Dinikahi Pocong Tampan

Dinikahi Pocong Tampan
Bab 135 - Pernikahan Risa


__ADS_3

Bab 135 DPT


Jasad Devan ditemukan tewas tak bernyawa. Namun, jasad Risa belum ditemukan. Ayah Risa memaksa tim SAR untuk tetap mencari meskipun sudah tiga hari berselang dari kecelakaan.


"Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tim terbaik kami masih melanjutkan pencarian, harap Tuan bersabar dan banyak berdoa," ucap petugas SAR tersebut.


"Tenanglah, Sayang. Mari biarkan mereka bertugas sebaik mungkin. Kita hanya bisa berdoa semoga anak-anak kita ditemukan," ucap ibu tirinya Risa menenangkan suaminya.


Bangkai mobil sendiri juga sudah diangkat ke permukaan seiring ditemukannya jasad sang sopir yang sudah tak bernyawa masih berada di dalam sana. Kini pencairan masih dilakukan untuk menemukan Risa.


Jauh di tepi Pulau Garuda, Ana membawa Risa atas bantuan para Duyungi. Risa selamat dan dirawat oleh Ana. Meskipun masih bingung, tetapi berada di wilayah Garuda membuat Risa lebih nyaman ketimbang menjadi istri yang dipaksa. Risa juga akan selalu merasa was was karena ibu tirinya kerap mencoba menghabisi nyawanya demi harta.


Beberapa bulan berlalu, Risa sudah mulai dekat dengan Ana dan keluarganya. Ia mencoba mengingat kenangan Risa yang sebelumnya dari Rama. Sementara Rama belum bisa memimpin kerajaannya, sehingga Jaya menyatukan Meraki dan Garuda. Ia meminta Eyang Setyo untuk menjadi penasehat.


Sementara itu, Jaya meminta Lastri dan suaminya berjaga dan mengatur pemerintahan di Kerajaan Meraki sampai nanti Rama siap untuk mengambil alih.


Tak lama kemudian, Risa malah mendapat lamaran dari Banyu, raja dari Kerajaan Merak. Ana berusaha menjodohkan mereka dan akhirnya Risa mau menikah dengan Banyu. Pesta pernikahan keduanya pun dimulai.


Ana mendandani Risa tampak cantik dengan memakai gaun pengantin warna broken white. Begitu juga dengan sang mempelai pria yang sangat tampan. Pria yang memakai setelan beskap warna putih dan kain jarik yang Ana desain dengan sebuah mawar yang disematkan di saku atas sebelah kanan itu, tampak tersenyum bahagia.


Risa dan Ana menggelar pernikahan di luar ruangan atau outdoor. Mereka mengusung tema pernikahan Rustic Wedding. Sesuai dengan namanya rustic, atau pedesaan. Rustic wedding lebih mengedepankan sisi sederhana, menyatu dengan alam tetapi tidak menghilangkan sisi elegan dan kemewahan di dalamnya.


Konsep rustic wedding yang mengikuti ide dari Ana didominasi dengan unsur kayu, warna coklat keemasan. Rama juga membantu Ana bersama Ratu Melati. Mereka memberi sentuhan unsur alam seperti tumbuhan alang-alang, aneka macam bunga, bahkan akar-akar pohon sintetis.


Untuk menambah kesan hangat dan gemerlap, para abdi dalam juga ikut menambahkan hiasan lampu-lampu kecil serta menggantung lentera di beberapa sudut venue. Kursi untuk para tamu juga menjadi detail yang diperhatikan. Kursi kayu disejajarkan dengan rapi. Tidak perlu banyak sentuhan, mereka menyematkan renda-renda atau simpul pita di belakang kursi.


Risa tiba didampingi Jaya yang menggantikan ayahnya saat melangkah menuju aula pernikahan di hadapan meja penghulu. Namun, ada kejadian yang tak terduga. Risa dan Banyu akan menyematkan cincin pernikahan mereka. Kotak cincin yang sedang dipegang oleh Rama, tiba-tiba saja jatuh.


"Ups, maafkan aku," ucap Rama.


"Haiss, Rama! Kau selalu saja menggoda Tante!" seru Risa.


Cincin itu menggelinding sampai masuk ke semak-semak. Risa sudah mengangkat gaunnya, tetapi langsung dicegah oleh Ana. Burhan lantas bergegas bersama Rama mencari cincin tersebut. Betapa terkejutnya kedua pria itu kala melihat seekor gorila berbulu meraih cincin itu dengan tangannya.


"Pa-paman Burhan, dia gorila asli atau jadi-jadian?" bisik Rama ketakutan.


"Aku rasa dia asli."

__ADS_1


"Lalu, bagaimana ini?" Rama mulai panik tetapi Burhan menahannya agar tetap tenang.


"Hei, apa yang terjadi di sana?" tanya Jaya berseru.


"Saya rasa cincin milik Nona Risa direbut olehnya!" sahut Burha seraya menunjuk ke balik semak.


"Direbut olehnya?" Ana mengucap tak percaya.


Ana dan Jaya yang penasaran langsung menghampiri Burhan dan Rama. Risa dan Banyu juga mengikuti


"Apa maksud kalian direbut olehnya?" tanya Jaya.


"Itu, lihat saja sendiri di sana!" tunjuk Rama.


Tiba-tiba, Anjaya yang baru genap berusia satu tahun dan sudah bisa berjalan itu berlari sambil tertawa ke arah semak tersebut.


"Anjaya! Sini Nak!" Ana langsung mengejarnya.


"Ih, si Anjay cari gara-gara aja, nih," ketus Risa menahan jengkelnya pada Anjaya.


Ana terperanjat kala melihat sosok gorila itu menggendong Jaya.


Sosok kera besar itu lantas menoleh ke arah Ana, lalu tersenyum, dan melangkah mendekat.


"Ana berhati-hatilah! Kau hanya manusia biasa, bagaimana nanti jika dia menggigitmu?" Jaya terlihat panik.


"Aku rasa, dia baik," sahut Ana.


Gokana mengusap wajah Ana. Sosok jin ini agak unik. Rahwana hanya bisa dilihat oleh orang-orang tertentu sama seperti Raja Haram dan Raja Harun waktu itu. Tetapi, Gokana berbeda. Ia dapat muncul dalam wujud hewan dan dilihat oleh manusia awam sekali pun.


"Ya ampun, cucuku! Jauhkan dia dari hewan besar itu, Jaya! Nanti kalau Anja kenapa-napa gimana, duuuuhh!" Ratu Melati mulai panik.


"Tenang saja, Bu, dia hanya ingin main sama Anja," sahut Ana.


Jaya lalu masuk ke dalam semak dan mendekat ke arah sosok kera besar tersebut.


"Halo, Gokana! Apa kabar? Rupanya kau muncul mau main, ya?" tanya Jaya.

__ADS_1


Gokana lalu menyerahkan cincin itu ke tangan Ana. Dia memeluk Ana dengan erat sampai Ana mengaduh. Tubuh wanita itu terasa remuk kala berada dalam pelukan Gokana. Jaya meminta Gokana melepasnya.


"Peluk aku saja, jangan istriku!" pinta Jaya.


Gokana lantas mencoba memeluk Jaya. Tapi tak lama kemudian, ia menghempas Jaya.


"Kau mengenali aura Rahwana di diriku rupanya," ucap Jaya setelah mengaduh.


Gokana duduk dan bermain dengan Anjaya.


"Jadi, gimana nih? Nanti kalau para tamu takut lihat dia, gimana?" tanya Risa.


"Dia cuma mau main sebentar. Sana lanjutkan pernikahanmu itu. Aku dan Anja akan berada di sini menemani Gokana bermain. Nanti juga kalau sudah selesai dia kembali lagi ke hutan," titah Ana pada Risa.


"Kalau begitu, aku di sini saja menemani kalian," sahut Jaya


"Aku boleh ikut main?" tanya Rama.


Anjaya lantas menarik tangan Rama dan memperkenalkannya pada Gokana. Anjaya belum fasih berbicara, masih sangat cadel, sehingga belum ada yang mengerti apa yang dia katakan. Namun, Rama dan Ana mengerti apa yang Anjaya katakan.


"Ada gitu ya pas lagi nikahan didatangi gorila, hadeh…." Risa lantas menarik tangan Banyu.


"Kita jadi menikah?" tanya Banyu.


"Kamu mau aku membatalkan pernikahan ini?" tantang Risa.


"Tentu saja tidak!" sahut Banyu.


"Ayo kalau gitu, nikahi aku buruan sebelum aku berubah pikiran lagi!" seru Risa.


Banyu sampai tersipu malu mendengarnya. Ia sudah membayangkan kalau bahtera rumah tangganya kelak akan sangat menyenangkan.


Pernikahan Risa dan Banyu akhirnya berlangsung. Para tamu undangan terlihat ikut berbahagia dan bergantian mengucapkan ucapan selamat pada kedua pasangan baru itu.


Para tamu undangan bergantian menyalami Risa dan Banyu. Mereka juga bercanda tawa, saling berbincang seraya menyantap makanan. Burhan meminta para pengawal untuk menjaga wilayah ke kebun belakang, karena sosok Gokana masih ada di sana dan bermain dengan keluarga kecil Ana dan Jaya.


...******...

__ADS_1


...Masih Bersambung, satu bonus chapter lagi ya....


__ADS_2