
Masih di hotel , di ruangan ini, setelah Jordy pergi, suasana masih sangat canggung. Semua tamu undangan yang hadir tidak ada yang berani bicara, tidak ada yang berani berkomentar.
" Teganya kamu melakukan ini pada Jordy, " Mamanya Jordy langsung membentak Aira dihadapan semua tamu yang masih belum bubar.
" Tante.. setelah Jordy mengatasi semua masalah anda, sekarang tidak membutuhkan aku , tidak membutuhkan bantuan Sasongko , kau langsung berani membentak ku!!" ucap Aira tak kalah garang.
" Seharusnya aku mendengarkan Jordy sejak awal, Kamu memang wanita Phyco, tak tahu malu!!" ucap Tante Anita.
" Tolong dong Tante, Anda mengaca dulu... Ini semua yang memulai adalah Anda. Aku.. yaa cuma sebagai bagian pemain saja, apa salahnya sedikit improvisasi, Menyenangkan sekali melihat kehancuran dari sepasang kekasih , hhhaa" tawa Aira membahana, membuat semua orang merasa jika putri bungsu keluarga Sasongko benar-benar sudah gila.
" Aira, hentikan ini nak, ayoo kita pulang.. " ucap Ayah Aira.
" Tante Anita seharusnya berterima kasih padaku, aku telah membantu. Tapi nampaknya Tante Anita orang yang tidak tahu terima kasih", kata Aira tidak menggubris perkataan Papahnya.
" Cukup!! Kamu benar-benar keterlaluan!! " , Cici berteriak dari samping kerumunan menyebabkan Aira mencari sumber suara itu.
" Ahh.. Nona Muda Keluarga Adrian, kamu tidak tahu apa -apa , Bagaimana kalau kamu diam saja? " ujar Aira yang melihat Cici dengan tersenyum mengejek.
" Aku yang salah... " , tante Anita menjatuhkan dirinya ke kursi seakan meratapi kebodohan nya sendiri.
" Tentu saja.. !!! Tentu saja Tante yang harusnya bertanggung jawab, harusnya Tante paham, aku sama sekali tidak menyukai Jordy, tapi Tante menceritakan kesepakatan mu dengan kekasihnya Jordy, Aku hanya tertarik melihat bagaimana akhir dari kisah cinta mereka, maka dari itu aku menyetujui pertunangan ini, " ucap Aira.
" Tante harusnya masih ingat kan? Bagaimana Tante memohon pada Ayahku untuk menangani kasus mangkrak nya bisnis pembukaan lahan suami anda yang baru? Ahh.. daerah itu memang daerah kekuasaan keluarga Sasongko bukan ? Anda ingin memanfaatkan kami !!" Aira berteriak.
" Dan lagi, Ayahku hanya menawarkan berkenan membantu kalian jika Kamu berhasil menemukan jodoh untukku, Kamu sendiri yang menawarkan anakmu itu, tapi ingatkah kamu? ayahku sama sekali belum setuju, ia menungguku..."
" Semua orang di kota ini tahu bukan? Aku membenci cinta.... Bahkan aku yakin sebagian dai kalian masih menganggap aku gila bukan ??"
__ADS_1
Tapi, Tante sendiri yang sangat yakin jika Jordy bisa meluluhkan aku!! Nyatanya... dari awal dia meminta Ayahku dan Aku sendiri untuk membatalkan rencana ini, Aku merasa Jordy sama sekali tidak menghargai kami, Maka aku ingin sedikit memberinya pelajaran, membuatnya membayar penghinaan padaku dan Ayahku.. dan Tante, memuluskan jalanku..." cerita Aira panjang lebar.
" Dasar gilaa!! Diam lah.. atau aku akan menyumpal mulut mu itu!!" , Aldy berteriak. Aira langsung tersenyum kecut dan berhenti bicara.
" Tante, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Willy yang mendekati tante Anita.
" Reeneta tadi disini, melihat semua kejadian disini dari kaca itu, " ungkap tante Anita sambil menunjuk ke arah ruangan kecil berkaca gelap.
" Jadi Reeneta tau tentang ini, jadi ini alasan mengapa Tante takut Reeneta bertemu kami, adalah... " suara Willy terhenti.
" Iyaa.. awalnya tante takut Reeneta menceritakan semua kesepakatan kami pada kalian , dan kalian bisa mengatakankannya pada Jordy. Semua perjodohan ini akan sia-sia jika Jordy berubah pikiran .." ucap Tante Anita.
" Ketika Jordy hendak memakaikan cincin pada Aira, pesuruhku menginfokan Reeneta sudah pergi, jadi Reeneta tidak mengetahui akhir dari ini semua. Ku rasa ia langsung meninggalkan tempat ini, mengira Jordy benar benar bertunangan dengan Aira ," sambung Tante Anita.
" Yups , dia pergi tepat sesaat sebelum aku menjatuhkan cincinnya.. sayang sekali", ucap Aira sambil meringis.
Aira memandang Aldy dengan amarah tapi Aldy membalasnya dengan tatapan penuh amarah. Aira terdiam kembali tak ingin berurusan dengan Aldy yang terlihat galak itu.
" Bagaimana jika Reeneta benar-benar pergi? Ini semua salahku..." kata Tante Anita pada Willy,
" Entahlah Tante.. Aku.. Aku merasa kita sudah terlambat" ucap Willy.
" Reeneta tidak pernah mengingkari janjinya Tante... jadi sepertinya Ia sudah meninggalkan ... " kata-kata Cici terhenti, Ia tak sanggup membayangkan Reeneta yang pergi dari Jordy. Jordy pasti akan sangat hancur.
Tante Anita mulai merenung, menyalahkan dirinya sendiri pun rasanya sudah tidak berguna lagi, Jika Reeneta benar-benar pergi itu artinya dirinya sendiri yang merusak kehidupan Jordy, anak kesayangannya.
" Kita sebaiknya menyusul Jordy Will.. takutnya dia butuh bantuan, " ucap Aldy.
__ADS_1
Willy mengangguk mengerti.
" Tante, kami pergi mengejar Jordy. Tante mohon tenangkan diri dulu dan bisa membubarkan acara ini, " Willy berpesan pada Tante Anita. Tante Anita mengangguk.
Lalu Willy pamitan pada orang tua masing-masing. Cici dan Aldy pun melakukan hal yang sama.
##
Qaila tiba di parkiran dari apartemen Reeneta, ia langsung berlari menuju kamar Reeneta. Sesat kemudian mobil Jordy juga telah sampai. Jordy memanggil Qaila yang sedang berlari dengan khawatir. Tiba di depan pintu Jordy segera membuka pintu mencari dimana keberadaan kekasihnya itu.
Qaila mencari di dapur, kamar mandi dan tak menemukan apapun. Qaila memanggil -manggil nama Reeneta yang tak akan pernah menjawab lagi.
Jordy memasuki kamar Reeneta semua baju masih tertata dengan rapi dan seperti tidak pernah tersentuh. Tapi ransel lama Reeneta tidak ada, Jordy sudah mulai panik.
" Jord.. liat ini!! " Qaila memanggil Jordy.
Jordy segera menghampiri Qaila, dilihatnya Qaila duduk di sofa memandang ke atas meja dirana ada laptop, hp Reeneta dan kartu kredit milik Jordy yang telah diberikannya pada Reeneta.
Jordy fokus memandang dua amplop surat .
Untuk Jordy, kekasihku.
Untuk Qaila, sahabat terbaikku.
Jordy segera mengambil surat dengan nama dirinya, membuka dan membacanya.
***
__ADS_1