
Setelah perjalan kurang lebih dua jam , akhirnya mereka sampai juga di Pulau Dewa. Tempat banyak orang menghabiskan waktu untuk honeymoon karena keindahan dan eksotisnya pulau Dewa.
Sesampai di bandara Jordy dan Reeneta segera dihampiri oleh seorang laki-laki paruh baya.
" Hallo Tuan, Nona, benar dengan tuan Jordy dan Reeneta?", tanya lelaki itu.
Jordy dan Reeneta mengangguk bersamaan.
" Saya supir dari Resort Happy Hours yang telah kalian booking , dan tugas saya disini untuk menjemput kalian menuju resort nya", ucap lelaki itu.
" Oh begitu, terimakasih, tapi bisa kita jalan ke mall atau toko dulu, sebenarnya kami mau belanja dulu karena tadi kami berangkat tanpa packing apapun", ucap Jordy.
Lelaki itu melihat pasangan itu juga sedikit heran, karena Jordy dan Reeneta tidak membawa koper, tas ransel atau tas besar lainnya seperti pasangan bulan madu lainnya. Mereka hanya membawa tas selempang kecil yang mungkin hanya muat untuk hp dan dompet saja.
" Ohh tentu saja, saya akan mengantarkan kalian ke Mall terlebih dahulu", ucap lelaki itu sambil tersenyum.
" Terima kasih", kata Jordy.
Jordy menggenggam tangan Reeneta dan berjalan menuju mobil.
" Kalian dari kota mana tuan? Kok tidak membawa perlengkapan?", selidik lelaki itu.
" Ahh , kami dari kota Global, memang sengaja tidak membawa perlengkapan apapun, agar tidak menyusahkan membawanya ", ucap Jordy berbohong. Karena mereka memang tidak sempat packing apapun karena waktu yang sangat mepet.
Sopir itu terlihat mengerti dan tidak bertanya apapun lagi , Ia fokus untuk mengendarai mobil nya.
Tibalah di mall besar saat itu, mereka berdua akhirnya belanja semua kebutuhan mereka. Waktu juga sudah menunjukkan hampir jam 9 malam, mereka langsung belanja dengan cepat karena takut sebentar lagi waktu mall itu untuk tutup.
" Kau yakin sudah membeli semuanya? ", tanya Reeneta.
" Sudah.. ", ucap Jordy.
" Kenapa aku tidak yakin yaa" , ucap Reeneta dengan ragu.
" Sudahlah Reen, kalau kurang, besok bisa beli lagi kan?", kata Jordy mantap.
Reeneta hanya mengangguk.
##
Sesampainya di resort, mereka mendapatkan penginapan berbetuk rumah single yang yang indah, view kamar mereka langsung menghadap ke laut lepas. Sungguh indah.
" Resort nya sungguh indah", ucap Reeneta.
" Pimpinan Artha Grup, gak mungkin memberikan kado yang tidak istimewa kan ", kata Jordy.
Reeneta hanya mengangguk, Ia masih berdiri di balkon kamarnya dengan view laut yang sudah gelap, hanya terdengar suara deburan ombak yang menenangkan. Wajah Reeneta tertepa angin malam yang dingin tapi menyejukkan.
" Aku baru pertama kali ke Pulau Dewa Jord, kalau kamu gimana?", tanya Reeneta.
__ADS_1
" Sebelum nya aku sudah pernah kesini bareng Willy dan Aldy untuk project Grow.bag, yaa untuk pekerjaan sih. Tapi kalau untuk honeymoon ini yang pertama", kata Jordy sambil memeluk Reeneta dari belakang.
Badan Reeneta sedikit merinding, memang setiap sentuhan dari Jordy akan selalu membuat nya merinding.
" Kamu mau mandi dulu gak?" , bisik Jordy di telinga Reeneta.
Lagi- lagi setiap inchi bagian tubuhnya yang bisa Reeneta rasanya merinding.
" Ehmm, haruskah aku mandi dulu?", tanya Reeneta, mencoba bersikap datar.
" Apa kau mau aku memandikann mu? Atau kita mandi bareng ?", Jordy semakin menggoda Reeneta.
" Kalau kau mau pilih mana?", tanya Reeneta.
" Keduanya", ucap Jordy lembut tepat di telinga Reeneta. Pelukannya pun semakin menguat.
Reeneta merasa Jordy benar -benar tengah melancarkan triknya untuk membuat nya tergoda.
" Jord", ucap Reeneta lirih.
" Hmmm", kata Jordy.
" Haruskah sekarang?", tanya Reeneta.
" Sayang, jangan merusak moment, please...", ucap Jordy.
Jordy dengan lembut menata rambut Reeneta yang tergerai dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanan nya tetap di pinggang Reeneta. Tangan kiri nya mengangkat ke atas rambut panjang Reeneta lalu dengan lembut ia mencium teng kuk leher Reeneta.
Jantung Reeneta bertabuh kencang layaknya genderang perang sudah dimulai. Semuanya semakin tidak karuan, wajahnya mulai panas karena tubuhnya kini mulai mengeluarkan keringat.
" Aww.. , Jord", Reeneta merintih kecil.
Sebuah tanda merah akhirnya tertanam di teng kuk leher nya
" Aku akan memiliki mu seutuhnya, malam ini", bisik Jordy ke telinga Reeneta.
Reeneta tak bisa membalas perkataan Jordy tubuhnya merinding hebat.
Jordy memainkan telinga Reeneta.
Reeneta hanya merintih , merasakan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Tangan jordy yang memegang rambut Reeneta Ia lepaskan, kini rambut panjang Reeneta kembali tergerai dan tertiup angin. Kedua tangan Jordy kembali memeluk tubuh Reeneta. Kedua tangannya kini beraksi, memainkan sesuatu yang ada di balik kaos oblong istrinya.
Tangannya semakin lihai memainkannya meski masih tertutup. Membuat Reeneta mengaduh.
" Sayang, aku milikmu, jangan takut", ucap Jordy lirih
Reeneta mengangguk pelan.
__ADS_1
Dengan cekatan ia membuka talinya.
Setelah akhirnya menggantung , kedua tangan Jordy menangkapnya dengan lembut.
Dimainkannya sedikit demi sedikit, hingga e ra ngan Reeneta berubah menjadi de sa han.
" Jord", Reeneta nampak tak kuat lagi menopang tubuhnya untuk berdiri.
Jordy semakin memainkan nya sebegitu hebatnya hingga Reeneta tak kuat lagi menahan untuk mengeluarkan de sa han.
Kini bibirnya sudah turun menjelajahi leher istrinya, lalu dengan lembut men ci um leher jenjang milik istrinya.
Rasanya Reeneta tak kuat lagi, kedua tangannya yang sedari tadi berpegangan pada dinding pagar balkon di lepaskannya, Ia ingin me rengkuh tubuh Jordy, suaminya itu.
Jordy nampaknya memahami keinginan Reeneta, Ia menghentikan aktivitas nya, membalikkan tubuh Reeneta. Di peluk nya tubuh mungil Reeneta, lalu ia mencium bi bir merah Reeneta dengan mesra.
" Apa kau ingin lebih?", tanya Jordy menggoda. Tangannya masih melingkar di tubuh Reeneta.
Reeneta meringis, memohon untuk dituntaskan saja segalanya.
" Baik sayang, kuberikan yang terindah", ucap Jordy.
Jordy tersenyum lalu mengangkat tubuh Reeneta, menggendongnya ke tempat tidur.
Jordy mematikan lampu kamar, mengganti nya dengan lampu tidur temaram.
" Aku suka yang remang-remang", ucap Jordy
Jordy lalu membantu membuka celana jeans Reeneta. Kini istrinya itu hampir polos.
Jordy diam sejenak, mengagumi tubuh indah istrinya itu.
" Jord", ucap Reeneta.
" Sabar sayang", ucap Jordy.
Jordy menanggalkan celana pendeknya dan membuka kaos nya.
Dalam lampu remang Reeneta bisa melihat dengan jelas tubuh polos suaminya itu. Hanya tinggal celana terakhir yang menutupi milik suaminya.
Tanpa aba-aba Jordy langsung menghamburkan tu buh nya ke tubuh Reeneta, Ia menciuminya Reeneta mulai merasakan surga dunia yang selama ini di cari orang-orang.
Jordy mulai beraksi kembali.
Memainkan kembali semua yang bisa membuat istrinya berdebar dan mengejang. Lalu Ia tidur disamping Reeneta, tangan kirinya masih meraba istrinya. Berakhirlah tangannya menuju bagian terdalam, tangannya di masuk kan dan ia bermain disana dengan jari jemarinya,
" Sudah basah sayang", ucap Jordy meringis.
***
__ADS_1