Dinikahi Pocong Tampan

Dinikahi Pocong Tampan
Bab 33 - Rencananya Ana


__ADS_3

Bab 33 DPT


"Harum sekali wanita ini. Tak salah aku memilihmu untuk datang ke sini," ucap Raja Harun.


"Heh, udah saya bilang dari tadi ini istri saya! Milik saya! Udah saya tandain sampai saya tanam benih di perutnya!" seru Jaya menyingkirkan Ana menjauh dari Raja Harun.


"Tapi, saya tidak keberatan merawat benih Anda. Lagipula Anda sudah menjadi pocong, kan?" ledek Raja Harun.


"Saya masih hidup. Arwah saya lepas! Pokoknya jangan berani-berani kamu dekati istri saya!" ancam Jaya.


"Ini sangat aneh. Saya hanya mengundang calon istri saya ke sini. Dan hanya yang dapat menjadi istri saya saja yang bisa masuk ke sini. Lalu, kenapa wanita ini tak bisa menjadi istri saya?" tanya Raja Harun.


Ana dan Jaya saling bertatapan. Lalu, keduanya menoleh pada Risa.


"Kenapa pada ngeliatin aku begitu?" tanya Risa.


"Jangan-jangan ini jawaban kenapa kamu tiba-tiba bisa masuk ke kuburannya Laras," ucap Ana.


"Loh, aku masuk ke kuburan dia karena dia mau minta tolong. Aku juga jadi bisa lihat makhluk gaib, kan?" Risa mencoba berkelit dan tak mau mendengar jawaban yang ia takuti.


"Ini cocok, Sa. Kamu cocok sama dia. By the way, dia seorang raja, loh." Jaya menggoda Risa.


"Bodo amat! Dia itu raja jin. Hidih….!" sungut Risa.


"Jadi, bagaimana ini? Adakah solusinya untuk saya, karena saya harus menikah," ucap Raja Harun.


"Ada, tentu saja ada," sahut Ana melirik Risa menggodanya.


"Kalau begitu, silakan kalian masuk!" ajaknya sambil tersenyum manis menatap wajah Ana.


"Sudah dibilang jangan kegenitan sama istri saya!" bentak Jaya.


"Halah! Saya yakin kamu nggak bisa nafkahi lahir batin dia," cibir sang raja.


"Cari aman aja, sih. Jangan mulai bertengkar!" bisik Ana pada Jaya.

__ADS_1


"Ana, masa kamu tega sih?! Masa aku mau dikawinin sama dia," ucap Risa memelas.


Ana hanya mengerling. Mengedipkan satu mata kirinya ke arah Risa.


"Baginda Raja, makanan lezat sudah disiapkan," ucap salah satu pelayan.


Dia sampai heran melihat sosok pocong Jaya berbalut kafan, tetapi kedua tangannya tak terikat.


"Nggak dingin, Mas?" tanya pelayan itu kala Jaya melintas.


"Kamu punya baju pocong modern buat saya, nggak?" tanya Jaya.


Pelayan itu menggeleng.


"Ya udah kalau gitu jangan banyak bacot!" tukas Jaya.


Jaya kembali melompat menyusul Ana dan yang lainnya.


Mereka langsung melangkah masuk ke dalam halaman istana yang tampak megah dihiasi berbagai pernak-pernik yang terbuat dari emas dan permata.


Raja tersebut memperkenalkan diri. Ana lantas memperkenalkan diri begitu juga dengan Risa dan Jaya yang menghargai kewibawaan sang raja yang merupakan penguasa kerajaan gaib yang ada di dunia itu.


Setibanya di dalam ruangan dengan meja makan besar dipenuhi bermacam hidangan yang lezat, Ana dan yang lainnya dijamu sangat mewah dengan berbagai makanan dan minuman. Mereka diperlakukan layaknya tamu kehormatan kerajaan tersebut. Tak hanya itu, para tamu juga diberikan penghormatan khusus dari kerajaan dan didaulat sebagai tamu agung.


"Apa makanan ini bisa saya makan? Saya takut lagi enak-enaknya makan tau tau makanannya berubah jadi cacing, hiiiyyy!" ucap Ana.


"Hahaa, kalian tenang saja. Tentu saja semua makanannya layak dimakan oleh manusia," ucap Raja Harun.


Jaya menatap semua makanan lezat di hadapannya. Namun, ia ragu untuk memakannya karena sedang berada di dunia jin. Makanan itu pasti menjijikkan dengan tampilan yang kelihatan lezat di matanya. Lalu, dia kan pocong, apa bisa makan makanan manusia?


Seolah tahu dengan yang Jaya pikirkan, Raja Harun mengatakan kalau Jaya dapat menyantap menu makanan tersebut.


"Pangeran Jaya jangan khawatir. Buah- buahan dan semua makanan serta minuman yang saya hidangkan ini dapat dinikmati baik dari kalangan manusia maupun makhluk gaib. Kalian tenang saja, makanan di hadapan kalian adalah makanan khusus yang pastinya lezat," ucap Raja Harun meyakinkan Jaya dan yang lainnya karena mereka masih tampak ragu menikmati hidangan yang sudah disuguhkan oleh para dayang istana kerajaan gaib itu.


"Baiklah, Baginda Raja. Aku percaya," sahut Ana seraya tersenyum lebar. Toh, dirinya juga sangat lapar.

__ADS_1


"Terima kasih Nyi Sayu karena sudah menjamu mereka ketika datang ke wilayah kerajaanku," ucap Raja Harun tersenyum lebar memandang wajah para tamunya.


"Seperti yang saya bilang tadi, saya harus menikah demi menyelamatkan kerajaan saya," ucap Raja Harun.


Ana, Jaya, dan Risa, mengamati dengan saksama seraya endengar kalimat yang diucapkan oleh sang penguasa kerajaan gaib itu. Kemudian Raja Harun berkata kepada para tamunya.


"Saya janji akan membantu kalian jika kalian membantu saya. Para prajurit saya siap menolong kalian," ucapnya.


"Ta-tapi, bagaimana jika saya menolak menikah?" tanya Risa.


"Risa! Ayolah tolong kerjasamanya," sahut Ana.


"Kau menjualku, Na?" sungut Risa.


"Bukan begitu, Na. Aku dan Jaya meminta bantuan kamu. Pikirkan ke depannya kalau nanti kita bisa minta bala bantuan ke dia," bisik Ana.


"Ini gila! Aku udah masuk ke kerajaan toxic, temenan sama pocong, sampai masuk ke dunia gaib, terus sekarang nikah sama raja jin? Gila ini benar-benar Gila!' Risa membatin seraya menunduk.


"Sebentar lagi akan ada yang menduduki tahta kerajaan tersebut dengan cara paksa. Dia akan melakukan sebuah kudeta atas pemerintahan sah kerajaan tersebut. Ayahmu akan ditaklukan dengan keji!" tukas raja jin pada Jaya.


"Ayah saya?" tanya Adam.


"Iya, kehilangan semua tahta sangat menyakitkan," ujarnya.


"Tapi, aku nggak mau nikah huhuhu!" Risa mulai kalut.


"Saya jamin, Anda akan bahagia hidup bersama saya," ucap sang raja lalu tertawa .


Risa kini hanya diam, ia memikirkan bagaimana caranya mengelak untuk menikahi sang raja dari bangsa jin. Pasti menyeramkan rasanya. Apalagi, dia mulai menyukai Panji. Bagaimana bisa Risa akan tahan menjadi suami dari bangsa jin? Batin gadis itu bergejolak.


Selepas menyantap makanan, ketiganya saat itu diajak berkeliling istana oleh Raja Harun dan para punggawa lainnya. Mereka juga menuju sebuah taman untuk membuat tempat tinggal yang baru di sana. Di sana sang raja berbasa-basi sekadar menikmati pemandangan yang ada di sekeliling istana tersebut.


*****


Bersambung dulu ya.

__ADS_1


__ADS_2