
"Kalau begitu mama dan papa mau istirahat dulu ya," pamit Bu Dewi pada kedua pengantin baru itu.
"Iya ma," jawab Abi dan Reyna bersamaan.
"Kalian juga istirahat aja dulu, pasti kalian capek juga kan," timpal pak Yuda pada Abi dan Reyna.
"Iya pa," jawab Abian.
Kemudian pak Yuda dan Bu Dewi pergi menuju ke kamar mereka meninggalkan Abi dan Reyna.
"Masuk Rey," ajak Abi pada Reyna sambil merangkulnya masuk ke dalam kamar Abi.
Reyna yang baru pertama kalinya masuk ke dalam kamar Abian sekilas matanya menyapu ke sekeliling kamar.
Di sudut sana terlihat baju Abian yang di taruh begitu saja di atas sofa yang ada di dalam kamar Abi.
Dengan bergegas Reyna berjalan menuju ke arah sofa itu dan mengambil baju Abi yang tergeletak sekenanya saja di sana.
Abi tersenyum melihat sikap istrinya itu, lalu dengan perlahan Abi mendekati Reyna yang sedang melipat baju Abi yang berserakan tadi.
"Rey...maaf ya, aku tidak bisa menyediakan kamar pengantin yang bertabur bunga dengan hiasan warna warni di dalam kamar layaknya kamar pengantin," ucap Abi sambil menatap Reyna.
__ADS_1
Reyna tersenyum pada Abi sambil berkata padanya " Gak apa-apa Bi, aku gak minta yang mewah-mewah kok, begini saja sudah cukup bagus buatku," ucap Reyna.
"Ya, tapi tidak seharusnya aku menikahi kamu dengan kondisi seperti ini Rey," Abi menggenggam tangan Reyna.
"Bi...aku gak permasalah kan soal itu," Reyna menempel kan ibu jarinya ke bibir Abian.
Abian tersenyum dan kedua insan itu pun saling menatap tanpa berkata apapun.
Perlahan Abi memegang wajah Reyna dengan kedua tangan nya dan kini wajah mereka berhadapan sangat dekat.
Reyna memejamkan matanya dan sebuah kecupan mesra pun mendarat di bibirnya "Aku akan buat kamu bahagia selamanya sayang," terdengar Abi berbisik di telinga Reyna dengan suara penuh perasaan.
Reyna makin merapatkan tubuhnya pada Abi dan Abi pun memeluk dengan erat tubuh istri yang baru saja di nikahinya itu.
"Aku harus telepon papa ini," ujar Mala bermonolog di dalam ruang kantornya.
"Pa," panggil Mala ketika papanya sudah menerima telepon darinya.
"Ada apa Mala?" tanya pak Hendra.
"Mmm ... Papa kapan mau menanyakan soal pernikahan aku dengan Abian pada pak Yuda?" ucap Mala.
__ADS_1
"Nanti sayang, nanti malam papa akan ke rumahnya om Yuda menanyakan hal itu."
"Iya pa, lebih cepat lebih baik," kata Mala dengan antusias.
Malam ini tepat pukul tujuh di saat keluarga pak Yuda berkumpul di meja makan untuk makan malam tiba-tiba terdengar suara mobil yang berhenti di depan rumah.
Dan tak lama terlihat bibik yang setengah berlari menghampiri Bu Dewi di meja makan.
"Ada apa Bik?" tanya Bu Dewi pada bibik.
"Di luar ada tamu buk," kata bibik pada Bu Dewi.
"Siapa?" tanya Bu Dewi lagi.
"Pak Hendra," ucap bibik.
Seketika mereka semua terdiam dan menghentikan makannya setelah mendengar ucapan bibik.
Reyna menatap Abi dengan wajah ketakutan.
Abian memegang tangan Reyna sambil berkata padanya " Kamu tenang ya, semua akan baik-baik saja," ucap Abi menenangkan Reyna.
__ADS_1
Reyna menganggukkan-anggukkan kepalanya masih dengan wajah yang was-was.