
"Enggak pa, aku gak bisa aku gak mau menikah dengan Mala," ucap Abian sengit sambil menatap papanya.
"Bi, papa ngerti kamu sudah punya Reyna tapi...ini menyangkut soal balas budi Bi...," ujar pak Yuda.
"Lagi-lagi balas budi!! Abian capek mendengar nya pa!! Papa gak ngertiin perasaan Abi!!" nada suara Abian mulai meninggi.
"Maafkan papa, semua ini terpaksa papa lakukan karena hutang Budi papa pada keluarga Mala sangat besar," tutur pak Yuda.
"Apa tidak ada cara lain pa! selain aku harus menikah dengan Mala!!"
"Papa gak punya uang kalau untuk membayar hutang-hutang papa pada om Hendra."
"Abi akan usahakan untuk mencari uang dan akan melunasi semua hutang papa!!" ujar Abian sengit.
"Masalahnya om Hendra gak mau kalau papa membayar hutang-hutang papa yang dulu dan yang dia minta adalah kamu menikah dengan Mala Bi."
__ADS_1
"Gak bisa pa!! aku gak mau menikah dengan Mala!!" Abian berkata dengan penuh amarah.
Sedetik kemudian Abian bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan papa dan mamanya yang masih tertegun melihat sikapnya itu.
Abian berjalan menuju ke kamarnya dan masuk ke dalam sembari membanting pintu kamarnya dengan keras sampai terdengar oleh papa dan mamanya.
Pak Yuda dan Bu Dewi saling pandang melihat hal itu "Abian benar pa, dia tidak bisa menikah dengan Mala karena dia sudah punya Reyna dan kita juga tidak bisa memaksanya," tutur Bu Dewi pada pak Yuda.
"Tapi ma, bagaimana nanti kata Hendra dan papa yakin dengan ucapan Hendra kalau kita tidak menuruti permintaan nya dia pasti akan menghancurkan hidup kita ma," ujar pak Yuda dengan wajah penuh khawatir.
"Papa gak bisa berpikir lagi ma," ujar pak Yuda sambil menghela nafas panjang.
"Mama akan temui Abi dulu pa, kasihan dia," kemudian Bu Dewi beranjak dari duduknya dan berjalan menuju ke kamar Abian.
Sementara di dalam kamar, Abian sangat marah sekali dia membanting semua benda yang ada di meja samping tempat tidurnya "Brak ....!!! Persetan dengan keluar om Hendra!! persetan dengan balas budi!!" ujar Abi sambil mengepalkan kedua tangannya menahan amarah yang teramat sangat.
__ADS_1
Bu Dewi yang melihat hal itu jadi bergidik karena selama ini dia tidak pernah melihat Abian semarah itu dan Bu Dewi sangat memahaminya karena memang ini tidak adil untuk Abi.
Lalu dengan perlahan Bu Dewi mendekati Abian " Abi ...," panggil Bu Dewi sambil mendekat ke arah Abian berdiri.
Abian tidak menggubris panggilan mamanya dan dia tetap saja berdiri sambil mengepalkan tangannya.
"Bi, maafkan kami ya papa dan mama tidak bermaksud menjadikan kamu sebagai jaminan atas hutang papa pada om Hendra," tutur Bu Dewi dengan nada suara yang cukup hati-hati berkata pada Abi.
"Kalau bukan menjadikan aku jaminan lantas kenapa papa menuruti permintaan om Hendra ma!!?"
"Waktu itu papa gak punya pilihan lain, om Hendra memaksa papa dan mengancam akan menghancurkan bisnis papa kalau papa tidak menuruti permintaan nya," jelas Bu Dewi pada Abi.
"Picik sekali om Hendra," ucap Abi dengan marah.
"Iya Bi, dan papa hanya di beri
__ADS_1
waktu tiga hari untuk memberikan keputusan nya,"kata Bu Dewi sedih.