
Dua jam telah berlalu, Jordy masih sibuk di depan laptop nya. Dan tanpa permisi Aldy nyelonong masuk ke ruang kerja Jordy.
" Kenapa gak ikut rapat boss?", tanya Aldy yang langsung merebahkan badannya di sofa.
" Kalau sama kamu saja sudah cukup, kenapa aku harus ikut memenuhi ruang rapat sih Al", kata Aldy datar seperti biasanya.
" Yaa .. Yaa.. setidaknya kamu tampil juga dihadapan bawahan mu. Memang kamu ga takut kalau semua karyawan - karyawan itu tidak mengenali mu? ", tanya Aldy.
" Yang penting nih yaa.. boss mereka kenal padaku, Iya kan ?", Jordy tertawa.
" Ahh, sialan lu Jord.. Nina bilang kamu mencari ku ? lalu apa yang ingin kamu katakan padaku?", tanya Aldy.
" Aku cuma mau tanya apa Qaila memberitahu mu tentang Reeneta ?", tanya Jordy yang berjalan mendekati Aldy yang sedang tiduran.
" Tentu saja!!", kata Aldy yang kini langsung duduk dan Jordy ikut duduk di hadapan Aldy.
" Apa katanya ? ", tanya Jordy.
" Kamu ya Jord.. kan bisa tuh telepon si Reeneta, tanya sendiri biar jelas. Malah nunggu info dari aku.. ", kata Aldy kesal.
" Kamu kan tahu sendiri, Reeneta seperti sedang menguji ku, apa aku kuat bertahan atau tidak ", kata Jordy.
" Bilang aja tidak kuat, susah amat", kata Aldy sambil merebahkan lagi tubuhnya.
" Reeneta itu jika sudah bilang sini ya sini.., susah mau bawa dia ke sana. Kamu kan juga tahu aku sudah berusaha mengejar tapi dia malah menghindar. Jadi aku mau coba menurutinya , aku akan menghindarinya dan lihat apa yang akan di lakukan nya ", Jordy menceritakan rencananya.
" Kalian sukanya main tarik ulur gak jelas. Kalau kamu bukan sahabat ku, sudah malas aku mengikuti jalan cerita cintamu", ucap Aldy.
" Lalu gimana? Ada berita apa dari Reeneta?", tanya Jordy.
" Katanya dia sudah pindah ke apartemen", ucap Aldy.
" Dimana? ", tanya Jordy sambil mengerutkan dahinya.
" Enggak jauh dari jalan Merdeka katanya Jord, Apartemen Jaya , tapi mungkin hanya sebagai batu loncatan aja sih dia .. karena pemilik unitnya memang berencana memberikan itu untuk anaknya", ucap Aldy.
Lalu Aldy menceritakan secara detail tentang apa yang dia tahu dari Qaila. Tapi Nampaknya Jordy kini tengah tersenyum.
" Kamu kenapa Jord?", tanya Aldy.
" Tidak apa-apa ", ucap Jordy sambil tersenyum penuh arti.
__ADS_1
Pintu terbuka lagi tanpa izin, Willy masuk dengan wajah yang tidak terlalu enak. Seperti ada beban di wajah Willy.
" Kenapa wajah mu seperti itu?", tanya Aldy.
" Aku cukup khawatir tentang rapat besok bersama BA Management. Mereka pasti bersama Reeneta bukan ?, Tapi melihat kalian tidak tegang sepertinya ketakutan ku berlebihan yaa...", kata Willy.
" Tenang saja Will, Jordy nanti yang akan aktif di rapat, kita lihat bagaimana cara dia mendebat Reeneta", ledek Aldy.
" Ah, kalian ini.. Tapi kantornya kak Bianca apa sudah selesai di renovasi ?",tanya Jordy.
" Belum.. " , jawab Aldy.
" Lalu kenapa kenapa mereka sudah menjadwalkan programnya, mereka sudah mau meeting bersama kita lho ini", ujarJordy.
" Sepertinya memang kak Bianca sengaja memajukan semua jadwal pekerjaan mereka. Aku kurang tahu kenapa, tapi Qaila bilang akhir-akhir ini kak Bianca dan kak Arnold malah terlihat sangat sibuk bekerja, bukannya menikmati masa awal-awal mereka menikah", ucap Aldy.
" Kalau kata ku, memang seperti itulah cara kerja BA Management Jord, mereka kan terbiasa dengan culture luar negeri, maksudku di NewJ mereka memang terbiasa melakukan pekerjaan di manapun, ada atau tanpa kantor. Beda dengan di Global yang culture nya semua di kerjakan di office..", kata Willy menambahi.
" Mungkin juga Will.. kita tak pernah tahu kan , cara kerja mereka seperti apa. Intinya besok aku ingin kalian memperhatikan dan menimbang semua yang ditawarkan BA Management. Meskipun Reeneta teman , tapi kita harus tetap profesional", ucap Jordy.
" Kamu mau cari aman yaa?", tanya Aldy.
" Maksud nya?", Jordy memandang Aldy dengan penasaran.
" Sialan kamu!! Hhaaa... " , Jordy tertawa terbahak-bahak. Willy juga ikut menertawai Aldy.
" Kamu tahu kan , apapun yang dilakukan Reeneta, dia tidak pernah gagal di mata ku. Jadi aku ingin kalian sebagain penyeimbang saja", ucap Jordy untuk membela diri.
" Kalian ini seperti anak kecil saja!! Perusahaan sekelas BA Management sepertinya tidak mungkin gagal , kalian harusnya cari tahu dulu deh hasil kerja mereka. Bisa jadi nanti, malah mungkin kalian yang akan sangat terkejut ", kata Willy.
" Memang kamu tahu?" , tanya Aldy
" Tentu saja, aku sudah terbiasa mencari tahu kelemahan lawan bukan? Dan Reeneta benar-benar bersih, tanpa cacat sedikitpun", ucap Willy.
" Apa maksudmu ?", tanya Aldy lagi.
" Semua project yang ia pegang, semuanya selalu berhasil ", sambung Willy.
Aldy dan Jordy lalu saling berpandangan. Tatapan mata mereka seakan ingin menegaskan sesuatu.
##
__ADS_1
Hari yang ditentukan telah tiba.
Bianca menjemput Reeneta di apartemen yang baru dan mereka pun langsung menuju gedung Grow.Bag.
" Apartemen baru gimana Reen.. nyaman ?", tanya Bianca.
" Aku baru dua hari disana kak , masih adaptasi sebenarnya. Tapi lingkungan disana sangat mendukung sih, tidak bising dan juga sangat bersih. Over All, aku nyaman - nyaman saja", ucap Reeneta.
" Syukurlah.. tapi aku dengar dari Qaila bisa saja pemilik nya akan menyuruh mu pindah kapan pun ia minta", tanya Bianca lagi.
" Ahh iya , tapi itu tidak jadi masalah , aku bisa mencari apartemen lain , yang penting untuk sekarang sudah ada tempat tinggal dulu kak", kata Reeneta.
Bianca memarkirkan mobilnya. Dan mereka segera memasuki gedung Grow.bag. Gedung lima Lantai ini sebenarnya tidak terlalu besar tapi penempatan semua barang dan tata dekorasi nya terlihat membuat nyaman dan terkesan memberikan ruang yang lega.
" Aku tidak menyangka pacarmu bisa membuat start up yang besar dan sesukses ini Reen", kata Bianca.
Reeneta tidak memberi tanggapan atau komentar apapun pada pernyataan Bianca. Setelah itu ,Bianca menanyakan ruangan meeting untuk mereka, pada resepsionis di depan. Dan mereka langsung diantar oleh petugas keamanan menuju ruang rapat.
" Kak.. Aku sudah mengganti beberapa poin yaa, ku usahakan sesuai harapan atau minimal sedikit sama dengan visi misi perusahaan mereka", ucap Reeneta.
" Tentu saja.. kamu atur saja yaa..", kata Bianca.
Reeneta dan Bianca masuk ke ruang rapat dengan santai. Jam masih menunjukkan jam 08.53. Itu artinya mereka datang tepat waktu.
Jam sembilan tepat ketiga direktur Grow.Bag memasuki ruang rapat dengan senyum sumringah, mereka seakan menyapa Reeneta dan Bianca dengan semangat.
" Kalian sudah datang rupanya", ucap Aldy.
" Baru saja juga kok ", kak Bianca membalas dengan senyuman.
" Kita bisa langsung mulai atau mau menunggu sebentar lagi?", tanya Willy sambil memandang Reeneta.
" Kita bisa langsung mulai saja, lebih cepat akan semakin baik ", kata Bianca.
Bianca lalu memberi kode pada Reeneta untuk segera memulai presentasi nya.
Reeneta membagikan masing-masing dua lembar kertas pada mereka bertiga.
" Terimakasih , kami sangat senang , perusahaan sebesar Grow.Bag bisa memberikan kami kesempatan seperti ini", kata Reeneta untuk berbasa-basi.
" Nah kita bisa langsung menuju rancangan yang akan kami tawarkan yaa.. Kalian bisa tetap melihat kertas yang saya berikan untuk memudahkan memahami tujuan dari rencana kami. Tapi sebelumnya izinkan saya untuk memberikan sedikit resume tentang perusahaan kami, BA Management...............",
__ADS_1
Lalu Reeneta nulai menjelaskan semua detail proposal penawaran untuk perusahaan Jordy.
***