Aku mau bareng padahal", ucap Jordy.
Reeneta segera mengambil handuk dan berlari keluar dari kamar mandi sambil mengejek Jordy.
' Dasar istriku yang lucu', batin Jordy.
Reeneta masih sibuk mengeringkan rambutnya, Ia duduk di ranjang sambil menonton TV. Tiap kali ada adegan lucu ia ikut tertawa.
Lalu tiba-tiba Jordy keluar dari kamar mandi , hanya dengan menggunakan handuk.
Reeneta masih saja deg deg an melihat Jordy yang bertelanjang dada.
Karena melihat Reeneta yang berekspresi imut, Jordy ingin menggodanya. Ia segera duduk di belakang tubuh Reeneta.
" Gimana sayang, kita main lagi?", tanya Jordy berbisik di telinga Reeneta.
Tubuh Reeneta bergetar,
" Jord", Reeneta sedikit berteriak.
Tapi Jordy malah memeluk tubuhnya dan mendekatkan tubuh Reeneta pada tubuhnya.
" Apa sayang", tanya Jordy.
" Cepat pakai baju mu Jord", ucap Reeneta.
" Kamu yakin? Gak mau main lagi?" rengek Jordy.
Reeneta bimbang, hasratnya ingin mengiyakan , tapi tubuhnya terasa sudah terlalu lelah. Ia hanya bimbang.
" Hahahah.... Reen, Reen, aku tau kamu pingin, tapi buat besok malam saja, biar nyeri mu juga sembuh dulu, besok malam kita gas sampe pagi, tiga sampai lima babak juga harus siap", ucap Jordy sambil berdiri mengambil baju dan memakainya.
' sial', batin Reeneta.
Reeneta merasa malu karena semua apa yang dipikirkannya dapat ter ekpresikan lengkap di wajahnya. Jadi Jordy dengan mudah mengetahui nya.
" Gpp sayang, aku kan milik mu, minta aja , kapan pun aku kasih", ucap Jordy lagi- lagi tertawa, menggoda Reeneta.
" Sialan", ucap Reeneta.
Reeneta menggelung rambutnya yang basah dengan sembarangan dan menjatuhkan dirinya di kasur.
Jordy segera merebahkan tubuhnya juga , dipeluknya wanita yang amat dicintainya itu.
" Reeneta... I love you", kata Jordy.
" I love you too.. Jord ", bisik Reeneta pelan.
" Tahu enggak? I love you more" ,ucap Jordy.
" I know...", kata Reeneta.
Reeneta tersenyum bahagia, memandang wajah suaminya itu.
__ADS_1
***