Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 61


__ADS_3

"Senangnya jadi Abian ya, punya pacar cantik dan perhatian seperti kamu Rey," Dewa menaikkan kedua alisnya menatap Reyna.


Reyna tersenyum sambil menganggukkan kepalanya pada Dewa.


"Oh ya, nanti kan kamu makan siang sendiri lagi soalnya kan Abian masih belum masuk ngantor, mmm ... bagaimana kalau nanti aku temani makan siangnya?" Dewa mencoba mengajak Reyna lagi.


"Mmm ... maaf ya pak, hari ini saya sudah bawa bekal dari rumah tadi, jadi... tidak makan siang di luar," tolak Reyna.


Dewa mengangguk-anggukan kepalanya sambil menatap hambar ke arah Reyna.


"Oke tak apa," ujar Dewa sambil mengangkat kedua bahunya.


"Mmm ... kalau begitu saya masuk ke ruangan saya dulu pak," ujar Reyna pada Dewa.


"Oh ya silahkan," Dewa mengarahkan tangan kanannya ke samping memberi jalan pada Reyna.


Reyna tersenyum sambil menganggukkan kepalanya dan berjalan melewati Dewa, Dewa terus memperhatikan Reyna sampai Reyna masuk ke dalam ruang kantornya.


"Rey,Rey ....," gumam Dewa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Prok...!! prok ..!! prok..!!," terdengar suara orang bertepuk tangan dari arah belakang Dewa yang masih berdiri di tempatnya semula.


Dewa menoleh ke belakang dan dia melihat Mala yang sedang bertepuk tangan sambil tersenyum mencibir padanya.


"Saya acungin jempol untuk usaha keras pak Dewa yang berusaha mendekati Reyna tapi sayangnya.....di tolak lagi kan.....," cibir Mala pada Dewa.


"Apa sih kamu, nguping aja pembicaraan orang," ujar Dewa pada Mala sambil mengerutkan kedua alisnya.


"Saya gak nguping pak.....tadi kebetulan saja saya mau lewat dan melihat pak Dewa lagi merayu Reyna iya kan....," seloroh Mala lagi.


"Hmm ... dasar kamu!" ucap Dewa sambil bergegas pergi meninggalkan Mala yang selalu menggodanya.


"Mmm ... tadi aku sempat dengar kalau tadi pagi Reyna datang terlambat gara-gara habis dari rumah sakit jenguki papanya Abian," Mala bergumam.


Lalu Mala berbalik kembali masuk ke dalam ruang kantornya.


Sementara Reyna juga sudah memasuki ruang kantornya dan mulai mengerjakan pekerjaannya pagi ini.


Abian sudah sampai kembali ke rumah sakit setelah mengantar Reyna tadi ke kantornya.

__ADS_1


Abian masuk ke dalam kamar papanya dan melihat pak Yuda sudah duduk berselonjor di atas tempat tidur sambil bersandar pada ranjang.


Dan terlihat Bu Dewi sedang menyuapi makanan ke pak Yuda.


"Papa mau sarapan ma?" tanya Abian dengan senang melihat papanya sudah mau makan.


"Iya Bi, tadi papa minta makan," ucap Bu Dewi sambil menyuapi suaminya lagi.


"Kamu makan gih Bi, Reyna tadi bawakan lalapan ayam," ucap Bu Dewi sambil tersenyum pada Abian.


"Mama sudah makan?" tanya Abian.


"Sudah, mama tadi makan lalapan yang di bawakan Reyna."


Abian mengangguk, lalu ia berjalan menuju ke meja tempat makanan lalu Abian mengambil piring dan mulai makan lalapan yang di bawakan Reyna tadi pagi.


Waktu sudah menunjukkan pukul empat sore dan Reyna sudah berkemas membereskan meja kerjanya.


Begitu halnya dengan Mala yang juga sudah bersiap-siap untuk pulang.

__ADS_1


Reyna keluar dari ruang kantornya dan berjalan menuju ke depan gedung perkantoran nya di mana taxi yang di pesannya sudah menunggunya di sana.


Mala juga sudah sampai di basemen tempat mobilnya di parkir di sana, lalu Mala masuk ke dalam mobil dan tak berselang lama ia pun sudah melaju pergi meninggalkan basemen tersebut.


__ADS_2