Dia Canduku..

Dia Canduku..
30.


__ADS_3

Malam semakin larut, hawa dingin semakin menusuk tulang. Qaila yang pergi bersama Aldy sedari tadi nongkrong di cafe tempat Aldy selalu Mabar. Anehnya Qaila menikmati keseruan main game yang tak pernah ia mainkan ini.


" Sudah jam 11 malam, aku capek, bisa antarkan aku pulang.. " , Kata Qaila. Aldy hanya memandangnya dan mengangguk pelan.


" Kamu hebat juga yaa kalau main game dari tadi bisa menang terus", lanjut Qaila.


" Kau tau julukan ku ada dewa game , semua game baru bisa ku kuasai dengan cepat", kata Aldy.


Mereka mulai menuruni tangga menuju parkiran mereka berjalan beriringan sambil sesekali saling menggoda dan saat itu pula telepon Aldy berdering.


" Hay Will, Gimana honeymoon nya ?" , Kata Aldy dengan tertawa mengejek. Lalu Aldy terdiam sebentar, matanya sedikit membelalak dan ada rona terkejut disana.


" Apa? Ga mungkin , kamu bohong kan? " , Aldy berhenti berjalan , Qaila ikut berhenti disampingnya. Qaila hanya bisa memandangi Aldy.


" Jordy sama Reeneta, kami berpisah petang tadi, Aku Gatau sekarang mereka dimana, gimana dong? Oke.. Oke kamu tenangin Cici, Aku bakal suruh Qaila coba hubungin Reeneta, " Aldy menutup teleponnya.


" Qai coba telpon Reeneta , cari tau Jordy dimana", kata Aldy. Qaila yang tau ini situasi mendesak langsung menurut.


" Hallo..... Hallo Reen..... Kamu dimana? ..... Ahh, kalau Jordy ?..... Syukurlah..... Aku lega kalau gitu , daaah, love you ", Qaila menutup teleponnya.


" Jordy tidur di tempat Reeneta" , kata Qaila.


"Ahh syukur kalau gitu" , Aldy lega.


" Ada apa sih ?" ,


" Silvy pulang" ,


" Siapa Silvy?" , Tanya Qaila.

__ADS_1


" Mantannya si Jordy",


" Cuma mantan? Kenapa kalian heboh banget sih, kamu juga tegang banget",


" Dia psyco, wanita tergila yang pernah gue kenal",


" Maksudnya? ",


" Dia .. pernah hampir bunuh Willy" , Kata Aldy menatap kosong.


" Apaa?? Willy ?" , kata Qaila terlihat syok.


" Iyaa.. Willy kita " Aldy terdiam lagi.


" Kok bisa ? ",


" Ceritanya panjang banget Qai, ga mungkin selesai aku ceritakan malam ini ", kata Aldy yang mulai lesu.


Aldy yang tak bisa berkelit lagi akhirnya menceritakan secara singkat tentang masa lalu mereka.


" Aku gatau dia siapa dan bagaimana wataknya, tapi aku malah takut sekarang",


" Kenapa ?", tanya Aldy.


" Reeneta Al, Jordy sekarang dekat sama Reeneta. Apa ini tidak akan membahayakan Reeneta ? ",


" Entahlah,, kami hanya bisa berharap Silvy tidak akan macam macam kali ini", kata Aldy.


" Apes banget Reeneta ku, sampai sekarang dia belum tau tentang kalian. Dan sekarang harus menghadapi masalah baru lagi", sambung Qaila.

__ADS_1


" Apa Kamu ga kasih tau Reeneta tentang kami?",


" Belom, dia tidak peduli sama sekali waktu itu. Jadi aku gak mau mengungkitnya lagi. Aku gak mau mengganggu ketenangan nya. Dia harus bisa lebih bahagia, mengingat kesusahan yang telah ia alami selama ini", kata Qaila.


" Kamu sangat pengertian Qai", Aldy reflek membelai rambut Qaila dan Qaila hanya termangu memandang Aldy.


***


Telepon berdering, Reeneta berusaha meraih hp di atas meja agar tidak membangunkan Jordy yang masih tidur di pangkuannya.


"Hallo Qai, Ada apa ? " Kata Reeneta kepada Qaila di seberang sana.


"Ahh.. Aku sudah kembali ke apartemen dari tadi" ,


" Jordy ? Sehabis mengantarkan aku pulang ia ketiduran , Sekarang masih disini" ,


" Oke Qai, bye..." , Reeneta menutup teleponnya.


Reeneta kembali menatap wajah Jordy, lelaki yang sekarang tidur terlelap ini. Begitu damai, parasnya yang indah membuat Reeneta enggan memalingkan wajahnya.


' kamu , malaikat yang entah dari mana bisa datang ke kehidupan ku Jord' , bisik Reeneta dalam hati.


' Seandainya aku ga bertemu denganmu, kehidupan ku pasti masih sama seperti dulu. Tak berwarna... '


Reeneta menerawang jauh kembali ke ingatan waktu SMA nya dimana ia bekerja kesana kemari sampai malam, bahkan belajar pun hingga larut , tidak punya teman selain Qaila . Dan jika dibandingkan dengan saat ini yang semua biaya hidupnya ditanggung oleh Jordy, keadaannya memang berbanding 180°.


Kadang ia merasa malu pada Jordy, dan takut sewaktu-waktu hubungan mereka bisa berakhir. Kalau itu sampai terjadi ia tidak akan bisa berdiri setelah nya , karena selama ini Jordy telah menopang nya.


Reeneta hanyut dalam lamunannya sendiri dan tak terasa ia sudah terlelap dalam mimpi.

__ADS_1


###


__ADS_2