Dia Canduku..

Dia Canduku..
73.


__ADS_3

Reeneta kembali ke apartemen dengan langkah gontai, Ia mengutuk dirinya sendiri yang seakan akan telah kalah dan tak mungkin menang melawan takdir. Diletakkannya roti coklat yang telah dibelinya di atas meja. Kini hanya untuk memakannya saja Ia sudah tak ada minat.


Tring... Tring .. Tring...


Suara Hp nya berbunyi, masih nomor tanpa nama tapi kini Reeneta mantap mengangkat telepon itu, Ia dengan jelas hafal itu adalah nomor Tante Anita.


" Malam Reen... " , ucap suara wanita di seberang.


Tapi Reeneta tidak menjawab sapaan Tante Anita. Ia sudah tau apa yang ingin disampaikan oleh Tante Anita padanya.


" Aku yakin kamu bertanya-tanya bukan ? Dimana Jordy? Besok aku kirim orang untuk jemput kamu yaa dan pastikan kamu menepati kesepakatan kita , menepati janji yang kau buat", ujar tante Anita.


" Aku mengerti, " kata Reeneta singkat.


Lalu Reeneta mematikan hp nya.


Pikirannya kini kacau, hatinya hancur. Kepedihan nya tak terkira. Tak pernah Ia membayangkan orang yang begitu dia percayai berhasil meruntuhkan kepercayaan nya.


Reeneta bergegas, Ia merapikan semua yang Ia punya. Ia harus menyerah pada kenyataan. Jordy telah mengingkari janjinya.


' Tapi bahkan aku tak punya apa-apa' , batin Reeneta saat menatap apartemen milik Jordy ini.


Reeneta membuka Almari bajunya, dilihatnya baju nya yang tertata rapi, Ia tersenyum getir , membayangkan saat-saat Jordy dan ia belanja pakaian itu. Waktu itu tentu sangat bahagia. Jordy selalu ingin memberikan yang terbaik untuknya.


Ia hanya mengambil beberapa helai baju yang memang dari awal adalah miliknya. Baju-baju lama yang terlihat telah usang. Dimasuknya ke tas ransel kecil miliknya.


Ia teringat bagaimana dulu Jordy mengajaknya pindah ke apartemen ini dari kosan kumuh nya yang lama. Waktu itu mereka berdua sangat bahagia.


Lalu ia pergi ke dapur, membayangkan saat-saat Jordy dan dirinya selalu berdebat saat memasak. Jordy selalu saja memuji hasil masakannya yang jauh dari kata enak. Jordy yang selalu memikirkan dan menomorsatukan Reeneta.

__ADS_1


Air mata Reeneta tak terasa menetes, mengalir ke pipinya. Semakin lama dadanya semakin sesak.


Ia bergegas menuju sofa di depan Televisi , dimana selalu ada Jordy dan dirinya menghabiskan waktu bersama. Tapi kemesraan dan kasih sayang yang selama ini telah dijalani harus kandas begitu saja.


Reeneta menangis tersedu-sedu, sesekali Ia menjerit atas apa yang Tuhan takdir kan untuknya.


Dipandanginya lagi sofa tempat ia sering memadu kasih, Kini bayangan Jordy yang tengah memeluknya erat datang, membelai rambutnya dan mengecup keningnya.


' Aku sangat mencintaimu', kata bayangan itu.


" BOHONGGG!!!" Reeneta berteriak dan menangis sejadi-jadinya.


" Kalau kamu cinta padaku kamu gak akan mengingkari janjimu padaku, " ucap Reeneta yang masih saja menangis.


" Kamu sudah berjanji Jord... Teganya kamuu!! " Reeneta meracau sendiri dalam tangisnya.


Reeneta bangkit dari tangis dan mengeluarkan sebuah buku catatan . Ia menuliskan surat untuk Jordy.


Janji adalah janji.


##


Menjelang Fajar Reeneta baru tertidur, ia ssemalaman sibuk meratapi nasibnya.


Reeneta bangun menjelang siang, mata Reeneta bengkak, karena semalam ia begadang dan menangis.


Dilihatnya notif di hapenya, ada Qaila yang memberikan pesan jika hari ini ia tidak bisa menemui Reeneta karena sedang menyelesaikan projectnya. Reeneta membalasnya seperti biasa berpura-pura seakan tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Jordy masih belum menghubungi nya. Ia tahu hp Jordy mungkin saja telah disita oleh tante Anita.

__ADS_1


Ia lalu memencet nomer sesorang dan menghubunginya..


tuuutt... tuuuttt...


" Hallo", suara diseberang menyapanya.


" Kak... kita pergi malam nanti, tolong jemput aku jam 8 malam, " kata Reeneta.


" Kamu yakin tidak akan mundur lagi kan Reen?" ucap kak Arnold.


" Iyaa kak" , Reeneta menutup teleponnya.


*


Tepat pukul 17.20 orang suruhan tante Anita datang ke apartemen Reeneta.


" Nona Reeneta kan? " tanya pria asing yang berdandan rapi menggunakan jas warna kelabu.


" Iya, " kata Reeneta.


" Saya suruhan nyonya Anita untuk menjemput nona Reeneta", kata pria itu.


Reeneta mengangguk.


" Baik non.. mari saya antar ke tempat tujuan, Nyonya Anita telah menunggu, " kata pria asing itu.


Reeneta mengikuti masuk mobil dan segera pergi ke sebuah hotel berbintang lima di pusat kota Global. Reeneta sudah tahu setelah ini Ia harus menerima kenyataan bahwa Jordy akan segera bertunangan dengan orang lain.


##

__ADS_1


__ADS_2