
"Gak apa-apa Mala, aku masih kuat untuk nyetir kok," ujar Abian pada Mala.
Mala tersenyum kecut, lagi-lagi usahanya gagal untuk menarik perhatian Abian.
"Oh gitu, beneran kamu masih kuat nyetir," Mala setengah memaksa.
"Iya," ucap Abian.
"Oke kalau begitu aku balik duluan," ujar Mala sambil tersenyum memaksa.
"Ya," jawab Reyna sambil tersenyum pada Mala.
"Ayo sayang, kita pulang,"ajak Abian pada Reyna sambil meletakkan tangan di belakang punggung Reyna dan membimbingnya keluar dari ruang kantor Abian.
"Ya," jawab Reyna sambil mengulas senyumnya yang tampak manis sekali.
Kemudian Reyna dan Abian pun melangkah pergi meninggalkan ruang kantor Abian menuju ke area basemen tempat mobil Abian di parkir di sana.
Setiba di basemen Abian dan Reyna pun mulai masuk ke dalam mobil dan tak lama kemudian Abian segera menjalankan mobilnya meninggalkan area parkiran tersebut.
Di tengah perjalanan Reyna yang mengkhawatirkan keadaan Abian, sedikit-sedikit menoleh pada Abian yang sedang menyetir mobilnya.
__ADS_1
"Bi, kamu beneran gak apa-apa?" tanya Reyna khawatir.
"Iya aku gak apa-apa Rey," jawab Abian sekilas menoleh pada Reyna yang duduk di sampingnya.
"Oke," ucap Reyna agak tenang.
Beberapa menit dalam perjalanan akhirnya mobil Abian tiba juga di depan rumah Reyna.
"Bi, kamu langsung pulang saja terus istirahat lagi di rumah," ucap Reyna ketika hendak keluar dari mobil Abian.
Abian menatap Reyna sambil berkata padanya. " Iya Rey, kalau begitu aku pulang dulu ya," ujar Abian.
"Iya, kamu hati-hati di jalan ya," pesan Reyna pada Abian sebelum dirinya keluar dari mobil Abian.
Sepeninggal Abian dengan segera Reyna berjalan memasuki rumahnya.
"Non sudah pulang," sapa bibik yang selalu setia menunggu kedatangan Reyna itu.
Reyna tersenyum melihat bibik sambil menganggukkan kepalanya, lalu Reyna terus melangkah menuju ke kamar nya.
Sementara bibik menutup kembali pintu rumah itu dan berjalan masuk ke dalam.
__ADS_1
Di dalam kamar Reyna langsung menghempaskan tubuhnya di tempat tidurnya sambil memejamkan matanya seolah melepas kepenatan yang dia rasakan seharian ini.
Tiba-tiba bibik masuk ke dalam kamar Reyna yang pintunya sedikit terbuka.
"Non, bibik sudah buatkan teh panas itu untuk non," ujar bibik pada Reyna yang masih telentang di atas kasurnya.
Reyna membuka matanya dan sejurus kemudian Reyna bangkit dan duduk di atas kasur tersebut sambil melihat pada bibik yang masih berdiri di pintu kamarnya.
"Makasih Bik, tapi....aku mandi dulu ya soalnya badanku agak gerah ini bik," ucap Reyna pada bibik.
"Iya non, kalau begitu bibik balik dulu ke dapur ya mau ngangetin sayur yang non Reyna suka," kata bibik sambil tersenyum pada Reyna.
"Sayur apa Bik!" Reyna kegirangan bertanya pada bibik.
"Tumis brokoli di campur udang non," ujar bibik.
"Wah pasti enak itu bik, di kasih cabe juga kan bik?" tanya Reyna.
"Sudah non, tadi sudah bibik kasih cabe."
'Kalau begitu habis mandi ini aku akan segera makan malam Bik," ujar Reyna gak sabar.
__ADS_1
"Iya non, bibik siapkan makan malam nya dulu ya non," ucap bibik sambil melangkah pergi meninggalkan kamar Reyna.
Kemudian Reyna bergegas masuk ke dalam kamar mandi.