
Hari ini hari yang telah ditentukan untuk melaksanakan pertunangan Jordy dan Aira. Entah mengapa sejak pagi Jordy merasa ada kegalauan yang luar biasa. Ia merasa tak tenang, ia belum bertemu Reeneta beberapa hari dan rasa rindunya mulai memuncak.
Semua teman teman nya sudah dibawah tekanan Mama nya, jadi tak mungkin ada yang membantu atau memberi tahu Reeneta soal pertunangan nya. Ia ingin sekali melihat Reeneta, memeluk nya untuk meredakan kegalauannya ini. Reeneta memang orang paling bisa menenangkan dirinya.
Jordy sedang duduk sendiri di kamar hotel yang telah disiapkan mamanya, menunggu acara untuk segera dimulai
" Jord... " Willy memanggilnya.
" Will ... udah Dateng ? " , sapa Jordy yang melihat teman baiknya itu masuk ke kamar.
" Iyaa.. gimana kabarmu?" tanya Willy.
" Buruk Will .. Aku sangat merindukan Reeneta, " jawab Jordy.
" Lu yakin Jord ambil keputusan ini? " tanya Willy yang masih menyayangkan keputusan yang diambil oleh sahabatnya itu.
" Aku harus memastikan Reeneta baik-baik saja Will.. Aku gak mau dia terluka lagi, " ucap Jordy datar, ada kesedihan dibalik ucapannya itu.
" Qaila bilang , Reeneta kebingungan nyariin kamu, tapi dia juga ga bisa berbuat apa-apa. Kami juga gak bisa Jord, " jelas Willy.
" Aku mengerti... setelah ini, aku akan membicarakan dengan nya baik-baik. Berharap dia mengerti dan mau memaafkan aku ," kata Jordy.
" Tapi Jord... Aku selalu merasa heran , dan merasa ada yang aneh dengan Mama mu, kenapa kita ga boleh ketemu Reeneta ? " Willy yang memang punya insting kuat mulai membicarakan keanehan yang di rasakan nya.
" Maksud mu Will?", Jordy memandang Willy dengan serius.
" Entahlah, bukankah seharusnya Mama mu senang karna kamu menerima perjodohan ini dan meskipun Reeneta tahu harusnya Mama mu tidak masalah bukan? Tapi kenapa kami tidak boleh menemuinya? Seperti ada yang ditakutkan Mamamu jika kami menemuinya .. Tapi .. sudahlah Jord, mungkin hanya perasaanku saja," kata Willy.
" Aku juga awalnya merasa Mama sedikit aneh, tapi aku juga merasa lega jika Reeneta tidak tahu dulu, Aku merasa sedang mengkhianati nya dan takut jika ini sangat menyakiti nya", Jordy memandang ke arah jendela memikirkan luka yang akan ia torehkan di hati Reeneta nanti.
" Reeneta seharusnya sangat kuat untuk menghadapi pukulan kan Jord? Aku melihatnya keluar dari rumah sakit kemaren masih bisa tersenyum karena dia berharap bertemu denganmu, aku lebih menyayangkan kamu yang mengambil keputusan gila ini, jika dia sampai tahu apa yang akan kau lakukan mungkin senyuman itu akan benar-benar hilang" kata Willy.
Jordy menerawangan ke belakang, dia telah berjanji tidak akan mengkhianatinya tidak akan melepaskan nya. Tapi Jordy tidak tega jika melihat Reeneta selalu tersakiti, Jordy tidak ingin melihat Reeneta masuk rumah sakit lagi.
__ADS_1
" Tuan.. acara akan segera di mulai," kata seorang pelayan hotel yang sudah berada di depan pintu kamar Jordy.
Jordy dan Willy segera keluar dan menuju sebuah ruangan yang tak begitu besar dan telah di sulap pihak hotel untuk mini party kali ini.
##
Reeneta masih berjalan mengikuti pria suruhan tante Anita. Ia dibawa ke sebuah ruangan kecil yang berada di samping ruangan tempat Jordy dan Aira akan melangsungkan pertunangan nya.
" Dimana acaranya, " tanya Reeneta yang merasa aneh dengan ruangan kecil ini.
" Di sebelah sana non, dari sini nona bisa melihat ke arah ruangan pesta. Tapi yang berada di ruangan sana, tidak bisa melihat nona, " kata pria itu sambil menunjuk ke sebelah ruangan yang ternyata sudah banyak diisi oleh tamu undangan
" Silahkan duduk , acaranya akan dimulai 10 menit lagi. Segera setelah acara selesai nona bisa segera keluar , saya menunggu diluar untuk mengantar anda kembali ke apartemen," lanjut pria itu. Reeneta mengangguk pelan.
Reeneta duduk dikursi yang ada sambil memandang ke ruang pesta tersebut. Sudah ada Cici dan keluarga nya disana, lalu Aldy dan keluarganya juga memasuki ruangan. Aldy segera menghampiri Cici, kemungkinan menanyakan keberadaan Willy, karena dah tadi Reeneta tidak melihat sosok Willy.
Meskipun bisa dibilang ini privat party ternyata yang diundang oleh Tante Anita juga cukup banyak, mungkin selain mengundang keluarga , Tante Anita juga mengundang rekan bisnis nya.
Reeneta tersenyum memandang Jordy, ingin sebenarnya ia berlari menghambur ke arah Jordy. Rasa kangennya begitu memuncak, baru empat harian tidak bertemu Jordy tapi seakan dunianya sudah kalang kabut. Kerinduannya tak tertahankan, tapi sayangnya harus ditahannya perasaannya itu. Ia tahu ia sekarang hanya menunggu akhir dari hubungannya dengan Jordy.
Tringg...Tringg...
Tante Anita menelepon dirinya.
" Hallo Reen, maaf tidak bisa mengundang mu masuk ke ruang pesta yaa.. Aku tak mau Jordy jadi goyah lagi ", kata Tante Anita.
" Apa yang ingin Tante bicarakan sebenarnya? " tanya Reeneta.
" Aku ingin mengingatkan kamu Reen.. agar tetap menepati janjimu, " kata Tante Anita.
" Aku mengerti, aku tidak akan pernah ingkar, setelah aku melihat dengan mataku sendiri jika Jordy benar-benar melakukan pertunangan itu, Dia tidak akan pernah bisa melihatku lagi. Seperti yang Tante bilang, itu artinya dia telah melepaskan ku.. " ucap Reeneta.
" Aku ingin jujur padamu tentang satu hal Reen..." kata Tante Anita, Reeneta diam menunggu Tante Anita melanjutkan perkataannya.
__ADS_1
" Aku sama sekali tidak pernah membencimu, bahkan aku sangat menyukai mu", kata Tante Anita parau.
" Aku melakukan ini semua demi bisnis papa nya Jordy , Aku minta maaf atas semua yang kulakukan ini akan menyakiti mu dan Jordy", kata Tante Anita.
Tanpa terasa Reeneta meneteskan air matanya, Ia lalu mematikan telepon nya.
' Semuanya sudah terlambat', kata Reeneta dalam hati.
Tak selang lama Aira memasuki ruangan , Aira tampil cantik dengan gaun warna merah yang pas di badannya.
" Seandainya itu aku, " kata Reeneta pada dirinya sendiri.
Reeneta kembali memandang Jordy yang berekspresi datar, tidak ada senyum atau kebahagiaan di wajah tampan Jordy. Reeneta tahu, Jordy pasti sangat tersiksa harus melakukan hal yang tidak disukainya.
" Semoga kamu selalu bahagia Jord, meski tanpa aku", kata Reeneta sambil memandang Jordy.
Lalu pandangan manta Reeneta beralih ke arah Willy, Cici dan Aldy tiga sahabat Jordy yang amat baik hati, selalu membantu Jordy dan dirinya.
" Terimakasih teman-teman", kata Reeneta lagi.
Setelah berbagai sambutan dan acara yang tak jelas, tiba waktunya untuk Jordy memasangkan cincin di jari manis Aira.
Reeneta menangis melihatnya, ketika tangan Jordy mengeluarkan sebuah cincin dan menyambut jari Aira.
' Jordy benar-benar akan memakaikan cincin itu di jari wanita lain' , kata Reeneta dalam hati.
Reeneta pergi tanpa melihat adegan selanjutnya, dengan tangis berurai.
" Non, mau saya antar", kata pria yang mengantarkan nya kesini.
Tapi Reeneta tidak mengindahkan pertanyaan pria itu dan segera pergi berlari dari tempat itu.
***
__ADS_1