Dua Cinta Untuk Abian

Dua Cinta Untuk Abian
Bab. 24


__ADS_3

"Bi kamu harus cobain masakan Mala, tadi itu Mala masak ayam asam manis, sepertinya itu sangat enak sekali menurut mama," tutur Bu Dewi sambil menyendok nasi dan meletakkan di atas piring yang sedang di pegangnya lalu mengambil ayam asam manis bikinan Mala dan menaruhnya di piring yang masih ada di tangan nya.


Kemudian Bu Dewi menyodorkan piring itu pada Abi.


"Makasih ma," ucap Abian sambil menerima piring yang di sodorkan mamanya tadi.


Kemudian Abian mulai makan dan di ikuti yang lainnya juga mulai menyantap makan malam.


"Gimana pa, masakan Mala enak kan?" tanya Bu Dewi pada pak Yuda papanya Abian.


"Ya, enak," jawab pak Yuda sambil manggut-manggut.


Kemudian pandangan Bu Dewi beralih pada Abian yang masih asyik menyantap makanannya.


"Bi, gimana rasanya masakan Mala?" tanya Bu Dewi sambil mengangkat kedua alisnya.


"Hmm .... enak ma," tutur Abian sambil menyendok makanan nya dan memasukkannya ke dalam mulutnya.


"Nah, kan mama bilang apa, masakan Mala itu pasti enak," kata Bu Dewi sambil tersenyum membanggakan Mala di depan Abi dan papanya.


Mala yang sengaja sedang mencari perhatian itu tersenyum dengan bangganya karena mendapat pujian dari Bu Dewi.

__ADS_1


Setelah mereka semua menyelesaikan makan malam, Abian lantas bergegas hendak berlalu dari meja makan tersebut.


Tapi tiba-tiba Bu Dewi memanggilnya dan menyuruh Abi untuk menemani Mala.


"Abi....!! kamu mau ke mana!!?"


"Abi mau ke kamar dulu ma," kata Abian sambil menghentikan langkahnya.


"Kesini dulu Bi, temani Mala dulu di sini," paksa Bu Dewi pada Abian.


Mala yang melihat sikap Abi seperti itu sepertinya sangat paham kalau Abian lagi tidak berkenan ngobrol dengan dirinya.


"Mmm ... Tante, gak apa-apa biar Abian masuk kamarnya saja mungkin dia lagi capek Tan," ujar Mala setengah mengambil hati Bu Dewi lagi tentunya.


"Mmm ... gak apa-apa Tante biarin aja, saya juga mau pamit pulang kok Tante."


"Aduh...Tante jadi gak enak ini."


"Gak apa-apa Tante.... kapan-kapan saya main kesini lagi ya," kata Mala dengan senyumnya yang penuh makna.


"Iya Mala, maaf ya sikap Abian yang seperti itu," kata Bu Dewi sedikit sungkan.

__ADS_1


"Iya Tante, kalau begitu saya pamit pulang Tante," ujar Mala kemudian.


"Iya," jawab Bu Dewi yang kemudian mengantar kan Mala menuju ke luar rumah.


Sesampai di teras kemudian Mala bergegas menuju ke mobilnya yang di parkir di halaman rumah Abian.


Mala masuk ke dalam mobilnya dan sejurus kemudian dia pun pergi meninggalkan rumah Abian.


Bu Dewi kemudian masuk kembali ke dalam rumahnya.


Sementara Abian yang masih berada di dalam kamarnya sibuk bermain dengan gawai pipih nya itu.


Tiba-tiba Bu Dewi menyeruak masuk ke dalam kamar Abian dan menegur Abian.


"Bi, kamu ini kenapa sih kok gak mau nemani Mala ngobrol tadi?" tanya Bu Dewi agak kesal pada Abian.


Abian mengerucutkan bibirnya dan berkata dengan malas pada mamanya.


"Aku capek ma, seharian tadi aku sibuk banget di kantor," ucap Abian menghindar.


"Tapi kan harusnya kamu bisa nemani Mala sebentar saja tadi, setelah itu kamu masuk lagi ke kamar iya kan jadinya kan gak membuat Mala tersinggung," tutur Bu Dewi.

__ADS_1


"Iya ma," kata Abian sambil menipiskan bibirnya sambil menatap Bu Dewi.


__ADS_2