Dia Canduku..

Dia Canduku..
113.


__ADS_3

Reeneta memencet password keamanan di depan pintu apartemen dan klik pintu terbuka.


" Dari mana saja kau?", tanya Jordy yang sudah menunggu tepat di depan pintu.


Reeneta sedikit mundur ke belakang karena kaget.


" Kau.. sejak kapan ada disini?", tanya Reeneta langsung masuk ke apartemen.


" Sudah lama. Aku sengaja menunggu mu pulang ", kata Jordy.


klik.. suara pintu tertutup kembali.


Reeneta segera terhambur ke dada Jordy,


" Ahh... nyamannya", ucap Reeneta, kini memeluk Jordy.


" Kau dari mana?" , tanya Jordy.


" Dari mana lagi, tentu saja pulang bekerja. Aku barusan jalan kaki tahu", ucap Reeneta.


" Harusnya kau telpon aku, aku bisa menjemputmu", kata Jordy.


" Sebenarnya ingin menjernihkan pikiran sambil jalan-jalan, tapi gak bisa. Banyak penghalang untuk bersantai ", kata Reeneta mengenang perkataan Miko.


" Ada apa?", tanya Jordy tampak penasaran.


" Enggak .. Kau sudah makan?", tanya Reeneta mengalihkan pembicaraan.


" Aku.. belum makan dari siang, kau menolak lunch bareng kan, jadi aku overthingking", jelas Jordy.


Kini Jordy menggendong Reeneta menuju sofa di depan Televisi.


" Dasar bodoh.. " , Reeneta tersenyum nakal.


" Jadi.. kenapa Kau menolak ku dan membuat ku badmood seharian?", tanya Jordy.


" Sebenarnya aku pergi ke rumah Cici", jawab Reeneta.


" Kenapa?", tanya Jordy.


Akhirnya Reeneta menceritakan semua kegalauannya pada kekasihnya itu. Dengan Jordy Reeneta mampu sangat terbuka dan mengungkapkan seluruh kekhawatiran yang ia rasakan.


" Kau.. memang selalu di luar nalar. Dasar bodoh ..", kata Jordy. Ia memeluk Reeneta dengan erat.


" Aku sangat mencintaimu, tak peduli kau punya ayah dan Ibu atau tidak. Aku akan tetap menjadikan mu istriku meski kau punya uang atau tidak. Cita-cita ku hanya membuat mu menjadi istriku untuk membahagiakan mu. Harapan terbesar ku adalah menua bersama mu", ucap Jordy.


" Aku, aku hanya mencoba menyamai..." , Reeneta belum selesai bicara tapi sudah dihentikan oleh Jordy. Jordy mencium bibirnya.


" Terlalu banyak bicara", Jordy tersenyum.


Reeneta menegang ingin komplain, tapi sayangnya tidak bisa Jordy meraih bibir Reeneta untuk menciumnya sekali lagi.


" Jord.. aku merasakan ada yang aneh", kata Reeneta


" Apa?", Jordy penasaran.


" Ini ..kenapa sekarang sering kali menegang, padahal dulu tidak begini" ucap Reeneta sungguh polos.

__ADS_1


" Aku ini lelaki normal yang sudah dewasa dan juga sudah berhasrat. Ini sudah minta dipuaskan tau!!", kata Jordy sambil mengerlingkan mata pada Reeneta.


" Kau memang genit", kata Reeneta.


Jordy tertawa terbahak bahak lalu berlalu untuk bersiap -siap pergi ke kamar mandi.


😅


---


Dua minggu telah berlalu sejak rencana pernikahan Jordy dan Reeneta.


Suatu hari..


" Tante Anita..." , Reeneta terkaget saat membuka pintu apartemen nya. Dilihatnya tante Anita sudah berdiri di sana.


" Reeneta...", tante Anita memeluk Reeneta.


" Maafkan aku yaa Reen, aku yang salah ini sudah membuat kalian berdua menderita", ucap tante Anita.


" Tante, semua nya sudah berlalu, aku dan Jordy yang terpenting sudah bersama kembali. Kami anggap hukuman kemaren sudah lebih dari cukup", Reeneta tersenyum ,


" Syukurlah kalau begitu..kalian benar-benar sudah dewasa. Jangan ada lagi kabur-kaburan yaa", ucap tante Anita .


Reeneta tersenyum, karena dia merasa tersindir.


Tante Anita melepaskan pelukannya dan di belakang nya sudah berdiri sosok lelaki yang sangat mirip dengan Jordy tapi ini versi tuanya.


" Hallo.. Reeneta ", lelaki itu mengulurkan tangannya.


Reeneta menyambut jabatan tangan Jason, ayah Jordy.


" Senang bertemu dengan Om.." , kata Reeneta sopan .


Sekali lihat pun Reeneta sudah tahu jika sosok itu adalah papa nya Jordy karena mereka sangat mirip.


Reeneta Lalu mempersilahkan mereka berdua masuk ke dalam.


" Kalian sudah datang?", sambut Jordy.


" Kenapa kalian tidak tinggal di rumah saja sih, kenapa harus di apartemen terus? " , tanya mama Anita.


" Lebih leluasa jika di apartemen, karena hanya kami berdua", ucap Jordy.


Wajah mama Anita dan papa Jason berubah dan tersenyum nakal. Reeneta yang mengerti maksud Jordy langsung menghentikan imajinasi liar kedua orang tua Jordy.


" Om..Tante, tapi bukan seperti itu. Tidak seperti yang kalian pikirkan atau bayangkan", ucap Reeneta kelabakan.


" Kalian sudah dewasa, aku serahkan semua pada kalian", ucap mama Anita.


" Dan juga Reen, kamu mulai sekarang panggil kami papa dan mama, karena sebentar lagi kalian akan menikah jadi harus persiapan mulai sekarang kan? ", ucap papa Jason.


Reeneta mengangguk tanda setuju.


" Kami langsung datang saat Jordy memberi tahu jika kalian sudah merencanakan untuk menikah. Karena kami tidak ingin berlama-lama, jadi dalam bulan ini saja.. bagaimana? Kalian bisa menikah secepatnya.. ", ucap Mama Anita.


" Reeneta..", ucap papa Jason.

__ADS_1


" Kamu jangan risau masalah apapun, kami sekarang adalah keluarga mu. Semua persiapan pernikahan biar menjadi tanggung jawab mama mu", papa Jason berusaha membuat nyaman Reeneta.


" Terimakasih, Ma.. Pa..", ucap Reeneta.


Reeneta terlihat ceria, seakan beban di pundaknya sudah hilang. Ketakutannya akan semua hal kini menghilang setelah Papa Jason dan Mama Anita memberikan Restu.


---


" Kamu yaa.. tega sekali, kenapa baru memberi tahuku sekarang", tanya Qaila.


" Maaf ya Qai..sebelum semuanya jelas, aku memang belum mau menceritakan hal ini, lagi pula bukankah kau baru lega setelah semingguan lebih ini berkerja keras, aku tak ingin mengganggu pekerjaan mu tentu saja..", ucap Reeneta.


" Jadi kalian akan benar-benar menikah? ", Qaila memastikan.


Reeneta mengangguk.


" Ooh tidak .. aku akan jomblo sendirian ", ucap Qaila.


" Memangnya tidak mau pacaran sama Aldy?", ucap Jordy tiba tiba mengagetkan Qaila .


" Emmh.. Aldy ya. . ", kata Qaila yang nampak tidak tenang.


" Qai.. semua fine?", tanya Reeneta.


" Yaa..kami memang kalah start dari kalian, tapi kami pasti akan finish sama dengan kalian", ucap Qaila mantap.


Reeneta tersenyum, Ia menyandarkan kepalanya ke bahu Jordy.


" Bisa tidak kalian tidak perlu bermesraan di depanku" kata Qaila sebal.


Jordy tersenyum.


" Jadi.. aku yang akan menjadi pendamping pengantin wanita", ucap Qaila.


" Tentu saja, kamu satu-satunya yang selama ini sudah ku anggap sebagai kakak sendiri", ucap Reeneta.


" Sepertinya berita pernikahan kita menyebar terlalu cepat,lihat sudah masuk kanal berita online", kata Jordy sambil memperlihatkan hape nya pada Reeneta.


" Ahh.. ngomong - ngomong aku baru ingat. Tadi aku berkunjung ke kantor kak Arnold, dan aku bertemu Miko, kenapa dia nampak lusuh dan patah hati yaa mendengar kalian akan menikah", ucap Qaila.


" Miko ? Siapa itu?", tanya Jordy.


" Lho.. katanya kenal sama kalian?", kata Qaila.


" Itu lho Jord.. laba-laba ", ucap Reeneta.


" Ooh ..", kata Jordy.


" Entahlah Qai.. mungkin dia sama seperti kamu, sudah ngebet menikah tapi belum ada jodoh", kata Reeneta.


Qaila terheran-heran.


Reeneta mengerlingkan matanya pada Jordy dan Jordy mencubit pinggang Reeneta.


' Kamu .. nakal yaa...', bisik Jordy ke telinga Reeneta.


Reeneta hanya tersenyum.

__ADS_1


---


__ADS_2