Dia Canduku..

Dia Canduku..
47.


__ADS_3

Hari telah berganti malam, Reeneta masih sendirian di dalam kesunyian ruangan tempat dia di tawan. Pikirannya kacau kemana-mana. Ia belum makan apapun sejak tadi malam. Ia ingat terakhir makan mie rebus dengan Jordy.


' Jordy aku kangen' , bisik nya dalam hati.


Bayangan-bayangan tentang kebersamaan nya bersama Jordy kembali menyeruak membuatnya semakin kedinginan. Ia memeluk tubuhnya sendiri dengan air mata yang menetes.


' Apa kamu bahagia saat bersama mantan kekasihmu? Meski kamu pernah bilang hubungan mu dengan nya tak seperti hubungan mu denganku. Apa kamu lebih menyukainya?'


Reeneta amat galau, Ia bukannya takut akan keselamatan nya, tapi ia merasa cemburu dengan fakta Jordy pernah memiliki kekasih sebelumnya.


' Aku sudah seperti seorang pesakitan, tanpa kamu layaknya layang - layang yang putus. Tanpa arah tanpa tujuan, hanya mengikuti kemana angin berhembus. Kamu adalah obatku, Canduku',


' Aku tak pernah merasakan kenyamanan seperti saat bersamamu, aku takut aku tak bisa melihatmu lagi Jord'


Reeneta meracau pelan dalam kesendirian nya. Ia menangis sendiri dan lama - kelamaan Reeneta terlelap dalam tidurnya.


***


Sore itu , Jordy akhirnya kembali ke apartemen Reeneta. Disana sudah menunggu Aldy yang memang tengah menunggu kedatangannya sejak kemaren.


" Kamu dari mana Jord ? Dari kemaren ga ada kabar", Aldy menghampirinya.


" Ceritanya panjang Al, aku mencari Kelompok preman mana yang sudah di sewa oleh Silvy... ", jawab Jordy.


" Sendirian ? Kenapa ga bilang? Aku bisa bantu" , kata Aldy.

__ADS_1


" Jangan, kita sedang diawasi, aku bergerak sendiri agar tidak begitu menimbulkan kecurigaan", kata Jordy


" Maksudmu kita diawasi? ", Aldy masih terlihat kebingungan.


" Dari malam Reeneta di culik, ada beberapa orang yang berseliweran di sekitar sini. Aku yakin mereka suruhan Silvy untuk memantau pergerakan kita. Aku meminta Mario untuk membantu mencari tau dari kelompok mana preman bayaran itu", jelas Jordy.


" Jadi siapa mereka ?", Aldy yang penasaran semakin antusias mendengarkan cerita Jordy.


" Bukan dari kota ini, Dia menyewa preman preman itu dari luar kota Global Al.... Makanya aku dan Mario pergi ke luar kota agar bisa menemukan dimana markas ketuanya", Jordy menyopot jaketnya.


" Pantas saja, aku sempat heran, siapa preman di kota ini yang tidak kenal dengan kita , Seberani itu mereka menyerang kita di tempat terbuka", kata Aldy.


" Setelah Berjam jam melakukan negoisasi aku berhasil menyuruh mereka menarik semua anak buahnya dari urusan ini, nanti malam aku kesana", kata Jordy yang menyandarkan tubuhnya di sofa.


" Aku sangat merindukan Reeneta" , sambung Jordy.


" Sehari saja tak melihat wajahnya aku sudah seperti orang yang sakau Al, dadaku rasanya sakit sekali. Aku hanya ingin melihatnya. Selama di perjalanan aku tak bisa berhenti memikirkannya. Apa dia baik-baik saja atau tidak...", Jordy memejamkan matanya , di sudut mata Jordy, Aldy bisa melihat ada titik air mata yang keluar.


" Aku ikut... Nanti malam , tentu saja aku harus ikut", kata Aldy.


" Aku gak mau membuat kalian celaka lagi ", kata Jordy.


" Tidak, Aku dan Willy tetap akan ikut. Aku segera memanggil Willy", Aldy segera mengambil hp nya. Jordy tersenyum, ia sudah tahu jika sahabat sahabatnya memang selalu setia padanya.


Aldy segera memberitahukan apa yang dilakukan Jordy pada Willy, tentu saja Willy segera mengiyakan dan langsung menuju apartemen Reeneta. Aldy juga menghubungi Qaila, karena ia sudah berjanji akan memberikan info terbaru pada Qaila jika Jordy sudah kembali.

__ADS_1


--


Tepat pukul 8 malam, mereka sudah berkumpul di Apartemen Reeneta.


" Kamu yakin Jord? Kita gak perlu memanggil Anggota Genk Phanter ? ", Tanya Willy.


" Iyaa Jord, apa kita gak butuh bala bantuan? ", Cici menimpali.


" Gak perlu, aku gak mau membuat mereka terluka. Aku sudah membuat keputusan akan sedikit demi sedikit mengundurkan diri dari Phanter", kata Jordy.


" Tenang saja, aku sudah berkoordinasi dengan Mario, sekali telpon dia pasti akan langsung siap membantu", kata Aldy yang berbisik pada Willy tanpa diketahui oleh Jordy.


" Lalu dimana sebenarnya Reeneta sekarang Jord?", tanya Qaila.


" Di salah satu villa keluarga Andri, tapi , kenapa kamu harus ikut?", kata Jordy pada Qaila.


" Kenapa? Aku harus ikut, Reeneta itu sahabat terbaikku", kata Qaila.


" Justru karena kamu sahabatnya, jika sampai kamu terluka.... Reeneta pasti akan menyalahkan dirinya sendiri. Aku ga mau ya kalau kamu cuma jadi beban ", kata Jordy.


Qaila berfikir sejenak, Perkataan Jordy benar, Reeneta mungkin malah akan mengkhawatirkan dia. Tapi dirinya gak mungkin hanya diam saja.


" Qaila jadi tanggung jawabku Jord. Percayalah ", kata Aldy mantap. Jordy hanya mengangguk pelan.


Qaila tersenyum pada Aldy.

__ADS_1


Mereka akhirnya berangkat untuk menyelamatkan Reeneta.


###


__ADS_2