
Bab 134 DPT
Terjadi pertarungan antara Ana dan Roh Cermin. Bahkan kekuatan yang tadi dipendamnya, sudah dimunculkan semua. Roh cermin hampir saja melumpuhkan Ana.
Namun, di tengah pertikaian yang seru itu, Ana berhasil menusukkan belati pemberian Pak Burhan sebelum dia masuk. Tusukan itu tepat di jantung Roh Cermin. Makhluk gaib itu lantas menjerit. Ana kini menarik napas lega, ia ingin segera keluar dari sana tetapi tak tahu lewat jalan sebelah mana.
Sementara itu, Jaya mulai panik dan meminta Eyang Boana untuk menunjukkan jalan masuk ke sana.
"Eyang, tolong bantu aku masuk ke cermin ini! Aku harus menolong istriku!" pinta Jaya.
"Aku tak tahu apa kekuatanku yang tersisa bisa membawa mu ke sana," sahut pria tua itu.
"Kau pasti bisa, Eyang. Jika aku tidak segera menolong Ana, dia akan terjebak selamanya di sana!" seru Jaya.
Eyang Setyo akhirnya mengangguk dan berusaha menggunakan kekuatannya yang tersisa untuk menolong Jaya.
"Jaya! Lewat sini!" Burhan berseru memanggil Jaya kala melihat ada cahaya yang terbuka dari cermin.
Ana melihat kedatangan Jaya. Wanita itu berusaha bangkit untuk menghentikan Roh Cermin yang masih berusaha mengubah wujudnya seperti Ana. Roh Cermin kembali melempar Ana hingga ke dinding dan jatuh menghempas ke lantai. Wanita itu kembali meringis kesakitan.
Jaya mendengar Ana yang meringis kesakitan. Dia mendekat. Tetapi Jaya salah, ia mendekat pada Roh Cermin yang sudah menyerupai Ana.
Ana berusaha memanggil Jaya meskipun ia merasa seluruh tubuhnya terasa remuk dan hancur. Saat itu Ana merasa sudah tidak berdaya. Jaya langsung memapah makhluk yang menyerupai istrinya itu.
"Sayang, tunggu! Dia bukan aku!" pekik Ana sekuat tenaga yang ia bisa.
Jaya menoleh dan terperanjat kala mendapati sosok Ana ada dua.
"Apa yang terjadi ini?" tanya Jaya.
"Jangan dengarkan dia, Sayangku. Cepat bawa aku pergi dari sini! Aargghh… ini rasanya sangat sakit!" seru Roh Cermin.
"Sayang, percaya padaku. Dia bukan aku!" seru Ana.
Jaya mulai ragu dan melepas Roh Cermin. Jaya mengamati sosok kedua Ana di hadapannya.
"Kalau kau memang Ana, saat pertama kali kita bertemu di pasar membeli bakso, bakso rasa apa yang aku suka?" tanya Jaya.
"Tentu saja bakso urat, Sayang," jawab Roh Cermin asal dan berharap tebakannya benar.
"Kau benar, aku memang suka bakso urat," ucap Jaya.
Dia memang memikirkan bakso urat langganannya yang ada di pasar Garuda.
"Dasar bodoh! Kita bertemu di pestaku gedung Heavenly Boutiqe! Mana pernah kamu ajak aku makan bakso," sungut Ana.
__ADS_1
Jaya lantas menebas Roh Cermin dengan pedang miliknya. Sesaat sebelum makhluk itu terbang menuju cermin untuk keluar.
"Apa-apaan kau ini, masa membedakan istrinya dengan makhluk gaib saja nggak bisa," ucap Ana menggerutu kala Jaya membopong tubuhnya.
"Ya, maafkan aku. Aku pikir karena dia terluka cukup parah yang membuat aku takut salah. Nanti kalau aku kehilangan mu, gimana," ucap Jaya mengerling pada Ana.
"Ish, awas kau ya di rumah nanti," ucap Ana yang langsung memeluk Jaya.
Jaya berhasil membawa Ana keluar dari cermin. Lalu, Burhan dan Banyu menghancurkan cermin tersebut atas perintah Eyang Boana. Cermin itu lantas berderai menjadi beberapa bagian.
Namun, masih ada sebagian kecil yang memperlihatkan Roh Cermin masih mencoba untuk bangkit dan berteriak. Tidak lama kemudian, terdengar suara teriakan menyayat panjang yang mengerikan dari dalam cermin yang kemudian meledak dan menyisakan debu di udara.
...***...
Dua minggu berlalu, setelah ritual reinkarnasi Risa dipercepat oleh Ratu Asih, Ana kebingungan mencari Risa dan akhirnya ia menuju Kota Metropolitan bersama Jaya. Hingga Ana menemukan iklan di televisi besar mengenai anak CEO perusahaan elektronik yang akan menikah. Wajahnya mirip sekali dengan Risa. Ana lantas membawa Jaya ke pesta pernikahan tersebut.
"Siap ya, satu ... dua ... ti ... ga!"
Risa dan suaminya yang berkepala botak melempar bucket bunga bersama ke arah belakang mereka.
Ana akhirnya berhasil menangkap bucket bunga yang dilemparkan oleh Risa dan suaminya secara bersamaan itu. Dia berteriak histeris dan melonjak-lonjak kegirangan.
"Yeaay, akhirnya aku dapat! Aku akan menikah! Aku akan menikah!" seru Ana.
"Ana! Sadarlah kau sudah menjadi istriku, kan?!" Jaya menarik tangan Ana yang terjulur ke atas itu.
Risa menatap bingung pada Ana, ia lalu mendekat dan bertanya, "Apa aku mengenalmu?"
"Tentu saja! Ah, sudah kuduga kau akan bilang begini. Ini, aku bawa semua foto dan video yang diambil oleh Rama saat bersamamu. Dia merindukan tantenya tercinta," ucap Ana.
Risa mengamati ponsel Ana dengan saksama. Cuplikan memori tentang Risa di masa lalu bersama Ana, muncul di pikirannya. Namun, Risa yang di masa sekarang masih belum mengerti. Dia hanyalah anak konglomerat yang terpaksa menjalani perjodohan bisnis saat itu. Dan Risa tetap harus menjalankan pernikahan tersebut.
Sang suami yang bernama Devan, terperanjat kala melihat sosok Jaya. Ia mengenal Raja Garuda tersebut dan langsung menyambut kedatangannya. Keluarga Devan sangat mengenal lima kerajaan di nusantara sehingga ayah dan ibunya juga menyambut kehadiran Jaya dan Ana.
Ada seorang wanita bernama Juli. Dia merupakan ibu tiri dari Risa yang sangat membenci Risa. Ana menangkap kejadian tersebut dan memperingatkan Risa jika ibu tirinya bukan orang baik.
Devan lalu menarik tangan Risa untuk melanjutkan acara dengan persembahan sebuah lagu cinta yang dipersembahkan oleh nya untuk sang istri. Suara Devan terdengar sangat merdu dan membuat para tamu undangan yang hadir bertepuk tangan.
Beberapa di antara mereka juga merekam saat Devan bernyanyi untuk Risa. Bahkan mereka juga mengunggahnya ke sosial media milik mereka masing-masing dengan tajuk "Royal Wedding". Setelah acara pernikahan selesai, akhirnya Risa dan Devan pamit pada para tamu dan juga keluarga. Mereka akan menuju bandara untuk pergi ke negara Hawaii dan berbulan madu di sana.
Ana meminta Jaya untuk mengikuti Risa. Toh, kalau dipikir-pikir mereka juga belum pernah berbulan madu sebelumnya. Akhirnya Jaya setuju, yang penting baginya asal istrinya bahagia, dia akan bahagia juga.
Tampak Risa pamit pada keluarganya. Begitu juga dengan Devan yang pamit pada ayah dan ibunya. Pria itu memeluk kedua orang tuanya dengan erat secara bergantian. Devan masih terlihat layaknya anak manja yang tak bisa jauh dari ibunya.
"Hai, cantik! Ummm, setelah ini kita akan sering bertemu. Aku akan pastikan itu," ucap Ana pada Risa sebelum dia pergi.
__ADS_1
Risa hanya mengangguk dan tersenyum meskipun ia masih tak mengerti kenapa tiba-tiba wanita yang baru ditemuinya itu sudah merasa layaknya sahabat bahkan saudara untuknya. Namun, saat Ana memeluknya, kehangatan kasih sayang seorang saudara, sangat terasa sekali. Risa merasa seperti sudah mengenal Ana jauh sebelumnya.
"Baiklah, terserah kau saja!" sahut Risa.
Setelah pamit, Risa dan Devan masuk ke dalam mobil pengantin. Seekor anjing golden retriever bernama Bayu yang setia itu memilih untuk mengikuti keduanya. Risa tak tega jika harus meninggalkan anjing itu sendirian di apartemen, maka ia membawanya.
"Gila si Risa, bisa-bisanya dia kasih nama Bayu ke anjing itu," bisik Ana pada Jaya.
"Kalau memang itu reinkarnasi Bayu, gimana?" Jaya menahan tawanya.
"Ya tapi kan … ah, bodo amat lah!" Ana meminta Jaya menyiapkan mobiln.
Risa yang akan pergi berbulan madu itu, sudah menyiapkan semua perlengkapan Bayu di kursi belakang dalam mobilnya. Devan juga setuju untuk membawa anjing itu ikut serta. Setelah mereka pamit, sopir membawa kedua pasangan pengantin baru itu melaju ke bandara internasional.
***
Setelah melaju beberapa ratus meter, tiba-tiba sang sopir dikejutkan dengan sebuah kendaraan yang melintas begitu saja mengejutkan. Mobil yang digunakan Risa dan Devan kehilangan kendali apalagi rem mendadak blong.
"Ada apa Ini?" seru Devan pada sang sopir.
"Saya tidak bisa mengendalikan mobil ini, Tuan!" sahut sang sopir dengan nada panik.
Bayu menyalak dari arah kursi belakang membuat semuanya makin panik. Saat berada di tikungan tajam yang sebelah kirinya tebing dan sebelah kanannya jurang, sang sopir makin hilang kendali dan membuat mobil itu menabrak pembatas jalan.
"Maafkan saya, Tuan," ucap sang sopir.
Mobil yang dikendarai sopir Risa tersebut akhirnya meluncur ke dalam jurang yang di dasarnya terdapat sungai dengan kedalaman dua ratus.
"Aaaaaaaa...!" teriakan Risa menjadi suara tangan terakhir di dengar sebelum mobil itu meluncur ke dasar sungai.
Seorang pria berjasa hitam dan berkacamata tampak mengamati dari atas bukit. Dia meneropong kejadian kecelakaan yang menimpa Risa dan Devan, lalu menghubungi seseorang. Rupanya, pria itu dibayar oleh rekan bisnis Devan, agar mensabotase mobil pria itu di hari pernikahannya.
***
Keesokan harinya, sekitar sungai bernama Sungai Biru, dipadati mobil polisi, mobil tim sar, mobil ambulans dan para wartawan. Pasalnya kecelakaan yang merenggut korban pemilik perusahaan terkemuka di kota Metropolitan.
"Pemirsa, CEO dari perusahaan raksasa Sky High bernamaTuan Devan High dan istrinya mengalami kecelakaan. Mobil yang dikendarainya jatuh ke dasar jurang setelah mengadakan pesta pernikahan. Mobil yang akan menuju ke bandara internasional ini untuk mengantar pasangan pengantin berbulan madu, diduga mengalami rem blong. Pasalnya sampai detik ini, petugas kepolisian hanya menemukan sang sopir dalam keadaan tak bernyawa. Sementara Tuan Devan dan sang istri serta satu ekor anjingnya belum ditemukan. Kami akan memberikan informasi terbaru secara langsung hari ini."
Klik!
Suara reporter tv itu sangat membuat ibu tiri Risa yang menonton berita terbaru itu tertawa.
"Hahaha... Aku yakin kalian terbawa arus ke laut lalu mati dimakan hiu, atau malah tenggelam ke tempat paling dasar dan tak akan ditemukan lagi. Betapa puasnya aku. Siapa suruh kau main-sini denganku, dasar anak bodoh! Sekarang kau rasakan itu!"
Suara sang ibu tirinya Risa makin terdengar bahagia seiring dengan tawa jahat yang menghias wajah sang aktris tersebut saat berada di kamar mewahnya. Dia berhasil berkerja sama dengan pesaing bisnis Devan untuk menghabisi anak tirinya itu.
__ADS_1
...*****...
...Masih Bersambung…...