Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 128


__ADS_3

Malam yang sangat sulit sekali di mana kedua insan ini harus mengambil keputusan yang akan mengubah jalan hidup mereka menjadi derita.


Meskipun di sisi lain keputusan yang akan mereka ambil ini akan membebaskan orang tua mereka dari jeratan hutang.


Suasana di dalam kamar itu menjadi hening, Abi dan Reyna saling terdiam berkecamuk dengan pikiran yang beragam.


Reyna berusaha untuk tidak menitikkan air matanya.


Malam semakin larut dan jam sudah menunjukkan pukul dua dinihari, sementara Abi dan Reyna masih belum juga tidur.


Sampai akhirnya Reyna mengajak Abi untuk tidur " Abi...ayo kita istirahat dulu, besok kita pikirkan lagi masalah ini," ucapnya sambil merangkul suaminya itu.


"Kamu tidur duluan saja Rey, aku masih belum ngantuk," ujar Abi.


Reyna menganggukkan kepalanya lalu ia mulai merebahkan tubuhnya di samping Abi yang masih terduduk di situ.


Abi menyelimuti tubuh Reyna dan mengecup kening Reyna sambil berucap padanya " Selamat tidur sayang," ucapnya mesra.


Reyna tersenyum dan meraih lengan Abi lalu mencium tangan Abian dan memeluk lengan itu sambil memejamkan matanya.

__ADS_1


Abi terus mengusap-usap kening istrinya itu sampai ia tertidur dengan pulas dan tak terasa mungkin karena ngantuk juga akhirnya Abi pun tertidur sambil memeluk Reyna.


****


Pagi ini Bu Dewi sudah bangun dan sudah bersiap di meja makan menunggu Abi dan Reyna datang untuk sarapan.


Setelah rapi Abi dan Reyna bergegas keluar dari kamar untuk sarapan.


Mereka berjalan bersama menuju ke meja makan dan terlihat Bu Dewi sudah menunggu mereka di sana.


"Ma," sapa Abi dan Reyna hampir bersamaan pada Bu Dewi ketika mereka sudah di meja makan.


Bu Dewi tersenyum pada anak dan menantunya itu.


Setelah keduanya duduk di meja makan, lantas Bu Dewi segera bertanya pada Abian.


"Bi, bagaimana hasilnya semalam setelah kamu ke rumahnya om Kris?" tanya Bu Dewi.


Abi menatap Bu Dewi sambil menghela nafas panjang lalu ia berkata pada mamanya itu.

__ADS_1


"Om Kris tidak bisa membantu kita ma," ucap Abi.


Wajah Bu Dewi tiba-tiba berubah jadi sedih lalu ia bertanya lagi pada Abian


"Kenapa om Kris tidak bisa membantu kita Bi?" tanyanya dengan mengerutkan kedua alisnya.


"Perusahan textile om Kris mengalami kebangkrutan ma, dan sekarang om Kris lagi mengumpulkan dana untuk memulihkan usahanya seperti sedia kala."


"Apa om Kris juga di ancam sama om Hendra untuk tidak memberikan bantuan pada kita?" ujar Bu Dewi menerka-nerka.


"Aku rasa tidak ma, om Kris itu orangnya tidak mudah di atur oleh orang lain dan dia selalu membantu papa dari dulu dan Abi rasa sekarang ini om Kris benar-benar mengalami masa sulit," ucap Abi.


Bu Dewi mengangguk-anggukkan kepalanya "Terus bagaimana ini Bi...mama khawatir keadaan papa," Bu Dewi mulai menangis.


Abian merasa sangat kasihan melihat mamanya menangis karena kepikiran pak Yuda yang sedang di sandera pak Hendra.


"Ma...mama jangan nangis ya...," ujar Reyna sambil berpindah tempat duduk di sebelah mama mertuanya itu.


"Mama gak mau papa kalian kenapa-napa...." Bu Dewi menangis lagi.

__ADS_1


Reyna mengusap-usap tangan mama mertua nya itu dan berkata lagi padanya.


"Ma...semalam Abi dan Reyna sudah membahas soal ini dan Reyna putuskan untuk mengikhlaskan Abi menikah dengan Mala demi papa," kata Reyna.


__ADS_2