
Tiga tahun kemudian...
Setelah kejadian memilukan tiga tahun yang lalu, Semua sudah kembali normal, kehidupan kuliah Reeneta juga berjalan seperti biasanya lagi. Kuliah , belajar, ngumpul dengan teman-temannya sudah menjadi rutinitasnya.
Meskipun begitu ia tetap berusaha mendapatkan nilai yang sempurna agar tetap terus mendapatkan beasiswanya. Kini Reeneta dan kawan-kawannya sudah berada di tahun terakhir kuliahnya. Mereka baru saja menyelesaikan kuliah magang di perusahaan keluarga Cici, dan semester depan sudah bisa mulai mengerjakan skripsi sebagai syarat kelulusan untuk menyandang gelar Sarjana.
" Ahh syukurlah semua sudah selesai", kata Aldy di suatu sore saat mereka berkumpul di Cafe More.
" Untung kalian berada di dekat Reeneta, jadi bisa dapat vibes positif dan bisa menyelesaikan semua tepat waktu", kata Cici menyindir teman-temanya sambil tertawa.
" Kalau aku tidak masuk hitungan.. aku memang sudah Pandai dari lahir, entah lah jika Jordy dan Aldy", kata Willy
" Apa Apaan kalian? Tapi memang rasanya kuliah ini aku jadi makin rajin. Mungkin benar juga karena terpengaruh sama kamu Reen.. iya kan Jord?", kata Aldy sambil melirik ke arah Reeneta.
Jordy dan Reeneta hanya tersenyum dan menertawakan tingkah Aldy.
" O iyaa.. manager di kantor sangat memuji kamu loh Reen, sampai merekomendasikan kamu langsung ke Papa", kata Qaila.
" Syukur dehh.. aku juga seneng banget kerja disana Ci", kata Reeneta.
" Kala kamu sudah lulus dan ngelamar kerja disana, langsung masuk deh pokoknya tanpa test lagi", ucap Cici.
" Mau banget Ci..." , Reeneta nampak bahagia.
" Reeneta ga akan kerja dimana-mana, apalagi bareng manager genit itu..", kata Jordy.
" Bosss yang sesungguhnya sudah angkat bicara tuh", ledek Aldy.
" Bener banget... si Jordy cemburu banget... tiap hari berangkat magang bukan untuk kerja tapi ngelihatin pak manager berani gangguin Reeneta atau enggak.. Hhhaa" , kata Willy.
" Mana manager nya masih muda dan tampan", ledek Cici.
Jordy tersipu malu.
" Haii..sorry aku telat datang", Qaila terburu-buru dan langsung duduk di bangku kosong di samping Aldy.
" Kamu sibuk banget yaa?", tanya Cici.
" Huuuhu.. banyak mata kuliah yang harus ngulang, Sepertinya aku gak bisa lulus bareng kalian deh...", kata Qaila sedih.
" Wiiwww...makanya yang rajin kaya gue, biar lulus tepat waktu", kata Aldy yang menyenggol Qaila.
" Isshhh.. kamu tu cuma faktor beruntung aja kaleee....", kata Qaila mencubit lengan Aldy.
" Berjuang yaa Qai.. ", kata Reeneta dan dibalas dengan anggukan yang sedih oleh Qaila.
" Nahhh.. karena kalian sudah ngumpul semua, aku mau kasih pengumuman yang penting banget nihhh," kata Willy.
__ADS_1
Semua mata penasaran tertuju ke arah Willy yang duduk bersebelahan dengan Cici.
" Ehmm.. teman teman , minta doanya dehh.. bulan depan kami sudah tunangan dan dalam waktu dekat akan segera menikah ", kata Cici.
" Whattt?? Secepat ini?", tanya Qaila.
" Mungkin sebelum lulus kami sudah resmi menikah ", kata Willy.
Jordy segera berdiri dan memeluk Willy sahabatnya itu,
" Selamat Will!!", kata Jordy.
" Thank you.. Kamu juga secepatnya nyusul Jord", kata Willy sambil menepuk bahu Jordy.
" Tunggu Reeneta siap, kalau aku sih sekarang juga hayyuk", kata Jordy menggoda Reeneta, tapi Reeneta hanya tersenyum nyengir.
" Selamat yaa Cii.." , Reeneta juga memeluk Cici.
" Ihhh.. Kalian benar-benar pasangan terUWU dehhh.. bisa saling setia sejak kecil" , kata Qaila.
" Mau gimana lagi Qai, Willy gak bisa pisah sama aku, hhhhee", ucap Cici.
" Hufft...", Aldy hanya bisa menghela nafas.
" Qai.. kamu gak mau segera meresmikan hubungan mu dengan Aldy?", Willy menyahut.
Wajah Aldy dan Qaila tiba-tiba memerah, mereka ga menanggapi perkataan Willy.
" Memang Qaila dan Aldy kenapa?", tanya Reeneta yang terlihat penasaran.
" Hhhhha.. Gapapa Reen, aku gapapa, Biasalah Willy cuma bercanda", sahut Qaila sambil melotot ke arah Jordy, Wily dan Cici yang tertawa terbahak-bahak.
***
" Sibuk amat sih Reen..", kata Qaila yang melihat Reeneta sibuk di depan laptopnya.
" Nyicil skripsi Qai.. Kali aja besok langsung lulus, hheee", kata Reeneta.
" Argghh... aku iri dengan kalian, sudah bisa lulus semester depan", kata Qaila.
" Emmm.. tapi kenapa tiba - tiba kamu datang ke sini?", tanya Reeneta heran.
" Aku kangen lahh sama kamu, kamu sibuk magang belakangan kan, aku ga punya temen curhat", kata Qaila.
"Hmm Qai.. kamu ga mau jujur sama aku?", Reeneta menutup laptopnya dan duduk di sebelah Qaila.
" Apa ?", tanya Qaila.
__ADS_1
" Aldy?", Reeneta menyenggol tubuh Qaila.
" Isshhh, Gada apa-apa aku sama Aldy tu.. Dia itu sama tiap Cewek juga di gombalin", kata Qaila dengan wajah kesal.
" Sama dong.. kamu sama tiap cowok juga digombalin kan?", Reeneta tertawa.
" Hhhaaa. Makanya kita ga cocok, Tapi aku juga kepikiran sesuatu.. ", Qaila menerawang.
" Apa?", Reeneta penasaran.
" Pernikahan... Aku iri Willy dan Cici bisa menikah muda..", ucap Qaila.
" Kalau kamu punya pasangan bisa juga langsung nyusul sekarang", kata Reeneta.
" Kamu??", Qaila menatap Reeneta tajam.
" Kenapa aku?", tanya Reeneta.
" Kamu belum mau menyusul nikah muda kan? Aku ga mau yaa.. ditinggal nikah kalian semua", kata Qaila menunjukkan ekspresi sedih.
" Hahhaha.. Apa apan sihh kamu", Reeneta memukul Qaila.
" Reen.. kamu sudah pernah tidur dengan Jordy", tanya Qaila masih menatap Reeneta dengan menyelidik.
" Sering Qai, Jordy kan sering menginap disini" kata Reeneta santai.
" APAAA???? ", kata Qaila menjerit. Reeneta menatap Qaila dengan heran.
" Kalaupun kamu cinta banget sama Jordy.. jangan sampai kamu jadi bodoh dehh", sambung Qaila.
" Memang kenapa?? Oohhh.. Qai.. kamu jangan mikir yang macem macem yaa..kadang tuh yaa Jordy tidur di sofa kita gak ngapa-ngapain", kata Reeneta.
" Yang betul", tanya Qaila penasaran.
" Aku masih gadis ting ting Qai....", kata Reeneta yang keduanya langsung tertawa terbahak-bahak.
" Kalian udah pacaran lama tapi gak melakukan itu, apa jangan-jangan Jordy ga bisa ?", tanya Qaila.
" Huuush.. jangan ngomongin Jordy kaya gitu yaa", kata Reeneta.
" Hhahaa... orang sedingin Jordy.. gimana yaa kalau ngelakuin itu ...", ucap Qaila menggoda Reeneta.
" Ihhh.. kenapa jadi ngomongin pacar aku??", kata Reeneta kesal.
Qaila tertawa terbahak-bahak
" Kalian berisik sekali, sampai aku masuk pun kalian gak nyadar??", Kata Jordy tiba-tiba sudah di belakang Reeneta.
__ADS_1
###