Dinikahi Pocong Tampan

Dinikahi Pocong Tampan
Bab 34 - Menikah Dengan Bangsa Jin


__ADS_3

Bab 34 DPT


Sementara itu, di Kerajaan Garuda, suasananya mulai tampak gaduh. Ana dan Risa ditemukan tapi sadarkan diri oleh Widi. Sudah hampir tiga hari mereka tak jua sadar dan bangun.


Akhirnya, Raja Sumarjo meminta Mbah Karso untuk membuatkan ramuan penyembuhan. Dia takut kalau Ana dan Risa akan mengalami nasib seperti Jaya terkena santet ambil sukmo.


"Sepertinya mereka masuk ke alam gaib, Yang Mulia," tutur Mbah Karso.


"Bagaimana bisa mereka masuk ke alam gaib?" tanya sang raja.


"Sepertinya ada bangsa jin yang melintasi kerajaan kita dan membawa dua wanita ini menuju ke alamnya. Saya akan coba bantu panggil mereka agar kembali," ucap Mbah Karso.


Raja Sumardjo dan Ratu Melati juga tampak kebingungan setelah tiga hari para wanita itu tak jua sadar. Mbah Karso menghela napas dalam- dalam, raut wajahnya tampak dipenuhi beban dan kekhawatiran tinggi.


"Mereka juga akan mendapat penanganan dari dokter agar mengganti infus makanan mereka," ucap Ratu Melati seraya mengusap Ana dan Risa.


Keduanya tampak bagaikan anak perempuannya sendiri.


"Baiklah, Yang Mulia Ratu," sahut Mbah Karso.


Ada sepasang mata yang mengamati dengan saksama. Tubuh Ana dan Risa yang tak sadarkan diri dianggapnya sebagai keberhasilan. Orang misterius itu memang sengaja mengirim Ana ke alam jin sampai nanti mati. Namun, siapa sangka kalau Risa yang terperosok ke dalam kuburan Laras dan ditandai oleh raja jin sebagai pengantinnya. Akan tetapi, sudah beberapa hari berselang, Risa dan Ana masih dalam keadaan bernapas.


Namun di dunia alam jin, Ana dan Risa merasa baru sebentar padahal di alam nyata sudah tiga hari berselang. Ana dan Risa berada di alam gaib belum sampai satu hari dan masih melakukan perbincangan dengan sang penguasa kerajaan tersebut.


"Di alam nyata jangan kaget kalau saat ini pasti kalian sudah membuat kepanikan karena belum sadarkan diri selama tiga hari," ungkap Raja Harun seraya menatap wajah Ana dan Risa yang ia kagumi.


Raja Harun merasa jika dia bisa mendapatkan kedua wanita di harapannya menjadi istri kenapa tidak.


"Maksudnya apa, ya?" tanya Ana balas menatap wajah Raja Harun.


"Di sini, kalian baru tiga jam saja. Sementara di alam nyata, kalian sudah tak sadarkan diri selama tiga hari. Lagipula ada yang sengaja membuat kalian tak sadarkan diri dan lumpuh di dunia nyata. Tapi, kalian akan bahagia di sini," ucapnya.

__ADS_1


BRAK!


Jaya menggebrak meja penuh emosi. Dia merasa lama kelamaan sang raja sengaja menahan mereka berlama-lama di dunia jin tersebut.


"Lepaskan kami! Kembalikan kami ke alam kami!" seru Adam dengan mata melotot.


Raja Harun hanya tersenyum. Lalu kemudian, Ana mengalihkan perhatian untuk menahan emosi Jaya. Dia bertanya mengenai perbedaan waktu antara alam manusia dengan alam jin kepada sang penguasa istana gaib itu. Dengan senang hati, Raja Harun menjawab apa yang ditanyakan oleh Adam kepadanya.


"Pernikahan harus terjadi, maka aku akan mengembalikan kalian," ucapnya berjanji.


"Janjimu tidak palsu, kan?" tuding Jaya.


"Kau bisa percaya dan memegang janjiku, Pangeran," ucapnya.


Risa masih saja belum ikhlas jika pernikahan terjadi. Dalam hati Risa mengumpat. Usia raja jin tu berkiser seribu tahun lebih. Dia pasti sangat jompo. Sama saja Risa akan menikah dengan pria paruh baya.


Raja Harun lantas meminta beberapa jin wanita untuk merias Risa. Ana mengikuti dengan dalih akan menjadi wali dari Risa. Sementara itu, Jaya diajak berbincang oleh Raja Harun.


"Kau wanita yang mau dijodohkan dengan Raja Harun, ya?" tanya wanita bernama Suraya.


"Maaf, aku harus jujur. Sebenarnya aku tidak mencintai raja itu. Aku takut dan dipaksa oleh temanku ini," ucap Risa melirik Ana yang meringis lalu melanjutkan ucapannya, "aku harap kamu tak marah."


"Aku hargai kejujuranmu, Nona. Kalian datang dari dunia manusia, kan? Sebenarnya saya juga manusia sebelumnya," ucap Suraya.


Ana dan Risa saling terkesima menatap tajam pada Suraya.


"Lalu, apa kau masih manusia?" tanya Ana.


"Sekarang saya sudah mati. Lalu raja jin membawa saya ke sini. Kalian tau kenapa saya bisa ada di sini?" tanyanya.


"Karena menikah dengan raja jin?" tanya Risa.

__ADS_1


"Bukan raja jin yang aku nikahi tetapi salah satu penghuni istana. Aku menikah karena terlalu tamak ingin harta," ucap Suraya yang mulai berbicara makin intens dan meminta Risa berganti pakaian.


"Mau mendengar sebuah cerita tentangku?" tanya Suraya.


"Tentu saja, silakan ceritakan!" pinta Ana.


"Saat itu, aku mengikuti anjuran seorang dukun sakti. Dia membawaku ke sebuah gunung yang hijau di bawah bulan purnama," ucap Suraya.


Sebuah peristiwa sepuluh tahun yang lalu tentangnya, lantas Suraya ceritakan. Saat itu hujan gerimis turun. Tampak seorang wanita sedang mengikuti pria yang lebih tua dan mengenakan pakaian serba hitam serta ikat kepala seperti dukun.


Wanita itu adalah Suraya. Dia terlihat sudah mulai kelelahan, karena setelah dua jam mendaki dari menjelang habis isya sampai pukul sembilan malam itu tak kunjung sampai. Namun, Suraya masih mencoba untuk fokus. Dia tak ingin pandangannya lepas sedikit pun dari pria bernama Mbah Gunung itu.


“Jadi, kamu sudah siap buat menikah dengan bangsa jin?” tanya Mbah Gunung.


"Siap Mbah," jawab Suraya.


Suraya merupakan seorang wanita berusia tiga puluh tahun. Dia adalah korban pemecatan sepihak sebuah perusahaan tekstil di kota. Saat itu Suraya bekerja sebagai tukang jahit. Ketika bekerja di sana dari sekitar satu tahun sebelumnya, Suraya mulai terlilit hutang pinjaman online akibat gaya hidup konsumtif yang boros.


Namun, pabrik tempat Suraya bekerja mulai gulung tikar. Wanita itu akhirnya mengalami PHK dan hanya mendapatkan pesangon yang tidak seberapa. Apalagi saat itu Suraya juga menanggung biaya hidup ibu dan dua adiknya. Karena tidak ingin melihat keluarganya itu sedih atas apa yang menimpanya, Suraya memutuskan untuk mencicil motor dengan uang pesangon yang ia miliki.


Suraya akhirnya mendaftar menjadi tukang ojek online wanita. Akan tetapi, wanita itu mengalami kecelakaan dan menabrak anak kecil yang mengharuskannya mengganti rugi. Buntutnya, keuangan Suraya semakin menipis. Uang pesangonnya habis sehingga ia terlihat hutang.


Suraya lalu nekat menemui Mbah Gunung untuk mencari pesugihan. Namun, pria tua itu menawarkannya untuk menikah dengan bangsa jin. Mbah Gunung kemudian melanjutkan ritual klenik. Suraya hanya diam saja melihat apa yang dilakukan oleh pria paruh baya yang menjabat sebagai ketua persatuan dukun nusantara itu.


"Mbah, apa sudah sampai?" tanya Suraya.


"Sudah. Kamu duduk bersila di atas batu itu!" pinta Mbah Gunung.


Suraya bertindak sangat patuh.


...*****...

__ADS_1


...Bersambung dulu, ya....


__ADS_2