Dinikahi Pocong Tampan

Dinikahi Pocong Tampan
Bab 59 - Bertemu Ibu


__ADS_3

Bab 59 DPT


Sosok wanita berparas ayu yang Jaya kenal sebagai ibunya, berdiri di hadapan Jaya dengan senyuman menawannya. 


"Bangunkan dia, Dul!" titahnya.


Dia mengenakan busana Ratu Kerajaan Garuda yang sama dengan Ratu Melati.


Si kerdil yang bernama Dul itu menepuk pelan pipi Jaya. 


"Di-di mana, di mana aku?" pekik Jaya yang langsung bangun gelagapan.


"Kau berada di alam mimpimu, Nak. Ini ibu, hanya ini yang bisa ibu lakukan untuk mu dengan kekuatan terakhir kali yang ibu miliki," ucapnya.


"Ibu?" Jaya menatap tak percaya lalu memeluk ibunya.


"Ibu akan memberikanmu kekuatan mustika merah ini, Nak." Ibunya Jaya lantas meminta si kerdil untuk memberikan sebuah kotak kayu kepada Jaya. 


"Apa ini, Bu?" tanya Jaya. 


"Bukalah!" 


Jaya lantas membuka kotak tersebut dan perlahan-lahan kemudian cahaya bersinar berwarna merah keluar dari kotak kayu. Cahaya itu memancar dari benda yang belum diketahui oleh pemuda itu. Karena merasa penasaran, pemuda itu makin melongok ke arah dalam kotak yang sudah terbuka.


Jaya melihatnya secara dekat dan lekat. Seketika itu juga kedua matanya begitu takjub dengan berlian merah yang ada di dalam kotak tersebut, batu permata itu pasti  bertuah. Berlian merah dengan warna alami sebenarnya sudah sangat jarang ditemukan. Apalagi konon katanya, berlian merah itu merupakan berlian langka yang banyak dicari para kolektor.

__ADS_1


Berlian dengan warna merah yang alami tersebut, cukup langka sehingga banyak orang belum pernah melihatnya, dan mereka yang pernah melihatnya cenderung hanya bisa melihatnya di pameran.


Sejumlah gemolog meyakini warna merah pada berlian merah bukan karena kontaminasi bahan kimia lain. Melainkan karena adanya perubahan struktur atom berlian. Proses ini juga disebut sebagai deformasi plastis yang terjadi selama perjalanan berlian dari mantel menuju ke permukaan bumi.


Para ilmuwan juga menduga bahwa tekanan intensif dan suhu panas mengubah struktur molekul berlian merah pada proses pembentukannya. Semakin tinggi tekanan yang diterima akan membuat warna merah pada berlian semakin intens.


Jaya sangat takjub dengan apa yang ia lihat di dalam kotak itu.


"Apa ini mustika milik Ayahku?" tanya Jaya.


"Ini milikku, Nak. Ayahmu hanya meminjam kekuatan ini kala itu," sahutnya. 


"Mustika ini sangat cantik," ucap Jaya


"Jik mustika ini kau sandingkan dengan pedang pusaka milik ayahmu, maka kekuatannya akan berlipat ganda. Kau bisa mengalahkan Iblis Rahwana dengan ini," ucapnya menjelaskan. 


Berlian dengan warna merah alami mengembangkan warna itu saat berada di bawah tanah, di bebatuan yang mengandung sejumlah kecil bahan radioaktif seperti uranium atau thorium. Saat bahan radioaktif membusuk, mereka memancarkan radiasi yang menembus kristal berlian terdekat.


Ketika jenis radiasi ini memasuki intan, ia dapat menjatuhkan elektron atau atom karbon dari posisinya di kisi kristal. Perubahan ini paling kuat mempengaruhi lapisan luar kristal berlian. Akibatnya warna hijau sering hadir sebagai “kulit” dangkal di bagian luar kristal berlian. Berlian dengan warna hijau seragam di seluruh batu sangat langka.


Perpindahan elektron dan atom karbon merusak kristal kisi dan mengubah cara cahaya melintasi berlian. Deformasi ini menyebabkan kristal berlian menyerap secara selektif banyak cahaya yang memasuki berlian dan secara selektif mentransmisikan panjang gelombang di bagian spektrum merah. 


Seperti diketahui, berlian putih memiliki tingkatan warna D-Z. Semakin putih sebuah berlian maka semakin mahal pula harganya. Hal ini tak berlaku untuk berlian fancy colour, termasuk berlian merah. Semakin intens warna berlian merah, maka semakin mahal pula harganya. Namun perlu diingat, warna yang terlalu pekat hingga gelap juga mempengaruhi harganya.


Warna merah dari iradiasi alami adalah penyebab paling umum dari warna merah pada berlian. Namun, warna tersebut juga dapat disebabkan oleh cacat struktural pada struktur kristal berlian, yang disebabkan oleh adanya nitrogen, hidrogen atau atom nikel. Si kerdil lalu mengangkat tangan dan mengarahkan telapak tangan kanannya ke arah kotak berlian tersebut. Jaya tiba-tiba melihat berlian itu melayang di hadapan wajahnya. Terdengar suara berat yang keluar dari bibir si kerdil.

__ADS_1


"Aku penjaga berlian hijau yang terakhir, si batu mustika bertuah yang di hadapanmu ini," tutur si kerdil. 


"MAdam lantas memperkenalkan diri.


"Ibu membawamu ke sini karena dia telah memilihmu. Mustika ini akan digunakan untukmu. Setelah kau menyerap kekuatannya berlian itu, maka kekuatan ibu akan terserap dan menghilang.  Mulai sekarang, kau harus menjaganya dengan baik dan memanfaatkan kekuatannya untuk kebaikan," ucap ibunya Jaya.


Jaya masih tidak mengerti apa yang sedang terjadi apalagi perlahan demi perlahan batu berlian merah itu terpasang di sebuah rantai kecil yang di kalungkan di depan dada pemuda itu.


"Apa yang kau lakukan ke pada ibuku? Ke mana dia itu?" seru Kaya menoleh ke sekelilingnya lalu mengancam si kerdil.


"Ibumu sudah menyatu dengan mustika berlian merah itu," sahut Dul.


"Apa dia sudah bersama ayahku?" tanya Jaya.


"Sebenarnya, paduka raja tidak sampai —" 


Lalu, saat Jaya masih ingin membuka suara meminta penjelasan lebih lanjut, tiba-tiba ada sosok yang datang dari kejauhan dan membuat si kerdil berteriak. 


"PERGI! SELAMATKAN DIRIMU!"


Jaya langsung terperanjat kala melihat bagian dada Dul si Kerdil terluka. Tak lama kemudian, dia tewas dengan luka berongga. Ada serangan kilat dan cahaya biru yang datang dari pria misterius yang tiba-tiba muncul tadi.


...*****...


...Bersambung dulu ya....

__ADS_1


...See you next chapter!...


__ADS_2