Dia Canduku..

Dia Canduku..
36.


__ADS_3

Kini hanya tinggal Jordy dan Reeneta saja di ruangan ini. Jordy seakan masih bimbang dan tertekan, entah memikirkan apa , ia nampak begitu gelisah. Reeneta menyelesaikan mandinya dengan berlama-lama, ia tahu Jordy sedang bimbang dan tak ingin membuatnya semakin tertekan jika harus jujur padanya.


Dilihatnya Jordy masih termenung menghadap jendela, diluar sedang gerimis dan kini matahari juga mulai menghilang tergantikan mendung yang kian lama kian pekat. Ingin rasanya Reeneta menghilangkan kebimbangan kekasihnya itu tapi ia tak bisa berbuat apa apa karna memang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


" Mau mie rebus ga Jord?", Reeneta mulai menghilangkan kesunyian yang ada.


" Boleh, ga pakai telur yaa, sawii nya yang banyak", Jordy menoleh sambil tersenyum dan duduk di depan Televisi. Ia menghidupkan nya hanya untuk penambah kebisingan saja.


Reeneta yang sudah di dapur berusaha mencari bahan untuk membuat mie rebus instan.


" Yahh.. sawi habis Jord , mau ganti pakai kol aja gak?", Reeneta mencari-cari bahan makan makan di kulkas mininya yang memang sebagian besar diisi air putih dan makanan kemasan.


" Boleh, yang pedess" , kata Jordy sambil masih mencari-cari Chanel televisi dengan acara yang bagus.


Sepuluh menit kemudian Reeneta sudah kembali dengan dua mangkuk mie rebus yang mengepulkan asap.


" Tau aja dingin dingin gini paling enak makan yang anget anget" , kata Jordy sambil mengambil mangkuk miliknya . Jordy memakannya dengan lahap.


"Ahh iyaa.. teman teman tadi bilang mau pergi kemana gak sama kamu ? ", tanya Reeneta.


" Nongkrong, Gatau dimana, kenapa? ", Jordy masih dengan lahap memakan mie yang kini hanya tinggal separo.


" Enggak, kali aja kamu pingin nyusulin mereka, dari tadi kelihatan gak tenang", jawab Reeneta.


Jordy memandang Reeneta seakan kaget dengan apa yang diucapkan Kekasihnya itu. Ia segera menghabiskan makanannya dan meminum segelas air putih hangat dengan kasar.


" Aku memang gelisah , tapi bukan berarti mau ninggalin kamu loh, aku masih mau disini" , kata Jordy.


" Jord.. ada yang mau di omongin ke aku enggak?", Reeneta akhirnya mulai memberanikan diri untuk menggali rasa penasarannya dengan semua ini.


" Banyak... Tapi aku bingung, mulai dari mana", Jordy menenggak minumannya lagi dan mulai menyandarkan tubuhnya ke belakang sofa yang ia duduki.

__ADS_1


Reeneta masih diam, ia lega setidaknya Jordy sudah ada niatan untuk membicarakan hal ini dengannya. Tapi ia masih ragu, apa boleh dirinya menyuruh Jordy untuk berkata terus terang padanya.


" Aku gamau kamu bingung Reen. ." lanjut Jordy.


" Jord.. dari awal kita mulai hubungan ini, aku hanya mengandalkan kepercayaan saja. Percaya sama kamu dan percaya sama kita. Itulah kenapa sampai sekarang aku gamau ikut campur atau mencari tahu apapun tentang kamu" , kata Reeneta yang sekarang sedang meneguk air putih hangat di mejanya.


" Jika kamu memang belum mau cerita ke aku, apa aku bisa menganggap ini bentuk kalau kamu belum percaya sama aku Jord?" , lanjut Reeneta.


" Sayang.. kamu jangan ngomong yang aneh- aneh deh" , ujar Jordy sambil menarik tangan Reeneta agar mendekat dengan nya.


" Ya terus ?", sambung Reeneta.


" Hanya saja aku ga mau kamu kesusahan, kamu ikut capek, kamu merasa ga aman " , kata Jordy lagi.


" Trus apa gunanya kita bersama Jord jika bukan untuk berbagi. Selama ini, kamu selalu membagikan kebahagiaan saja padaku, sedang kegelisahan mu , kamu sembunyikan rapat rapat dariku.. ", Reeneta mulai termenung.


Jordy menatap Reeneta dengan nanar, tak dirasa perlakuan memanjakan kekasihnya itu, yang dipikir hanya ingin memberikan kebahagian pada Reeneta malah membuat Reeneta tidak nyaman.


" Lalu gimana sama aku Jord, yang hanya memberikan kesedihan dan ketidakmampuan aku, ga pernah membuat kamu bahagia", kata Reeneta.


" Intinya kamu gak mau cerita siapa yang lagi ada masalah dengan kalian kan ?" , tanya Reeneta.


" Ya bukan gitu juga" , kata Jordy.


Reeneta semakin kesal karna Jordy tak pernah ingin melibatkan nya dengan dunia Jordy. Ia hanya diam menunjukkan wajah sebal.


" Reen, jangan ngambek donk!!", Kata Reeneta.


" Sudahlah... Aku gamau bicara lagi", Reeneta berdiri mengambil 2 mangkuk yang sudah kosong. Ia pergi mencucinya dengan asal.


Perasaan kalau dirinya tidak berguna dihatinya kini sedang bergejolak. Setelah selesai ia kembali duduk di samping Jordy, tapi tidak mengatakan apapun.

__ADS_1


" Kamu masih marah?", tanya Jordy.


" Enggak", jawab Reeneta singkat.


" Oke.. Oke.. " , Jordy memegang bahu Reeneta. Reeneta menghadap Jordy dengan malas.


" Dulu aku ikut organisasi yang hanya bisa dimasuki oleh anak-anak orang kaya Reen. Sejenis gangster" , ucap Jordy. Reeneta tidak menunjukkan ekspresi kaget karena sudah pernah membayangkan hal ini sebelumnya.


Dipikirnya toh itu memang sudah jadi kebiasaan anak - anak orang kaya.


" Aku memasuki lingkaran itu karna keinginan seorang wanita Reen... ", lanjut Jordy.


" Mantan pacar kamu kan?" , Lanjut Reeneta yang kini menunjukkan ekspresi tidak suka. Jordy mengangguk.


Jordy tersenyum kecil, tau kekasihnya itu sedang cemburu.


" Tapi kamu harus ingat, hubunganku yang sebelumnya dengan wanita itu tidak seperti dugaan mu. Berbeda dengan yang kurasakan padamu", kata Jordy.


Reeneta menatap mata Jordy, tidak ada kebohongan disana, Jordy tersenyum mengisyaratkan kejujurannya.


Tring.. Tring...


Hp Jordy berbunyi, nama Cici tertera disana. Jordy segera mengangkat telepon nya.


" Ada apa Ci? " , tanya Jordy.


' Jord, ada masalah, mereka datang kesini '


" Gue kesitu sekarang , share lock Ci", Jordy mematikan hapenya.


" Sayang ... Aku pergi dulu, jangan keluar kemana-kemana, Mereka butuh bantuan ku", kata Jordy.

__ADS_1


Reeneta hanya mengangguk. Jordy segera mengambil jaketnya dan berlari.


###


__ADS_2