Dia Canduku..

Dia Canduku..
127.


__ADS_3

Pagi ini bersinar sangat cerah, secerah impian masa depan yang akan dilalui oleh dua sejoli yang sedang di mabuk asmara.


Reeneta dan Jordy menjalani kehidupan honeymoon dengan bahagia. Tiba saat nya untuk kembali ke kota Global dan menjalani kehidupan berumah tangga yang lebih menantang. Karena ke depannya, mereka tidak tahu apa yang akan terjadi dan harus di lewati.


" Apa semua sudah siap?" ,tanya Jordy pada Reeneta yang sedang mengepak barang-barang di koper.


" Aku tidak yakin", ucap Reeneta bimbang.


" Kenapa?", Jordy menghampiri Reeneta yang kelihatan sedikit frustasi.


" Kau yakin , mau bawa pulang semua ini? ", tanya Reeneta sambil menyerngit kan dahinya.


" Tentu saja, aku menyiapkan banyak souvenir untuk dibagi-bagikan nantinya", ucap Jordy.


" Tapi ini terlalu banyak... Dan rasanya ini barang yang kurang berguna .. Toh yang seperti ini juga banyak di Global kan Jord ..", kata Reeneta.


" Beda dong sayang, ini kan khas pulau Dewa dan lagi ini kita beli untuk memperingati honeymoon kita lho, Mau berguna atau tidak, yang penting niatnya ", kata Jordy bersemangat.


Reeneta masih terlihat kesal.


Jordy memang membeli banyak hiasan dinding, patung, gelang, dan lainnya dan katanya semua akan dibagikan ke teman- teman dan family.

__ADS_1


" Ya sudahlah", ucap Reeneta menyerah.


Sebenarnya daripada membeli barang-barang kecil yang banyak begini, Reeneta lebih suka membelikan hadiah yang langsung besar dan langsung terlihat. Lebih praktis.


Tapi Jordy memang seringkali bertingkah seperti anak-anak, semaunya sendiri.


Jordy tersenyum bahagia. Ia tahu Reeneta tak begitu suka printilan kecil seperti itu, tapi ia ingin beda dari yang lain untuk kali ini , memberikan hadiah tak melulu harus yang besar dan mahal. Souvenir - sovenir kecil ini bagus dan awet jadi Jordy sengaja memilihnya, meskipun nantinya akan terlihat norak.


Reeneta dan Jordy sudah sampai di bandara pulau Dewa, sebentar lagi mereka akan terbang ke kembali ke kota Global.


Pancaran kebahagian dua sejoli ini memang tak dapat di tutupi lagi.


Akhir yang bahagia dari sebuah penantian yang melelahkan melewati lika - liku drama takdir dari Sang pembuat Scenario.


*


Pesawat landing dengan sempurna di bandara kota Global.


Reeneta dan Jordy melangkahkan kakinya dengan mantap.


" Kita sampai sayang", ucap Jordy.

__ADS_1


" Aku sedikit takut Jord", kata Reeneta.


" Kenapa?", tanya Jordy.


" Setelah ini, banyak pekerjaan yang menanti kita, Kau akan sibuk dengan Grow.bag dan Aku.... Harus memenuhi janjiku untuk oma... Artha Grup...", kata Reeneta.


" Kamu tenang yaa sayang, aku pasti berusaha untuk bantu, kita berdua pasti bisa melalui semua ini", ucap Jordy menenangkan hati istrinya.


Ia tahu... Reeneta pasti sedikit tertekan karena tiba-tiba harus menjalankan bisnis perusahaan sebesar Artha Grup, apalagi ini pertama bagi nya.


Reeneta mengangguk pelan. Ia tahu semua hal yang sudah terjadi pasti memanglah yang terbaik dan semua masalah pasti bisa diatasi bersama - sama dengan suaminya.


" Love you", bisik Jordy ke telinga Reeneta pelan. Jordy menguatkan Reeneta.


" Love you too...", balas Reeneta.


Mereka berdua mantap melangkahkan kakinya, berdua bersama menjalani kehidupan yang siap menyongsong dan menanti ke depannya.


Entah itu halangan , rintangan , apapun yang menerjang semoga dua sejoli itu mampu bertahan, saling menguatkan satu sama lainnya.


Tidak memberikan ruang bagi kesalahpahaman dan ke keegoisan yang mampu menghancurkan...

__ADS_1


END


~


__ADS_2