Dinikahi Pocong Tampan

Dinikahi Pocong Tampan
Bab 84 - Memusnahkan Nyai Aya


__ADS_3

Bab 84 DPT


Sosok Ningsih mengubah diri menjadi Nyai Aya yang menyeramkan. Sepasang kaki nya seperti kaki kambing. Tubuhnya penuh bulu. Bagian tubuh ke atas berbentuk manusia pada umumnya hanya saja kepalanya bertanduk.


"Kalian jangan terlalu banyak omong! Ayo kemarilah! Berikan nyawamu ke padaku!" Nyai Aya berteriak sekuat tenaganya sampai tanah yang ia pijak terasa bergetar.


"Kayaknya mending kita lari aja, yuk! Ayo, kita lari!" ajak Ana.


Ana dan Risa berpegangan tangan menuju ke luar rumah sampai menabrak Anto dan sekelompok hantu pria yang pernah menjadi korban Nyai Aya di desa tersebut.


"Tunggu! Kalian harus memusnahkan iblis itu. Jika tidak, makan akan makin banyak korban lain yang bisa dia hisap nyawanya," sahut Anto.


"Bagaimana cara kita memusnahkannya?" tanya Risa sambil menarik Bayu agar keluar dari rumah tersebut.


Sementara itu Jaya berjuang untuk menghadang dan menahan Nyai Aya.


"Di dalam laci lemari di kamarnya ada buku mantera yang pernah ia ucapkan saat ia mengubah bentuk. Mungkin di dalamnya ada petunjuk untuk memusnahkannya," ucap Anto.


"Jadi, aku harus balik lagi ke sana, gitu?" tanya Ana.


Anto mengangguk.


"Ya udah kalau begitu biar aku aja. Anto, terima kasih sudah memberitahu. Bayu jaga Ana, ya. Semoga Jaya bisa menahan iblis itu lebih lama. Aku akan berusaha masuk ke dalam kamarnya," ucap Risa.


"Nggak bisa, Sa! Nanti kalau kamu kenapa kenapa, gimana?" Ana tampak cemas.


"Udah tenang aja! Aku masuk dulu, nanti kalau aku keburu tertangkap gimana? Udah ya kalian nggak usah khawatir," ucap Risa.


Brak!


Sosok Jaya terlempar dan tak bisa menghadapi Nyai Aya.


"Bayu… di mana kamu ganteng?" Nyai Aya ke luar dari rumah untuk mencari Bayu.

__ADS_1


"Waduh, gimana ini? Masa dia tetap ngejar aku," ucap Bayu semakin panik.


"Nah tuh kamu alihkan perhatian dia sama kamu. Pokoknya kamu bisa, Bayu. Aku akan ke dalam dulu ya," ucap Risa lalu pergi meninggalkan Bayu dan Ana.


Bayu akhirnya berusaha untuk menuruti perintah Risa. Ia mencoba bersembunyi di balik tubuh para hantu pria tersebut agar tak terlihat. Sementara Jaya membawa Ana untuk bersembunyi.


"Bayu, kamu tahan napas!" titah Jaya.


"Duh, berat ini nahan napasnya, mana bau busuk lagi semua badan hantu ini. Aduh, mana mual lagi," keluh Bayu menggerutu.


Bayu menutup hidungnya dengan telapak tangan kanannya sembari bersembunyi.


"Bayuuuuuu! Ayo, kita makan dulu!" seruan Nyai Aya membuat bulu kuduk Bayu meremang.


Sementara itu, Risa mencoba mencari sesuatu yang dapat dia jadikan petunjuk untuk memusnahkan iblis wanita itu di dalam kamar Nyai Aya.


Benar juga ucapan Anto, Risa menemukan buku mantra di dalam lacinya di samping mesin tenun. Setelah ia buka halaman demi halaman seraya memperhatikan, ternyata tak ada jawaban di dalamnya.


Dengan perasaan kesal, akhirnya Risa memutuskan untuk membakar buku tersebut agar iblis wanita tersebut tak lagi dapat menggunakan buku mantra itu lagi.


"Bagus, ternyata ini cara untuk memusnahkan wanita iblis itu! Rasakan itu hahaha!" seru Risa yang menertawakan Nyai Aya sampai ia tersedak asap yang muncul dari pembakaran di tubuhnya.


Ana juga menemukan sebuah boneka buhul yang Ana yakini merupakan bagian tubuh Nyai Aya juga.


"Hentikan! Kalian kurang ajar!" seru Nyai Aya.


Ana lantas membakar buhul tersebut berikut dengan rumah milik Nyai Aya. Jaya langsung menghampiri Ana dan menariknya menjauh, karena rumah yang ada di belakang istrinya juga ikut terbakar. Bayu juga menyelamatkan Risa. Ia menepuk-nepuk punggung Risa karena wanita itu tersedak.


"Makasih ya, kamu sudah menyelamatkan aku," ucap Bayu sambil menggenggam kedua tangan Risa dan menaruhnya di dada pria tersebut.


"Jangan pegang-pegang lah! Kamu nanti bikin baper aku aja!" sahut Risa.


Bayu malah memeluk Risa.

__ADS_1


"Izinkan aku jadi ayah dari anaknya Raja Harun, Mbak Risa. Bolehkah?" tanya Bayu.


Risa tak dapat berkata-kata. Ia sangat bingung. Risa lantas menghentikan ucapannya Bayu. Rasanya belum siap untuk Risa jika ia harus membina rumah tangga dengan pria itu.


"Risa, kok bengong?" tanya Bayu.


"Eng-enggak, nggak apa-apa. Aku, aku cuma lagi mikir aja," sahut Risa.


Tiba-tiba, sosok Nyai Aya yang terbakar mendekat ke arah Risa.


"Kalian harus musnah bersamaku," ucap Nyai Aya.


"Risa, Bayu, Awaaaaas!" pekik Ana.


Dor! Dor! Dor!


Terdengar suara tembakan. Rupanya, Juna berhasil menemukan Ana dan yang lainnya. Ia menghujani banyak peluru ke arah Nyai Aya.


Iblis wanita yang tengah terbakar itu berhasil melarikan diri padahal kondisinya sudah sangat lemah.


"Tolong, tolong!" Suara parau seorang pria terdengar dari balik pepohonan.


Ternyata tubuh pria bernama Dedi itu terkubur di dalam tanah yang untungnya masih terbuka sedikit menimbulkan celah ruangan sehingga Dedi masih hidup.


"Baru aja dia dilaporkan hilang sama teman-teman KKN nya. Ternyata akhirnya ketemu," ucap Juna saat mengevakuasi Dedi.


"Asal Pak Juna tau ya kalau saya juga hampir jadi korban iblis itu," ucap Bayu.


"Woah beruntung kamu selamat, ya. Kalau begitu silakan kembali ke rumah milik Bu Susi untuk membersihkan pakaian kotor dan bau yang mulai apek untuk dihirup.


...*****...


...Bersambung dulu, ya....

__ADS_1


...See you next chapter....


__ADS_2