Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 124


__ADS_3

Tapi kalau melihat kondisi saat ini yang sangat pelik sekali mau tidak mau Bu Dewi harus mengijinkan Abi untuk menggadaikan sertifikat rumah itu.


Bu Dewi mengingat kembali di mana rumah itu adalah rumah yang sudah lama di tempati oleh keluarganya dan di rumah itu banyak menyimpan kenangan masa kecil Abi hingga ia beranjak dewasa dan sekarang sudah mempunyai istri.


Abi melihat mamanya yang sedang melamun dan memikirkan sesuatu.


"Ma," panggil Abi.


Bu Dewi terhenyak dari lamunannya dan seketika menoleh pada Abi yang memanggilnya barusan.


"Iya Bi," jawab Bu Dewi.


"Mama mengijinkan apa tidak kalau sertifikat rumah ini aku gadaikan ma?"


Bu Dewi menghela nafas dalam-dalam sambil menatap Abi " Ya, sertifikat rumah ini boleh kamu gadaikan demi menyelamatkan papa kamu dan juga pernikahan kamu," ujar Bu Dewi pada Abi.


"Makasih ma," ucap Abi sambil memeluk mamanya.


Reyna terharu melihat itu semua ia tahu kalau sebenarnya mama mertua nya itu sangat keberatan melepaskan rumahnya untuk di gadaikan.


"Bi, kamu akan menggadaikan rumah ini pada siapa?" tanya Bu Dewi.

__ADS_1


"Aku akan menggadaikannya pada om Kris ma," ujar Abi.


"Om Kris teman papa yang punya perusahaan textile itu?" tanya Bu Dewi lagi.


"Iya ma," jawab Abi.


"Mudah-mudahan om Kris bisa membantu ya Bi," ucap Bu Dewi.


"Iya ma, kalau begitu Abi akan hubungi om Kris sekarang ma," ujar Abi.


Bu Dewi menganggukkan kepalanya lalu Abi meraih ponselnya dan mulai menelpon pak Kristanto teman papanya itu.


Panggilan Abian tidak mendapat jawaban dari tadi dan sekali lagi Abi mencoba menelponnya tapi tetap sama tidak ada jawaban dari pak Kristanto.


"Tidak ada jawaban," ucapnya.


Bu Dewi yang mendengar itu pun ikut berbicara " Terus bagaimana Bi?" tanya nya.


Abi terdiam sesaat sambil memikirkan sesuatu lalu ia berkata lagi " Aku akan ke rumah om Kris sekarang juga," ucapnya pada mama dan Reyna.


"Tapi Bi...rumah om Kris itu jauh dari sini dan ini sudah hampir malam," ujar Bu Dewi.

__ADS_1


"Tidak apa ma, aku akan ke sana saja karena harapan ku satu-satunya hanyalah om Kris ma."


"Ya sudah kalau begitu, kamu hati-hati di jalan ya Bi," pesan Bu Dewi dengan cemas.


"Aku ikut ya Bi?" pinta Reyna.


"Jangan Rey, kamu capek sedari tadi iku aku terus kamu istirahat saja di rumah temani mama ya," ucap Abi sambil mengusap rambut istrinya itu.


"Iya, tapi kamu janji jangan kebut-kebutan di jalan dan harus hati-hati ya," Reyna menggamit lengan Abi dengan cemas.


"Ya sayang, doakan aku mudah-mudahan berhasil kali ini," ucap Abi sambil mengecup kening Reyna.


Reyna menganggukkan kepalanya perlahan dan kemudian mengantarkan Abi keluar rumah.


Lalu Abi masuk ke dalam mobilnya dan tak lama ia pun sudah menjalankan mobilnya keluar dari halaman rumahnya.


Bu Dewi kemudian mengajak Reyna masuk ke dalam rumah "Ayo Rey masuk, kamu istirahat saja dulu sambil menunggu Abi nanti pulang ya," kata Bu Dewi.


"Iya ma," jawab Reyna sambil melangkah masuk ke dalam rumah bersama mama mertuanya itu.


"Ma, Reyna mau mandi dulu ya," pamitnya pada Bu Dewi.

__ADS_1


"Iya Rey," kata Bu Dewi sambil tersenyum pada Reyna.


__ADS_2