Dia Canduku..

Dia Canduku..
44.


__ADS_3

" Aku hanya ingin tahu satu hal , pernah kah kalian tulus, meski hanya sedikit, saat menjadi sahabat atau kekasih ku?", tanya Jordy memandang Silvy dan Andri bergantian.


" Aku hanya tidak bisa mencintaimu saja" , kata Silvy getir.


" Tentu saja aku bangga mempunyai pacar tampan, kaya dan berkuasa, tapi aku tidak bisa mencintaimu saja. Walau sedikit" , lanjut Silvy yang kini memeluk Andri.


" Andri mampu membahagiakan aku, dengan semua yang dia lakukan untukku, yang sama sekali tidak bisa kamu lakukan Jord. Sorry to say, kamu layaknya bongkahan es dan Andri adalah Kehangatan yang ku cari", sambung Silvy.


" Aku, bukannya membencimu Jord, aku hanya tidak suka melihat kamu terlalu bersinar", Kata Andri.


Ada gejolak di dadanya, bagaimana pun juga mereka telah bersama sejak lama. Namun kecemburuan Andri sejak dulu telah menumpuk mengakibatkan dirinya kehilangan akal.


" Aku gak menyangka Andri, kamu yang sudah seperti keluarga kami sendiri , tega melakukan ini" , Cici tak kuasa menahan amarahnya lagi.


" Seandainya Willy dan Aldy tidak terlalu ikut campur, kami tidak akan terlalu brutal seperti ini. Kami hanya ingin membuat kerusuhan dan membuat kamu mengundurkan diri Jord, karena kehilangan kepercayaan dari anggota yang lain. Tapi nasi sudah menjadi bubur kan, karena sudah terlanjur, kami harus terang-terangan meminta kamu mundur", Kata Andri.


" Cukup basa basi nya, sorry sayang, kamu harus kehilangan salah satu teman mu, pilih mana ? Willy atau Aldy yang harus meninggalkan dunia ini terlebih dulu? ", Kata Silvy sambil berjalan mendekati tali yang sudah terikat entah berujung dimana.


Jordy dan Cici langsung mengalihkan pandangannya mengikuti tali yang kini dipegang oleh Silvy. Tali itu mengikat Willy dan Aldy. Dan jika tali itu putus sudah ada belati di atap yang siap menghujam ke arah Willy atau Aldy.

__ADS_1


" Kamu harus kehilangan seseorang agar tidak bisa bangkit lagi Jord, ketika rasa bersalah mu sebesar rasa menyesal mu, maka hancurlah kamu.. hhha, kita mulai dari Wiily", Silvy mulai memotong sedikit dan membiarkan tali yang akan putus dengan sendirinya dan perlahan-lahan.


Jordy langsung berlari tapi banyak anak buah Silvy yang menghadangnya, membuat Jordy harus melawan mereka semua. Meski Jordy juga di dampingi oleh anggota Phanter lainnya, sayang mereka kalah jumlah. Silvy dan Andri benar benar sudah menyiapkan semua ini untuk menghancurkan Jordy.


Cici turut membantu meski kemampuan nya sebenarnya hanya sebatas untuk membela diri. Jordy mengahajar semua orang yang menghalangi, mulai dari kayu dan besi menghantam tubuhnya. Jordy mulai berdarah disana sini, tapi tekad untuk menyelamatkan Willy dan Aldy begitu kuat.


" Willy....!!!!", Cici berteriak.


Jordy menoleh ke arah Willy yang sudah tidak bisa bergerak lagi, ia terlalu lemah, wajahnya pasrah, tapi ada senyuman disana. Senyuman yang mengisyaratkan ia begitu percaya pada Jordy. Kekuatan Willy yang biasanya begitu besar nampak menghilang entah kemana.


" Will, gerak Will.. Willy !!! ", Aldy yang berteriak-teriak.


Namun tenaga Willy sudah tidak tersisa sama sekali.


Willy selamat. Cici menangis sejadi-jadinya, melihat sahabat sekaligus kekasihnya menderita seperti itu.


Aldy sudah bisa membantu Jordy setelah Cici berhasil melepaskan ikatannya. Semakin terdesak Silvy dan Andri akhirnya menyerah. Andri yang kalah dari Aldy kini hanya bisa terdiam.


" Kamu bodoh Ann", pekik Aldy tepat di depan wajahnya. Cici juga langsung menampar wajah Silvy.

__ADS_1


" Memangnya kamu siapa? Bisa memperlakukan kami seperti ini" ,kata Cici.


Silvy hanya meringis, ia sama sekali tidak merasa menyesal.


" Dengar!!! Jordy tetap pemimpin Gangster dan tetap bos Phanter, siapapun yang tidak setuju maju dan berhadapan denganku", Aldy berteriak. Tapi semua orang nampak hanya menunduk, mereka mengakui Jordy.


Jordy yang masih banyak mengeluarkan darah dan kelelahan hanya bisa diam.


" Kita apakan mereka?" ,tanya Cici pada Jordy.


Jordy menatap Andri yang mantan sahabatnya itu dengan rasa iba. Jordy tahu betul, Andri sebenarnya bukan orang yang jahat, tapi entah setan apa yang merasukinya hingga ia melakukan hal keji seperti ini.


" Buang saja !! ", kata Aldy yang terlihat marah.


" Kirim surat pada keluarganya, jika mereka masih ingin berbisnis dengan aman di kota ini, Asingkan kedua orang ini, aku tidak ingin melihat mereka di kota ini lagi. Jika belum dua tahun aku masih bisa melihat mereka , Aku akan menghancurkan keluarga kalian" , Jordy masih memandang Andri dan Andri balik memandang nya.


" Hanya dua tahun? Kamu yakin? ", Aldy dan Cici menunggu dengan was was. Tapi Jordy tidak mengatakan apapun , ia berdiri dan memapah Willy meninggalkan tempat itu.


" Aku gak mau di asingkan Jord, Jordy ini masalah kita, janga bawa - bawa keluarga ku" , Silvy berteriak pada Jordy.

__ADS_1


" Jordy yang bodoh itu masih memikirkan perasaan nya pada kalian. Tahu tidak ? kalian harusnya mati saja!!" , kata Aldy yang bergegas pergi meninggalkan mereka.


***


__ADS_2