
"Mmm ... Ada yang mau mama omongin sama kalian berdua," ucap Bu Dewi pada Reyna dan Abi.
"Mau ngomongin soal apa ma?" tanya Abi.
Sejenak Bu Dewi menatap Reyna dan Abi lalu dia berkata dengan hati-hati " Begini Bi, tadi Mala itu datang ke sini dan curhat sama mama katanya dia mendapat ancaman dari si Beno pacarnya yang dulu itu," ucap Bu Dewi.
Abi mengerutkan keningnya sambil berkata pada Bu Dewi " Terus hubungannya sama aku dan Reyna apa ma?" tanya Abi lagi.
"Mmm ... Begini Bi, kata Mala kalau Beno akan menyakitinya dan terus menerornya kalau ketahuan dia tidak menjadi pacar kamu, soalnya kan setahu Beno yang membela dan menyelamatkan Mala waktu bertengkar dengan Beno kan kamu jadi dia pikir kamu adalah pacarnya Mala dan tadi Mala minta bantuan ke mama untuk bilang ke kamu kalau dia minta kamu untuk menjadi pacar bohongan nya Mala sekedar untuk mengelabui Beno saja," cerita Bu Dewi pada Abi.
"Maksudnya gimana ma, Abi masih gak ngerti?" ujar Abi.
"Bi, Mala minta kamu untuk menjadi pacarnya saat ini biar Beno percaya kalau Mala benar-benar pacar kamu," ujar Bu Dewi menjelaskan lagi pada Abi.
"Tapi ma...aku kan sudah punya Reyna?" ucap Abi sambil mengerutkan kedua alisnya menatap Bu Dewi.
__ADS_1
"Bi...kamu jadi pacar Mala itu cuma bohongan saja gak sungguhan kok," ucap Bu Dewi tersenyum.
"Tapi ma.....," Abi tidak melanjutkan kata-katanya karena Bu Dewi terlanjur memotong pembicaraan Abi.
"Abi,kamu harus ingat kalau dulu Mala itu sudah pernah berkorban untuk papa dengan mendonorkan darahnya, dan sekarang giliran kita yang membantu Mala," ujar Bu Dewi serius menatap Abian.
Abian menghela nafas panjang lalu ia menoleh pada Reyna yang duduk di sebelahnya seolah mau meminta penjelasan dan bantuan pada Reyna dan Reyna paham akan hal itu lalu dia berkata pada Abi " Bi, apa yang di katakan mama kamu itu benar, Mala dulu sudah pernah menolong papa kamu dan sekarang giliran kita yang bantu Mala Bi," ujar Reyna sambil tersenyum pada Abian.
"Tapi Rey...," Abi menatap Reyna.
Abian menipiskan bibirnya sambil menatap Reyna seolah tidak puas dengan apa yang di katakan Reyna padanya barusan.
"Bagaimana Bi?" tanya Bu Dewi melihat Abian yang masih tidak memberikan jawaban.
Abian tetap diam dan tidak mengeluarkan sepatah kata pun.
__ADS_1
"Bi... aku percaya sama kamu," ujar Reyna sambil menggenggam tangan Abian.
Abian kembali menatap Reyna tanpa bisa berkata apa-apa lagi.
"Bagaimana Bi? tadi kan Reyna juga gak apa-apa kalau kamu jadi pacar bohongan nya Mala," ucap Bu Dewi.
"Ya ma," jawab Abian dengan wajah agak kesal.
"Makasih Bi, kalau begitu kamu mau kan ya jadi pacar bohongan nya Mala?" tanya Bu Dewi memastikan pada Abian.
Abian menganggukkan kepalanya dengan lemah tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
Bu Dewi tahu kalau sebenarnya Abian sangat tidak setuju dengan keputusannya, tapi di sisi lain Bu Dewi melihat Mala yang sudah menjadi dewa penolong papanya Abi sewaktu mendapat kecelakaan dahulu itu.
Tapi karena ini cuma bohongan jadi Bu Dewi membujuk Abian untuk mau melakukan nya.
__ADS_1