Dia Canduku..

Dia Canduku..
110.


__ADS_3

" Hallo Qai, ada apa?" , tanya Reeneta setelah memegang handphone nya.Dengan nafas tersengal dia mulai bisa bicara.


" Reen, kamu dimana? Aku ada di depan unit apartemen mu, tapi kau tak membukakan pintu untukku. Aku sudah gedor - gedor pintu nih", kata Qaila di seberang.


" Maaf Qai, aku tidak di sana" , ucap Reeneta.


" Lhah terus kamu dimana Reen, kamu baik baik saja kan, suaramu?", tanya Qaila agak bingung.


" Aku, baik-baik saja Qai, Emm, ditempat Jordy", ucap Reeneta.


" Haah? Kenapa?" , Suara Qaila mengeras, kaget dengan ucapan Reeneta.


" Yaa.. Jordy , Jordy..heyy, lihat jam berapa ini.. ini sudah dini hari Qai, kenapa kau kesana?", tanya Reeneta berusaha mengalihkan pembicaraan.


" Aku barusan lembur Reen , besok ada persidangan yang harus kutangani,kupikir aku bisa menginap bersamamu", ucap Qaila lesu.


" Apa ? Kalau begitu Aku akan menjemputmu!" , kata Reeneta.


" Tidak .. tidak perlu,sebenarnya aku bersama Aldy, untunglah dia masih bersamaku, aku akan diantar nya pulang", kata Qaila.


" Ohh..oke ", kata Reeneta.


" Tapi kenapa kamu disana Reen?", selidik Qaila.


" Yaa, begitulah.. proyek" , jawab Reeneta singkat.


" Kau yakin?", tanya Qaila.


" Apa sih Qai ..", ucap Reeneta.


" Oke oke, aku gak ganggu lagi kalau begitu, have fun yaa Reen...", Ucap Qaila sambil cekikikan.


Sambungan telepon terputus.


" Kenapa Qaila" , tanya Jordy.


" Ahh, tadinya mau numpang tidur sih, katanya habis lembur, tapi karena akunya disini jadi dia..", Reeneta tidak melanjutkan perkataannya.


" Bukanya Si Aldy ada sama dia, kenapa gak ke tempat si Aldy aja sih, kenapa mengganggu saja" , kata Jordy kesal.


Reeneta hanya menggelengkan kepalanya.


" Laanjut sayang..", ucap Jordy sambil membuka lebar tangannya, mengisyaratkan agar Reeneta masuk ke dalam pelukannya.


" Oo tidak bisa" , kata Reeneta sambil berlari menuju kamar.


" Ehh, Reen, nanggung tau" , kata Jordy setengah berteriak.

__ADS_1


" Bodo amat, aku mau tidur" , teriak Reeneta.


" Reen ..." , Jordy masih berusaha tapi ia tersenyum kemudian. Tahu jika sesuatu yang diinginkan nya harus ditahan dulu.


Sampai di kamar Reeneta langsung membungkus tubuhnya dengan selimut. Perasaan nya campur aduk, dan ia merasa deg degan. Apa yang dilakukannya buka pertama kali dalam hidupnya, tapi tetap saja jantungnya berirama tidak beraturan.


---


Di tempat lain...


" Kemana dia?", tanya Aldy sambil menyalakan mesin mobilnya.


" Di tempat Jordy katanya", ucap Qaila yang sibuk membenahi set-belt nya yang belum terpasang sempurna.


" Wah.. gila sih..ngapain?", kata Aldy.


" Entah...", ujar Qaila.


" Bukan nya si Reeneta masih marah sama Jordy yaa", kata Aldy.


" Ahh..benar juga, entahlah, mungkin sudah baikan", ucap Qaila.


" Kau tau kan, Reeneta bukan orang yang bisa selalu marah jika ketemu sama orang ",sambung Qaila.


" Wooah", Aldy cengengesan.


" Jordy pasti, sudah...Ahh.. kamu pasti sudah mengganggu mereka.. ", Aldy terlihat berpikir.


"Jangan berpikiran yang aneh-aneh" , kata Qaila, ia tak ingin Aldy memikirkan hal yang aneh-aneh tentang Reeneta.


" Kenapa?Mereka Dua orang yang sudah dewasa lhoh" , sambung Aldy.


" Kita juga dua orang yang sudah dewasa lho Al" , celoteh Qaila.


" Beda lah Qai, mereka jelas-jelas pasangan , kitaa..." , Aldy menghentikan perkataan nya, ia melirik Qaila.


" Tidur di tempatku saja yaa, lebih dekat dari kejaksaan juga ", lanjut Aldy.


" Baiklah terserah saja, aku juga sudah mulai mengantuk ",kata Qaila yang menguap.Aldy tersenyum.


" Qai .." , ucap Aldy yang setengah setengah.


" Aku tak tau apa yang kau pikirkan, aku pikir semua di antara kita sudah jelas , tapi sepertinya aku juga butuh kejelasan Qai?", sambung Aldy.


Tapi hening, Qaila tidak menyahut, diliriknya Qaila yang ternyata sudah tertidur .


" Selalu saja , di saat penting, selalu saja dia tidur seperti itu. Kasian , doa pasti bekerja terlalu keras", Aldy tersenyum memaklumi tindakan Qaila.

__ADS_1


Sudah selama lebih dari 7 tahun hubungan keduanya masih saja abu-abu. Aldy selalu sibuk proyek bersama Grow.bag sedang Qaila selalu berurusan dengan pengadilan.Meskipun mereka berdua sama sama tahu , keduanya sebenarnya saling mencintai sejak lama.


---


Pagi menjelang...


Dua porsi Roti bakar dengan selai coklat kacang sudah siap diatas meja. Dua cangkir kopi juga sudah tersedia dengan asap yang masih mengepul.


Jordy bangun dari tidurnya karena bau manis mentega dari roti yang terbakar membangunkannya. Dilihatnya Reeneta sudah siap mengalungkan handuk di lehernya.


" Kau mau mandi? Sekarang? ", tanya Jordy sambil melingkarkan tangannya di pinggang Reeneta.


" Yups", ucap Reeneta singkat.


Jordy mengecup kening Reeneta, lalu dilepaskan tangannya, membuat Reeneta bisa bergerak bebas lagi.


" Kopimu, sudah siap Jord" , kata Reeneta sambil berlalu.


Jordy hanya mengangguk, mengambil salah satu cangkir dan membawanya ke balkon. Diambilnya satu batang rokok dan menyalakannya. Asap rokok mengebul dengan cepat. Sambil sesekali menyesapi kopi buatan Reeneta.


" Ini pagi terindah dari tahun-tahun terakhir ini", kata Jordy yang nampak bahagia.


" Selama tiga tahun terakhir, tak pernah aku tidur senyenyak ini, dan bangun sebahagia ini" , sambungnya lagi.


Reeneta keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya yang digelung dengan handuk. Niatnya ingin menghampiri Jordy di balkon.


" Kau tidak makan , maaf hanya ada roti di kulkas mu, hanya itu yang bisa ku masak..", kata Reeneta.


" Gapapa Reen", ucap Jordy langsung mematikan batang rokoknya meski belum habis.Ia tak ingin Reeneta terkena asap rokok miliknya. Di ajaknya Reeneta masuk ke ruangan dan di dudukannya di sofa.


" Aku bantu keringkan rambutmu", kata Jordy yang melepas handuk di kepala Reeneta. Reeneta hanya mengangguk. Jordy mengusap usap dengan lembut rambut Reeneta.


" Kenapa keramas pagi-pagi Reen?Kalau ada orang lihat, dipikirkan nya semalam kau habis main sama kekasihmu ini" , kata Jordy terkekeh.


" Baru saja pikiran orang, kenapa harus dipedulikan.." , jawab Reeneta singkat.Jordy tertawa.


" Kau tak pernah bantu wanita lain mengeringkan rambut seperti ini kan?", tanya Reeneta.


" Aku ya, menyentuh wanita lain saja tidak mau sayang..", kata Jordy .


" Bohong .." , kata Reeneta.


" Reen..tau tidak wanita memang selalu ingin mulai pertengkaran dengan kekasihnya yaa, selalu saja menyulut api yang tidak perlu", kata Jordy.


Reeneta tertawa. Ia tidak menyangka Jordy akan setenang itu. Biasanya Jordy akan bersumpah hanya Reeneta satu-satunya.


--

__ADS_1


__ADS_2