
Bab 36 DPT
Jaya diminta kembali duduk oleh Suraya. Tiba-tiba, Jaya merasa berada di dalam sebuah gua bersama Suraya. Ia diminta duduk di sebuah bebatuan besar dalam gua yang gelap. Ada sebuah perapian yang tiba-tiba menyala, yang berada di depan Jaya.
Suraya lantas memintanya untuk mengikuti pembersihan diri. Jika Jaya berhasil maka dia akan mendapat kekuatan dari bangsa jin, penguasa alam gaib.
Jaya tadinya ketakutan. Namun, dia merasa ujian beratnya ini bisa menjadikan dia lebih kuat sebagai makhluk gaib. Mendadak kemudian, ada beberapa makhluk gaib yang beragam jenis bermunculan. Jaya harus mengalahkan godaan-godaan makhluk halus yang lalu-lalang.
Awalnya, Jaya kaget luar biasa dan sangat takut ketika ia mampu melihat sosok jin-jin yang menertawakan pertapaannya. Pemuda itu lalu memejamkan matanya demi mendapat kekuatan.
Mendadak kemudian, banyak tanaman bermunculan. Jaya merasa tengah berada di kebun bunga. Jaya bangkit dan melangkah lurus ke depan menuju ke sebuah cahaya. Banyak para jin yang sengaja menggoda perjalanan Jaya, bahkan ada yang muncul berbentuk wujud seperti Ana yang tanpa mengenakan sehelai benang pun.
Makhluk itu benar-benar menyerupai Ana yang cantik. Tubuh tanpa busana itu sangat sempurna dan menggoda Jaya. Makhluk itu bahkan mengajak Jaya untuk bersetubuh. Sosok berwujud Ana itu memanggil-manggil nya ketika sedang berjalan.
"Jangan tergoda! Dia itu bukan Ana. Kamu lanjut saja!" Suara Suraya mantap terdengar memperingatkan Jaya.
Jaya mengangguk lalu kembali berjalan menuju ke sebarkan cahaya terang tadi. Jaya lalu melihat ada makhluk gaib yang tampak bergelantungan di sebuah pohon di suasana yang tiba-tiba gelap pekat bagai berada di waktu tengah malam itu. Jaya tersentak ketika ada pula yang menghalangi jalan kakinya.
"Maaf permisi, tolong lepaskan saya!" pinta Jaya.
Tak berapa lama kemudian, ada juga makhluk yang sengaja menumpang di punggung Jaya. Makhluk itu menempel kuat bahkan menebarkan bau busuk. Jaya sontak saja membanting makhluk itu. Jaya bergidik ketika melihat sosok itu dengan tubuh rusak bersimbah darah bercampur nanah dan belatung.
Semua itu terjadi di tengah persiapan pernikahan Risa dan Raja Harun. Jaya lama-kelamaan jadi biasa dan tidak kaget melihat makhluk makhluk yang dapat mengubah wujud dan menggoda itu.
Jaya menjadi tidak takut bahkan semakin berani mengusir para sosok menakutkan itu. Ada juga yang menantangnya untuk bertarung. Jaya meladeni karena saking kesalnya ia terus digoda. Toh kebanyakan makhluk makhluk gaib penggoda itu kabur. Mereka juga lari terbirit-birit ketakutan setelah Jaya membuka kafannya dan memperlihatkan tubuh tanpa busananya.
"Takut kan kalian semua sama burung garuda kebanggaan aku!" seru Jaya dengan sombongnya.
Suraya muncul dab mengamati. Dia ingin menyentuh benda pusaka kebanggaan Jaya. Namun, Jaya buru-buru menutupi.
"Ini punya Ana. Cuma Ana yang boleh pegang!" seru Jaya dengan tegas melarang Suraya.
__ADS_1
Rasa cinta Jaya pada Ana yang dalam mengalahkan keinginan Suraya memiliki Jaya. Pria itu rupanya setia. Jaya akhirnya menemukan sumber cahaya kekuatan yang sama milik Raja Harun. Setelah berpikir cukup dalam, Jaya akhirnya menyatakan siap dan dapat keluar melawati cahaya tersebut.
"Jaya!" Ana memeluk Jaya dengan erat.
Rupanya sosok pocong itu tak sadarkan diri dengan tubuh menggelepar berkali-kali seperti ikan yang baru saja lompat dari dalam akuarium dan kehilangan oksigennya.
"Apa yang terjadi denganku?" tanya Jaya.
"Kamu pingsan," sahut Ana.
"Apa yang kamu lakukan, Suraya?" tanya Raja Harun.
"Aku membawanya ke gua jin. Dia bisa mendapatkan kekuatan seperti Yang Mulia Raja ternyata. Hebat, kan?" Suraya tersenyum senang.
"Kau membawanya ke gua dan dia mampu kembali?" tanya Raja Harun lagi memastikan.
Suraya mengangguk. Raja Harun lantas memeluk Jaya. Ia tak menyangka ada yang bisa melewati tantangan Suraya. Padahal beberapa jin juga tak sanggup kembali dari gua apalagi manusia. Para manusia itu pasti mati.
Tampak Raja Harun memasuki aula dan sudah sangat yakin menikahi Risa. Dia mengenakan setelan jas berbahan terbaik yang dijahit dengan benang emas. Ana dan Risa tampak takjub dengan ketampan sang raja jin.
"Sa, dia kok ganteng kayak pangeran arab, sih?" bisik Ana.
"Iya, cakep banget!" sahut Risa.
"Tuh, jadi semangat kan buat nikah. Ciyeeeeeee!" tukas Ana menggoda Risa.
"Tapi, Na. Kan tadi katanya kaum jin bisa mengubah wujud. Kalau sekarang dia kelihatan cakep, kan bisa aja taunya dia buruk rupa kayak monster," ucap Risa.
"Tau film beauty and the beast?" tanya Ana.
Risa mengangguk.
__ADS_1
"Itu si Beast kan kayak monster serem tapi hatinya baik, kan? Ya anggep aja nanti kalau tuh Raja Harun berubah serem, kamu harus tetep bangga karena dia jin yang baik hati," ucap Ana lalu terkekeh.
"Ah, Ana mah nakuti aku aja, nih!" tukas Risa seraya mencubit pinggang Ana.
Raja Harun didampingi Jaya melangkah masuk ke dalam ruangan pernikahan.
Ada puluhan ribu kristal swarovski yang dihias di langit-langit ruangan lokasi resepsi pernikahan. Salah satu hal lain dalam sebuah resepsi pernikahan agar terlihat cantik bagi banyak perempuan ialah bunga. Bunga-bunga yang cantik dan indah memang tak pernah lepas dari sebuah resepsi.
Memilih ribuan bunga mawar segar berwarna pink, ungu dan putih. Raja Harun memperlihatkan sebuah resepsi bak negeri dongeng untuk Risa yang semua dekorasi nya berhiaskan bunga-bunga. sebuah hamparan panggung dengan bagian lantai berwarna bening bak lantai es yang sangatlah indah. Hanya berhiaskan tanaman dan lampu-lampu berwarna indah, tentu saja pemandangan dari panggung mempelai adalah yang terbaik. Lebih dari lima belas ribu lightstick yang digunakan untuk mempercantik dekorasi yang ada.
Penggabungan kemegahan, kemewahan dan keindahan adalah apa yang bisa dilihat dari pernikahannya bersama Risa. Salah satu keinginan Risa memang pernikahan paling mewah dan terbaik. Hal itu diwujudkan oleh Raja Harun meskipun di alam gaib. Sang raja seolah membawa suasana surga yang diwujudkan dalam sebuah pohon berwarna seputih salju. Pohon itu memang sengaja diletakkan di bagian panggung mempelai.
Tak hanya satu pohon saja, beberapa tanaman juga dirangkai seperti memperlihatkan suasana surga dan sinar-sinar warna putih bak cahaya nirwana. Sempat takjub tatapan Risa kini teralihkan pada sosok Raja Harun.
Risa juga dibalut dengan gaun pengantin yang cantik. Berbahan satin dan dipenuhi dengan berlian yang menjadi hiasan, membuatnya berpendar gemerlap seperti berlian. Wajahnya dihias dengan riasan khas wanita timur tengah yang makin membuat Raja Harun terpana. Risa juga takjub pada penampilan sang raja. Namun Risa kembali teringat lagi, Raja Harun bukanlah manusia.
Setelah pernikahan berlangsung, rupanya Raja Harun sangat baik. Dia tidak meminta Risa langsung melakukannya. Dia juga punya prinsip dan hanya ingin melakukannya jika Risa sudah siap mencintainya. Raja Harun akan tetap mencoba membuat Risa jatuh cinta padanya. Malam itu, Risa hanya menghabiskan waktu dengan berbincang dan saling mengenal satu sama lain dengan Raja Harun.
Berbeda dengan Ana dan Jaya. Malam itu, Raja Harun membuat Jaya berpenampilan seperti manusia tanpa kain kafan ala pocong. Mereka juga diberikan kamar yang sama karena status mereka yang sudah menikah.
Ana smapai mengerjap karena Jaya sangat tampan. Kenangan malam panas itu mendadak muncul. Jaya bahkan memberanikan diri mengecup benda kenyal yang merah menantang milik Ana. Keduanya saling berpagut dengan mesra. Ana menyukai sentuhan Jaya.
Akhirnya, di alam jin itu, Jaya berhasil menyalurkan nafkah batinnya ke pada Ana. Sesuatu yang tak bisa ia lakukan dia alam manusia. Kegiatan mesra itu berlangsung dengan memuaskan satu sama lain.
"Aku mencintaimu, Ana," lirih Jaya seraya memeluk sang istri dengan erat.
"Aku juga mencintaimu, Jaya."
Ana merasa sangat bahagia. Keduanya tertidur saling berpelukan sampai pagi di alam sana menjelang.
...*****...
__ADS_1
...Bersambung dulu, ya....