Dia Canduku..

Dia Canduku..
62.


__ADS_3

Hari ini cuaca terlihat lebih gelap, mendung enggan pergi sejak pagi. Reeneta bersiap - siap untuk menemui Tante Anita. Tapi ada keraguan di hatinya, ia yakin Tante Anita ga mungkin berubah merestui hubungannya dengan Jordy dalam sekejap.


' Lalu apa yang ingin dibicarakan tante Anita denganku? ' , batin Reeneta.


Hari ini Reeneta memakai celana jeans hitam dan kemeja polos, rambut panjang nya ia kuncir kuda ke atas. Ia yakin apapun yang di pakainya tetap tak mungkin sesuai ekspektasi Tante Anita, jadi ia memilih untuk menjadi dirinya sendiri.


Ia berjalan keluar, Cafe Centaury hanya berjarak dua kilometer dari apartemen nya dan ia memilih untuk berjalan kaki saja, toh hari ini cuaca juga tidak panas.


Langit semakin gelap, entah mengapa ini membuat hati Reeneta semakin tak karuan. Meskipun masih siang hari tapi langit sudah seperti hampir petang . Ia mempercepat langkah nya agar cepat sampai ke Cafe tersebut.


Reeneta tiba di tempat tujuan pukul 15 menit lebih awal. Ia lega hujan juga belum turun.


" Maaf , sudah melakukan reservasi ?", Waitress menyapa ku di depan pintu masuk.


" Maaf mba ... saya belum. Tapi apa ada reservasi atas nama Ibu Anita?", tanyaku padanya. Lalu Ia terlihat melihat catatan nya.


" Ohh , iyaa ada , Mari saya antar", Reeneta masuk ke dalam dan duduk pada tempat tang disediakan.


Suasana Cafe ini begitu artistik dan bergaya retro. Sebagian meja juga sudah terisi, sepertinya banyak disukai oleh kalangan menengah ke atas karena gayanya banyak yang berpakaian formal dan memang seperti nya ini cafe cukup terkenal.


Reeneta memandang sekitar, ia merasa agak gugup berada di tempat ini dan karena ini baru pertama kalinya juga ia menemui Mama Jordy sendirian , tanpa Jordy.


Sepuluh menit berlalu dan Tante Anita akhirnya sampai.


" Wah... Ternyata kamu ontime juga yaa", kata tante Anita yang langsung duduk dihadapan Reeneta. Reeneta pun tersenyum menyambutnya.


Waitress datang dan membawakan dua gelas air putih lalu memberikan buku menu.


" Silahkan, berkenan pesan apa ", kata Waitress itu ramah.


Tante Anita membuka buku menu dengan pelan.

__ADS_1


" Matcha hangat satu mbak, ahh Reen... kamu mau apa?", Tante Anita memandang pada Reeneta.


" Americano satu" , kata Reeneta.


" Itu dulu saja mbak..", kata Tante Anita yang menyerahkan buku menu pada Waitress, yang langsung meninggalkan meja mereka.


" Gimana Reen , apa kabar kamu?" ,tanya Tante Anita.


" Baik Tante", jawab Reeneta.


" Yahh.. kelihatannya memang begitu, kamu sama sekali tidak terganggu dengan hal terakhir kita bertemu. Reeneta bisa kita langsung bicara pada inti nya saja ya, aku kurang suka berbasa-basi", lanjut nya lagi.


Reeneta mengangguk.


" Berapa uang yang kamu minta agar kamu mau meninggalkan Jordy?", kata Tante Anita.


Blaaarrr ⚡


Suara rintik hujan mulai terdengar.


Waitress kembali ke meja mereka mengantarkan pesanan,


" Terimakasih mbak", kata Tante Anita dengan tersenyum, dan Waitress segera pergi.


" Kenapa diam Reen", Tante Anita kembali memandang Reeneta.


" Aku tidak mengerti arah pembicaraan Tante mau kemana", kata Reeneta masih menunjukkan wajah datarnya.


" Ayolah... Aku dengar kamu juga orang yang pandai, jadi tak perlu menanyakan lagi, apa maksudku bukan",


" Bukannya kamu mendekati Jordy untuk mendapatkan uang ", lanjut Tante Anita.

__ADS_1


" Bagaimana bisa anda menyimpulkan hal seperti itu, tanpa anda tahu aku ini seperti apa", Reeneta tak bergeming.


" Siapa yang tak akan berfikir seperti itu, kamu gadis yang tak jelas dari mana , tak punya keluarga dan identitas , bisa tiba-tiba datang menggoda Jordy, aahhh.. Apa menurut mu aku bodoh , percaya pada cinta kalian",


" Dan lagi Apartemen itu bisa kamu miliki juga, asal kamu melepaskan Jordy", ucap Tante Anita.


" Aku mencintai Jordy tanpa ingin mendapatkan keuntungan apapun. Aku hanya butuh dirinya saja", jelas Reeneta.


" Iya, karena kamu memang mencintai uang Jordy kan?" ,lanjut Tante Anita.


" Jangan hina cinta kami lagi, Anda bahkan gak punya hak untuk melakukan itu", balas Reeneta.


" Cukupp!! Seratus juta? Lima ratus juta atau satu milyar? Sebut saja dan akan ku berikan ", lanjut Tante Anita.


" Aku bilang aku tak butuh uang Jordy, Aku hanya menginginkan dirinya. Jadi, kenapa anda sangat membenci ku?", tanya Reeneta.


" Hhhhaa.. aku bukan nya membenci mu Reen, tapi kamu memang tidak pantas saja untuk bersanding dengan Jordy, lagi pula aku sudah menjodohkan anakku dengan orang yang sepadan", jelasnya.


Reeneta memandang Tante Anita. Akhirnya dia tahu mengapa Mama Jordy bersikukuh memisahkan mereka. Karena Jordy sudah dijodohkan ternyata.


" Apa Jordy tahu soal perjodohan yang Anda lakukan?" , tanya Reeneta.


" Tentu!! Tapi hanya karena kamu. Hanya karena Wanita seperti kamu, Jordy menolak nya",


Reeneta tersenyum.


" Aku juga tidak bisa melepaskan Jordy. Anda benar benar tidak tahu apa artinya Jordy untukku. Dia hidupku, mohon Tante bisa memberikan izin dan restu mu", ucap Reeneta.


Byuur... Segelas air putih menyiram tepat di wajah Reeneta. Tante Anita menjadi terlihat makin berang.


" Kamu... Beraninya bicara seperti itu ", suara Tante Anita meninggi, membuat semua orang yang duduk di dekat meja Reeneta memandang ke arah Reeneta dan Tante Anita.

__ADS_1


***


__ADS_2