
" Kenapa Reen? Tidak ada masalah kan?", tanya Cici yang kini wajahnya nampak penasaran.
" Ci.. aku mau menikah dengan Jordy", ucap Reeneta dengan mantap.
Suasana hening sebentar, nampak Cici sedang mencerna apa yang telah di dengarnya
" Tapi, aku takut Ci", sambung Reeneta.
" Kenapa, itu kabar yang sangat bagus Reen..kalian sudah berhubungan sangat lama, yaa...walaupun sempat terputus karena masalah kemaren, tapi aku yakin perasaan kalian satu sama lain masih sangat kuat. Lalu apa yang kamu takutkan?" , Cici mengangkat gelas di depannya, Ia tiba-tiba merasa haus.
" Aku dan Jordy masih sangat jauh berbeda. Kau mungkin akan menertawakan ku, tapi alasan sebenarnya aku meninggalkan Jordy selama ini adalah untuk memantaskan diri. Aku .. aku tahu . Aku gak mungkin bisa sepadan dengan dia dan keluarganya dari segi apapun. Tapi jika aku punya kedudukan atau kehormatan , walau hanya sedikit saja. Aku tidak akan malu untuk bertemu keluarga Jordy. Dan ...Tante Anita, pasti bisa sedikit mempertimbangkan aku menjadi menantu nya..", ungkap Reeneta.
Cici masih menunggu.
" Kau..kau juga tahu kan? Aku adalah orang yang asal usulnya saja tidak jelas, bagaimana mungkin aku bisa menikah? Aku sangat pusing memikirkan ini. Kenapa aku harus hidup di panti asuhan?", sambung Reeneta.
" Reen...dengarkan aku.. Kamu tidak bisa mengubah takdirmu, kamu tidak bisa memilih mau lahir dari keluarga kaya atau keluarga tidak mampu, bahkan jika kamu lahir tanpa keluarga seperti selama ini, semuanya bukan kemauanmu kan?Tolong jangan salahkan dirimu sendiri.oke..", kata Cici.
" Untuk memantaskan diri, Reen.. kamu sudah cukup dan sangat pantas untuk Jordy. Tolong hilangkan trauma masa lalu mu. Tante Anita waktu itu tidak berniat untuk menolak mu, percayalah padaku.. bahkan sampai saat ini, beliau masih suka menyalahkan dirinya sendiri atas perpisahan kalian", jelas Cici.
" Tetap saja Ci, aku yang seperti ini, harus bersanding dengan Jordy yang sesempurna itu, rasanya...", Reeneta menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya, sepertinya rasa gundahnya tidak dapat diungkapkan seluruhnya.
" Reen .. semua orang itu sempurna.Jika kamu terlalu mengagungkan kesempurnaan lalu bagaimana kita menilai sempurna itu sendiri? Setiap orang itu sempurna, sempurna jika bersama orang yang tepat. Jordy akan melihatmu sebagai wanita yang paling sempurna untuknya, beda lagi jika kamu tanya orang lain , mungkin kesempurnaan bukan di kamu. Contohnya, Coba kamu tanya Willy, Ia akan menunjukku sebagai wanita paling sempurna untuknya. Reen.. coba hargailah dirimu sendiri. Bahkan di mata ku, kamu sudah sangat sempurna, kamu inspiratif, pekerja keras dan pantang menyerah...", kata Cici
" Aku tahu, mungkin kamu sangat gelisah saat ini, memikirkan ini itu yang justru akan semakin membuat kamu galau. Ku sarankan kamu untuk stop overthingking. Jika kamu sudah yakin, ya sudah bulatkan tekad dan niat, jangan berpikiran yang macam-macam", lanjut Cici sambil menggenggam tangan Reeneta, berusaha untuk menyemangati Reeneta.
" Aku takut keluarga Jordy menolak ku lagi", akhirnya Reeneta bicara.
" Aku yakin 1000% , kali ini tidak akan ada penolakan Reen",kata Cici mantap.
Reeneta mengangguk, tapi wajahnya masih menunjukkan banyak hal yang masih membuatnya gundah.
" Kamu sudah bicara empat mata dengan Jordy?", tanya Cici lagi.
" Belum, aku masih menimbang-nimbang, dan baru bercerita padamu hari ini", kata Reeneta.
" Aku senang , akhirnya kalian baikan dan memutuskan untuk segera menikah..." , kata Cici.
" Ci, beruntung lah Willy yang mendapatkan wanita sebijaksana dirimu", Reeneta memberikan senyuman pada Cici.
" Memangnya ku lupa, Aldy menjuluki kami berdua Dewa Dewi kebijaksanaan.. Hhha", Cici tertawa.
__ADS_1
" Pokoknya, kamu bilang kapan acaranya yaa .. kami yang siapkan", lanjut Cici.
" Terimakasih Ci, berkat bicara padamu, hatiku, sedikit lega", ucap Reeneta.
Cici tersenyum dan mempersilahkan Reeneta untuk meminum minumannya.
---
Reeneta berjalan keluar dari kantornya, hari masih sore, ia ingin sekalian jalan-jalan sore, melihat jalanan sekeliling.
Tin..Tin..
Suara klakson mobil mau gak mau membuat Reeneta menoleh. Ada sosok lelaki berkacamata yang menyapanya.
" Reen" , panggil lelaki itu.
" Miko .. hai", kata Reeneta.
" Kenapa Jalan sendirian?", tanya Miko.
" Yap, ingin jalan jalan sore", ucap Reeneta.
" Masuklah Reen.. aku antar ke tujuanmu", kata Miko.
Miko tersenyum, lalu menepikan mobilnya dan memarkirkannya sembarangan di pinggir jalan.
" Kalau begitu , aku temani kau jalan-jalan" , kata Miko yang berlari menuju Reeneta.
" Kamu... kenapa?", tanya Reeneta heran.
" Hanya ingin menemanimu saja, bolehkan..", ucap Miko.
" Emm.. aku sebenarnya lebih bahagia jika sendirian, tapi terserah kau saja", kata Reeneta.
" Oiya Reen, kamu tinggal dimana?", tanya Miko.
" Di Apartemen deket kampus Global, dulu.. kamu kuliah dimana?" , tanya Reeneta.
" Ahh, Aku dari luar kota Global Reen, jadi memang baru pindah saat kerja kemari", ucap Miko.
' Jadi dia memang bukan asli anak sini, pantas tidak kenal dengan Jordy dan kawan kawan nya itu', batin Reeneta.
__ADS_1
" Kenapa Reen?",tanya Miko.
" Ahh bukan, hanya penasaran saja", ucap Reeneta.
" Reen, sebenarnya ada yang ingin aku tanyakan", ucap Miko berhati-hati.
" Yaa, silahkan.." , kata Reeneta sambil masih berjalan dengan santai.
" Apa, masih ada kesempatan untuk dekat denganmu?", kata Miko.
Reeneta berhenti.
" Maksudmu?", tanya Reeneta kemudian.
" Sejak pertama melihatmu sepertinya aku..aku sangat penasaran denganmu dan ingin dekat denganmu ", ucap Miko.
Reeneta tersenyum.
' Bisa babak belur ini anak jika sampai Jordy tahu akan hal ini ', batin Reeneta.
" Emm.. aku kurang paham maksud mu dengan ingin dekat denganku itu apa, jika kau ingin berhubungan sebagai teman, rekan kerja dan sejenisnya tentu saja tidak masalah. Tapi jika pikiran ku tidak salah,hubungan yang lebih dari sekedar teman yang kau inginkan, aku mohon maaf tapi aku sudah akan bertunangan Mik", kata Reeneta, yang tersenyum sambil melangkahkan kakinya kembali.
Miko masih terpaku di tempat.
' Ini yang namanya, belum nembak sudah tertolak', batin Miko.
" Kamu baru mau tunangan kan? Kamu belum menikah Reen, aku masih ada kesempatan.. ", ucap Miko yang kembali mengejar Reeneta.
" Ku pastikan tidak akan ada kesempatan macam itu Mik", kata Reeneta.
" Siapakah kekasih mu itu?Aku bisa lebih baik dari dirinya Reen", kata Miko .
" Kamu baru melihatku dua kali, kamu sama sekali tidak mengenalku, tidak tahu aku seperti apa, tapi kamu yakin sekali bisa lebih baik dari kekasih ku Mik, tolong .. jangan bercanda dengan ku", Reeneta tertawa.
" Aku.. Aku hanya sangat menyukai mu , itu saja...", kata Miko.
" Kekasihku.. Jordy. Aku yakin kamu sudah tahu yang mana orangnya bahkan mungkin kamu sudah mengenalnya", kata Reeneta yang lalu melangkah pergi.
Miko terpaku di tempat.
' Sial, beneran Jordy yang itu. Ahh, akan sulit melampauinya kan' , kata Miko pada dirinya sendiri.
__ADS_1
---