Dia Canduku..

Dia Canduku..
72.


__ADS_3

**


" Jordy kenapa sampai sekarang belum ada kabar yaa Qai, " ucap Reeneta sambil mondar-mandir di depan jendela.


" Entahlah Reen, aku juga belum dapat kabar dari Aldy, " kata Qaila datar.


" Gimana kalau kita datang ke rumahnya Qai ? Aku jadi khawatir, mana hpnya juga masih off lhoo Qai. Gak pernah dia kaya gini", kata Reeneta yang kini duduk di samping Qaila.


" Maaf Reen.. aku gak tau dimana rumahnya.. lagian takut juga sama Nyokap nya, " ujar Qaila tanpa menatap wajah Reeneta.


" Qai, apa kamu menyembunyikan sesuatu dari ku? " tanya Reeneta menatap sahabatnya dengan tajam.


" Akuu? Apa Reen? Enggak ada yang aku sembunyikan kok, kamu terlalu khawatir, " jawab Qaila.


" Qai kalau ada apa-apa kamu harus cerita sama aku yaa... " ucap Reeneta.


" Apaan sih kamu Reen.. kamu itu harus fokus sehatkan diri mu dulu, jangan sampai banyak pikiran yang akhirnya membuat kamu memikirkan yang macam-macam kaya gini, " kata Qaila sambil berjalan ke arah dapur untuk mengambil minum.


Sudah hampir tiga hari ini Qaila menjaga Reeneta di apartemen nya, sejak kepulangannya dari rumah sakit Jordy tidak terlihat bahkan juga tidak menghubungi Reeneta sama sekali.


" Qai.. apa Jordy baik-baik saja yaa? " tanya Reeneta kembali.


" Sudah stop Reen.. kamu jangan memikirkan Jordy terus, kesehatan mu harus kamu utama kan, " kali ini Qaila membentak Reeneta.


Reeneta mengangguk, Ia sudah terlalu mengenal Qaila , jika sampai Qaila sudah gak sabar ngomongnya dan meninggikan suaranya itu artinya Qaila sedang cemas dan takut. Reeneta yakin ada yang disembunyikan Qaila tapi Reeneta berusaha positif thinking mungkin Qaila memang sedang mengkhawatirkan nya.


" Reen... nanti malam aku pulang dulu yaa.. besok pagi aku pasti datang lagi buat jagain kamu, " kata Qaila yang nada bicaranya sudah kembali normal.


" Kenapa sihh Qai.. aku baik-baik saja kok... Jangan terlalu khawatir yaa.. " Reeneta berusaha menenangkan sahabat nya itu.


" Gak bisa Reen.. aku takut orang-orang jahat itu akan kembali lagi dan nyerang kamu lagi, " Qaila nampak khawatir.


" Mereka sudah tidak mengirim kan pesan ancaman lagi Qaila.. sudah yaa, aku bisa jaga diri , pokoknya kamu jangan khawatir lagi.. Oke... " Reeneta selalu saja merepotkan Qaila, jadi dia merasa sedikit bersalah pada Qaila.

__ADS_1


" Oke. Jangan pernah keluar apartemen dan kalau terjadi apa-apa langsung menghubungi aku yaa, " ucap Qaila mengingatkan.


Reeneta tersenyum dan mengangguk pada sahabat terbaiknya itu.


Entah apa jadinya Reeneta jika tak memiliki sahabat seperti Qaila yang selalu mengurus nya, memperhatikan nya dan selalu siap membantunya. Mereka berteman sudah hampir tujuh tahun, jadi mereka sudah mengenal sifat masing-masing dan dari awal Qaila selalu menganggap Reeneta adalah adiknya.


##


" Kenapa aku jadi ingin makan roti coklat yaa..," kata Reeneta pada dirinya sendiri.


Lalu ia ingat jika Qaila melarangnya untuk keluar apapun yang terjadi. Tapi entah mengapa hasrat untuk memakan roti coklat menggelora di hatinya.


" Ahhh.. minimarket juga hanya di seberang jalan . Aku hanya tinggal membeli nya dan segera kembali", kata Reeneta meyakinkan dirinya sendiri.


Reeneta keluar apartemen dan syukurlah malam ini jalanan nampak sangat ramai, jadi dia merasa aman jikalau ada sesuatu yang tidak diinginkan maka akan ada banyak orang untuk dimintai pertolongan.


Reeneta segera masuk minimarket untuk membeli Roti coklat kesukaannya. Setelah membayar ia segera pergi dari sana,


" Reen... Reeneta," sesorang memanggilnya.


" Akhirnya aku bisa bertemu dengan mu Reen.. " ,kata Arnold menyapa Reeneta.


" Kakak.. kenapa sampai disini? " tanya Reeneta.


" Reen, ada yang ingin aku sampaikan, kita bisa bicara Sebentar?", kata Kak Arnold dengan wajah yang berubah menjadi tegang.


" Bisa kak," ucap Reeneta.


Lalu kak Arnold mengajak Reeneta berjalan ke arah apartemen Reeneta, di depan apartemen Reeneta ada sebuah taman kecil dengan bangku berjajar yang biasanya dipakai penghuni apartemen untuk santai sore.


" Kak.. Kakak kenapa tiba-tiba mencariku? Apa terjadi sesuatu dengan Qaila? " tanya Reeneta yang juga berubah menjadi khawatir.


" Kamu memang selalu mengkhawatirkan Qaila yaa Reen... Aku akan ceritakan semuanya yang aku tau, dengarkan aku dulu oke, " kata kak Arnold.

__ADS_1


Reeneta mengangguk seakan mengerti.


" Qaila baik- baik saja dan semua teman teman mu aku yakin juga baik-baik saja, tapi masalahnya adalah.... mereka semua di ancam oleh Mama nya Jordy agar tidak bisa membantumu lagi. Ahh, lebih tepat nya keluarga nya yang diancam.. " kata kak Arnold parau dan wajahnya mengiba pada Reeneta.


Reeneta sangat shock mendengar perkataan kak Arnold, tidak disangka Mama Jordy melakukan hal sampai sejauh ini.


" Keluarga Willy , Cici dan juga Aldy sangat dekat dengan keluarga Jordy, jadi Mamanya Jordy pasti mudah mengendalikan mereka. Aku tak yakin tapi pasti orangtua masing-masing anak itu punya cara untuk menekan mereka. Sedangkan Qaila, Mama nya Jordy datang langsung ke kantor Ayah dan langsung memperingatkan Ayah, makanya Qaila juga sekarang sedang dibatasi. Tapi kamu jangan salah paham, Ayah sebenarnya tidak takut juga tidak ingin menyakiti kamu , tapi berurusan dengan keluarga seperti mereka sangat melelahkan, kamu mengerti kan? " kak Arnold meminta tanggapan.


" Iyaa kak.. aku paham, " kata Reeneta.


" Jadi Ayah hanya memperingatkan Qaila agar tidak membawa mu mendekat ke Jordy, untuk urusan lainnya masih tetap sama. Ayah mengenalmu sudah lama dan tahu jika kamu memang anak yang baik, " jelas Arnold.


' Pantas saja Qaila bersikap aneh dan tidak mau mengantar ku menemui Jordy', kata Reeneta dalam hati.


" Kak.. Kamu bicara seperti ini padaku bukankah ini malah akan membuat mu kena masalah juga? " ucap Reeneta sambil memandang kak Arnold.


" Tenang saja, Mama Jordy tidak tahu jika aku mengenal mu, asal aku tidak membawa mu ke Jordy, semua akan aman, " kata kak Arnold.


" Maaf kan aku, aku jadi membuat kalian semua terlibat dalam masalah ini, " kata Reeneta sambil menunduk. Ia jadi merasa jika mencintai Jordy membuatnya menjadi seegois sekarang.


" Reen.. aku juga mengenalmu sejak kamu SMA, bahkan kamu tahu jika sudah menganggap mu sebagai adik ku bukan, kamu tak perlu memikirkan apa-apa lagi oke, " kata kak Arnold ingin menyemangati Reeneta.


" Sebenarnya dari awal saat Qaila bercerita jika kamu menjalin hubungan dengan Jordy , aku sangat khawatir , tapi Qaila bilang kamu sangat bahagia, makanya Aku tak memikirkan nya lagi. Tapi sekarang , kamu sedang kesusahan seperti ini, Aku jadi merasa harus membantu mu", lanjut kak Arnold.


" Kak... apa Qaila tahu soal kakak datang menemui ku? " tanya Reeneta.


" Tidak, sama sekali .. Aku datang karena aku memang ingin Reen. Jadi aku tidak mengatakan ini pada siapapun," jawab Kak Jordy.


" Kak, aku ingin minta tolong..." Reeneta tersenyum pada kak Arnold.


" Ada apa ?" tanya kak Arnold yang malah menjadi semakin gelisah


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


" Jangan pernah ceritakan ini pada Qaila kak, aku meminta bantuan terakhir padamu.." kata Reeneta.


***


__ADS_2