Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 34


__ADS_3

Reyna sudah tiba di depan pintu ruang kantor Abian, lalu dengan perlahan Reyna mengetuk daun pintu yang berwarna silver tersebut.


"Tok tok tok ...," tidak ada sahutan dari dalam kantor.


"Tok tok tok...," Reyna mencoba mengetuk pintu ruang kantor Abi lagi.


Sejenak hening tak ada jawaban juga, Reyna makin panik lalu Reyna mencoba mengetuk lagi lebih kencang kali ini.


"Tok tok tok...!!" Reyna masih menunggu jawaban dari dalam ruang kantor Abian.


Abian yang selonjoran di kursi sofa ruang kantornya membuka matanya dan berkata dengan nada suara agak lemah.


"Masuk," kata Abian dari dalam ruang kantornya sambil masih berbaring di kursi sofa tersebut.


Kemudian dengan bergegas Reyna masuk ke dalam ruang kantornya dan tatapan nya langsung tertuju pada meja kerja Abian dan Reyna tidak menemukan Abian di sana, lalu pandangan nya menyapu ke seluruh ruangan dan Reyna kaget ketika melihat Abian sedang berbaring di kursi sofa sebelah sudut ruang kantornya.


"Abi...!!" pekik Reyna yang kemudian menghambur ke arah Abian yang sedang terbaring itu.

__ADS_1


"Bi, kamu kenapa?" tanya Reyna mulai panik melihat Abian.


Abian membuka matanya dan melihat Reyna yang duduk di sampingnya dengan wajah panik.


"Bi...kamu kenapa?" tanya Reyna lagi ketika Abian sudah membuka matanya.


"Kepalaku tiba-tiba pusing sekali tadi Rey," ujar Abian sambil melihat pada Reyna.


"Kok bisa Bi..., sudah minum obat belum?" tanya Reyna sambil mengusap kepala Abian dengan lembut.


"Belum," jawab Abian sambil berusaha bangkit dan menyandarkan kepalanya di punggung kursi sofa tersebut.


Abian menganggukkan kepalanya perlahan, kemudian Reyna bergegas keluar dari ruang kantor Abian dan setengah berlari menuju ke ruang kantornya.


Setiba di dalam ruang kantornya dengan segera Reyna mengambil kotak obat yang ada di rak belakang meja kerjanya.


Kemudian dengan cekatan Reyna menyambar kotak yang berisi roti keju yang ada di atas meja kerjanya.

__ADS_1


Kemudian dengan setengah berlari lagi Reyna kembali ke ruang kantor Abian sambil membawa kotak obat dan kotak roti.


Reyna masuk ke dalam ruang kantor Abian dan segera menghambur ke arah Abian yang masih duduk di kursi sofa dengan menyandarkan kepalanya di kursi itu.


"Bi, makan roti ini dulu ya setelah itu kamu minum obat sakit kepala nya," ujar Reyna sambil menyodorkan roti itu pada Abian.


Abian membuka matanya lagi dan melihat roti yang ada di tangan Reyna tapi tidak segera mengambilnya.


"Aku suapin ya," ujar Reyna yang melihat Abian tidak berselera dengan roti itu.


Abian menganggukkan kepalanya, kemudian dengan perlahan Reyna mulai memasukan sedikit demi sedikit roti itu ke mulut Abian sampai habis.


"Rotinya sudah habis, sekarang minum obatnya," lalu Reyna meraih segelas air putih yang ada di atas meja kerja Abian dan mengupas obat itu dari pembungkusnya.


"Ayo Bi, minum obatnya dulu biar agak mendingan sakitnya," ucap Reyna sambil menyodorkan obat pada Abian.


Kemudian Abian mengambil obat itu dari tangan Reyna dan memasukkannya ke ke dalam mulutnya, lalu Reyna menyodorkan segelas air putih pada Abian dan dengan segera Abian meminum air itu dan memberikannya kembali pada Reyna.

__ADS_1


"Aku pijitin ya Bi," ucap Reyna pada Abian yang masih menyadarkan kepalanya di kursi.


"Iya Rey, pelan-pelan saja ya," ucap Abian.


__ADS_2